- Alyssa Daguise dan Steffi Zamora membagikan momen ASI berwarna kuning yang menarik perhatian.
- Unggahan tersebut memicu pertanyaan netizen soal normal atau tidaknya warna ASI.
- Topik ini berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu dan manfaat ASI bagi bayi.
Suara.com - Alyssa Daguise dan Steffi Zamora tengah menikmati peran baru sebagai ibu. Keduanya pun kerap membagikan pengalaman mengasuh anak di media sosial.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika mereka mengunggah potret ASI (Air Susu Ibu) berwarna kuning. Unggahan tersebut langsung memicu rasa penasaran netizen dan menjadi bahan perbincangan.
Banyak yang kemudian bertanya-tanya apakah ASI warna kuning termasuk normal atau justru perlu diwaspadai. Tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan kondisi kesehatan ibu dan bayi.
Lantas, ASI warna kuning artinya apa dan apakah kondisi ini baik untuk bayi? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini berdasarkan informasi medis yang perlu diketahui para ibu.
ASI Warna Kuning Artinya Apa?
ASI yang berwarna kuning sering membuat sebagian ibu menyusui merasa khawatir.
Padahal, warna ASI kuning umumnya merupakan kondisi normal dan justru menandakan kandungan nutrisi penting yang dibutuhkan bayi.
Melansir laman ayosehat.kemkes.go.id, warna kuning keemasan pada ASI biasanya menandakan kolostrum, yaitu ASI pertama yang diproduksi setelah persalinan (2 sampai 6 bulan).
Kolostrum memiliki tekstur lebih kental dan kaya akan protein, antibodi, serta nutrisi penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi yang baru lahir.
Kolostrum umumnya mulai diproduksi sejak trimester kedua kehamilan dan keluar pada hari-hari pertama setelah bayi lahir.
ASI jenis ini sering disebut sebagai "vaksin alami" pertama bagi bayi karena kandungan antibodinya sangat tinggi untuk melindungi tubuh bayi dari infeksi.
Selain karena kolostrum, warna ASI juga bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu menyusui.
Makanan dengan pigmen kuning atau oranye seperti wortel, labu, ubi, dan kunyit dapat membuat ASI tampak lebih kekuningan akibat kandungan beta-karoten yang masuk ke dalam ASI.
ASI yang disimpan di lemari pendingin atau freezer juga dapat terlihat lebih kuning dibanding ASI segar.
Kondisi ini terjadi karena lapisan lemak ASI terpisah dan mengapung di bagian atas sehingga warna kuning tampak lebih jelas setelah ASI dicairkan.
Secara umum, ASI berwarna kuning bukan tanda bahaya selama bayi tetap aktif, menyusu dengan baik, dan tumbuh sesuai usianya.
Namun, jika warna ASI berubah drastis disertai bau tidak biasa, nyeri payudara, atau bayi mengalami gangguan kesehatan, ibu disarankan berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi.
Selain Kuning, Ini Warna ASI yang Bagus untuk Bayi
Warna ASI bisa berbeda-beda pada setiap ibu menyusui dan umumnya masih tergolong normal selama bayi tetap sehat serta tumbuh dengan baik.
Perubahan warna ASI biasanya dipengaruhi oleh kandungan lemak, fase menyusui, makanan yang dikonsumsi ibu, hingga proses penyimpanan ASI perah.
Selain kuning, ini beberapa warna ASI yang bagus untuk bayi, melansir Alodokter dan beragam sumber resmi lain:
1. Putih Kekuningan
Warna putih kekuningan merupakan warna ASI yang paling umum ditemukan setelah masa kolostrum. Warna ini menandakan ASI mengandung lemak dan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bayi.
2. Putih Kebiruan
ASI berwarna putih kebiruan biasanya muncul pada foremilk atau ASI awal saat menyusui. Kandungan air pada ASI jenis ini lebih tinggi sehingga membantu memenuhi kebutuhan cairan bayi.
3. Putih Krem
Warna putih krem umumnya muncul pada hindmilk atau ASI akhir yang keluar di akhir sesi menyusui. Jenis ASI ini mengandung lebih banyak lemak sehingga penting untuk membantu bayi merasa kenyang dan menambah berat badan.
4. Sedikit Kehijauan
ASI juga dapat tampak sedikit kehijauan dan kondisi ini masih tergolong normal. Warna tersebut biasanya dipengaruhi oleh makanan berwarna hijau yang dikonsumsi ibu, seperti bayam, daun katuk, atau sayuran hijau lainnya.
5. Putih Agak Kecokelatan setelah Disimpan
ASI perah yang disimpan di kulkas atau freezer terkadang berubah menjadi putih agak kecokelatan setelah dicairkan. Perubahan warna ini umumnya normal karena adanya pemisahan kandungan lemak selama proses penyimpanan.