Suara.com - Tanggal 1 Mei tiap tahun terdapat dua hari besar bersejarah bagi Tanah Air. Ada Hari Buruh yang menjadi tonggak peringatan bagi hak-hak buruh seantero Nusantara hingga dunia.
Melalui Hari Buruh, para pekerja dari berbagai daerah memberikan aspirasi mereka melalui rangkaian demonstrasi dan unjuk rasa.
Ada juga Hari Pembebasan Irian Barat yang menjadi cikal bakal masuknya Pulau Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mari mengulas secara mendalam dua hari besar pada tanggal 1 Mei tersebut.
Hari Peringatan Pembebasan Irian (Papua) Barat
![Petugas melakukan perawatan monumen Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/09/26/86360-perawatan-monumen-pembebasan-irian-barat-di-lapangan-banteng.jpg)
Setiap tanggal 1 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pembebasan Irian Barat.
Momen ini bukan sekadar coretan di kalender, melainkan puncak dari perjuangan panjang mengembalikan kedaulatan Indonesia secara utuh dari Sabang sampai Merauke.
Awal Mula Adanya Hari Pembebasan Irian Barat
Latar belakang peringatan ini bermula dari Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949.
Kala itu, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, namun sengaja "menggantung" status Papua Barat.
Belanda bersikeras mempertahankan wilayah tersebut, sementara Indonesia menegaskan bahwa Papua adalah bagian sah dari NKRI.
Penundaan yang berlarut-larut ini memicu ketegangan diplomatik hingga konfrontasi militer melalui Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 1961.
Momen menuju pembebasan
Dunia internasional, melalui PBB, akhirnya turun tangan untuk menghindari perang besar.
Berdasarkan Persetujuan New York (15 Agustus 1962), Belanda wajib menyerahkan kekuasaan atas Papua kepada otoritas sementara PBB yang bernama United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA).
Momentum 1 Mei