- Konser Hey Slank digelar di Jakabaring, Palembang pada Minggu, 24 Mei 2026, sebagai bagian dari tur nasional perusahaan.
- Sumatera memberikan kontribusi penjualan signifikan sebesar 25 persen, mendorong perusahaan membangun pabrik baru di Lampung bulan Juli.
- Perusahaan berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat inklusif melalui penyediaan lapangan kerja bagi disabilitas serta mendukung pelaku usaha lokal.
Suara.com - Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ketujuh digelar meriah di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (24/5/2026).
Bagi HS, Palembang dan Sumatera bukan sekadar pasar, tetapi punya ikatan emosional yang kuat dengan sang pemilik perusahaan, Haji Suryo.
Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, mengatakan Haji Suryo memiliki latar belakang yang sangat dekat dengan masyarakat Sumatera.
Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alasan mengapa Palembang dipilih sebagai kota penyelenggara tour.
“Owner Pak Haji Suryo lahir di Lampung, besar di Bengkulu. Beliau dari Sumatera, wong kito lah!” ujar Tessa dalam konferensi pers.
Tessa mengungkapkan, Sumatera menjadi wilayah penting bagi pertumbuhan HS. Selain menjadi pasar rokok terbesar kedua di Indonesia, kontribusi penjualan dari wilayah ini juga sangat signifikan bagi perusahaan.
“Kontribusi penjualan dari Sumatera mencapai 25 persen atau sekitar 135 juta batang. Untuk perusahaan rokok yang belum dua tahun, itu signifikan,” katanya.

HS juga tengah memperluas investasinya di Sumatera dengan membangun pabrik baru di Lampung.
Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juli mendatang dan diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja.
Menurut Tessa, semangat utama HS bukan hanya bisnis, tetapi juga pemberdayaan masyarakat secara inklusif.
Hingga saat ini, HS telah mempekerjakan 120 karyawan disabilitas dan menyediakan fasilitas mess bagi mereka.
Selain itu, perusahaan juga membuka peluang kerja bagi ribuan pekerja tanpa pengalaman.
“Semua orang punya kesempatan yang sama. Banyak orang yang masih kurang beruntung mendapatkan pekerjaan, dan kami ingin membuka peluang itu,” tegasnya.
Kolaborasi HS bersama grup musik Slank juga disebut bukan sekadar konser hiburan. Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji, menilai HS memiliki visi besar dalam mendukung kreativitas dan pemberdayaan masyarakat.
“Waktu pertama ketemu Pak Haji Suryo, beliau visionaris dan mau diajak bikin macam-macam. Langsung ngobrol soal membawa HS keliling Indonesia,” kata Kaka.
Kaka menyebut semangat HS sejalan dengan karakter Slank yang selalu mendukung produk lokal dan UMKM.
Menurutnya, slogan “Berani Kita Beda” menjadi representasi keberanian kedua pihak untuk tampil berbeda.
“HS baru dua tahun sudah merajai. Slank berani, HS juga berani. Itu sama di visi kita,” ungkapnya.
Ia juga mengaku bahagia bisa kembali tampil di Palembang setelah cukup lama tidak menyapa Slankers di Sumatera Selatan.
“Gara-gara HS ini Slank bisa datang ke Palembang. Sumsel basis Slankers terbesar di Sumatera,” ujarnya.
Sementara itu, bassist Ivan Kurniawan Arifin mengatakan HS turut mendukung penuh gerakan Slankerspreneur, yakni komunitas penggemar Slank yang bergerak di sektor UMKM dan usaha mandiri.
“Belum pernah ada sponsor tour yang benar-benar memfasilitasi UMKM untuk jualan seperti ini. Slankerspreneur adalah wajah baru Slankers, pejuang-pejuang usaha,” kata Ivanka.
Konser HS Hey Slank di Palembang juga menghadirkan sejumlah musisi ternama seperti Tony Q Rastafara, Superiots, Stand Here Alone, Mahalara, hingga band lokal Palembang Kopral Jono.
Dua band hasil audisi lokal, D’Aterix dan Brainfreeze, turut mendapat kesempatan tampil dalam panggung besar tersebut.
Sebelum konser dimulai, acara juga diramaikan riding bersama ratusan komunitas motor dan Vespa yang melintasi sejumlah ikon Kota Palembang.