Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB
Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional
Palung yang digunakan sebagai media penguapan untuk mengkristalkan garam, dengan memanfaatkan batang pohon kelapa tua dan mengandung berbagai nilai tradisional. Sumber: Rochwulaningsih et al., Journal of Ethnic Foods.

Suara.com - Di sejumlah pesisir Bali, tradisi membuat garam masih bertahan seperti ratusan tahun lalu. Namanya garam palung.

Tanpa mesin dan bahan kimia, garam ini dibuat sepenuhnya dengan tangan menggunakan sumber daya yang tersedia di sekitar, mulai dari tanah, air laut, bambu, hingga batang kelapa tua.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnic Foods oleh Yety Rochwulaningsih dari Universitas Diponegoro bersama timnya mencatat, pengetahuan membuat garam palung diwariskan turun-temurun oleh masyarakat pesisir Bali, terutama di Buleleng, Karangasem, dan Klungkung.

Berbeda dengan produksi garam yang mengandalkan tambak atau teknologi modern, metode palung memanfaatkan bahan-bahan lokal, seperti tanah sari dari perbukitan, pasir, bambu, dan batang kelapa tua.

Delapan Tahap Membuat Garam

Prosesnya dimulai dengan membersihkan area produksi menggunakan pangkrak, alat dari bambu. Tanah sari kemudian diinjak-injak di atas alat penyaring berbentuk kerucut bernama tinjungan yang dilapisi sabut kelapa.

Air laut diangkut secara manual menggunakan wadah bernama sene. Petani biasanya mengambil air saat gelombang kecil datang karena secara turun-temurun diyakini memiliki kadar garam lebih tinggi.

Air laut kemudian dituangkan ke dalam tinjungan dan disaring hingga menghasilkan air garam tua. Cairan ini ditampung dalam wadah kayu bernama brombong sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Air garam tua lalu dituangkan ke dalam palung, yaitu batang kelapa tua yang dibentuk menjadi wadah penguapan sepanjang sekitar dua meter.

baca juga

Di bawah terik matahari, air perlahan menguap dan meninggalkan kristal garam. Agustus menjadi salah satu waktu terbaik untuk panen karena cuaca panas mempercepat proses kristalisasi.

Garam yang terbentuk kemudian dikerok menggunakan bambu dan dikumpulkan dalam wadah bernama saingan.

Satu set peralatan palung dapat bertahan hingga 30 tahun jika dirawat dengan baik. Namun, keahlian membuat dan merawat palung kini semakin sulit ditemukan karena minimnya generasi muda yang tertarik meneruskannya.

Bukan Sekadar Membuat Garam

Bagi masyarakat setempat, proses produksi garam juga memiliki makna spiritual. Sebelum musim produksi dimulai, petani menggelar persembahyangan dan memberikan sesajen sebagai wujud syukur sekaligus harapan untuk mendapatkan hasil panen yang baik.

Penelitian tersebut juga mencatat garam palung tidak mengandung sejumlah logam berat berbahaya, seperti arsenik, tembaga, dan merkuri. Produk garam artisan, termasuk yang dikembangkan di Tejakula, bahkan telah menembus pasar internasional seperti Jepang, Korea Selatan, dan Prancis.

Namun, tradisi ini menghadapi sejumlah ancaman. Perkembangan pariwisata membuat sebagian lahan pesisir beralih fungsi, sementara sebagian generasi muda memilih bekerja di sektor pariwisata yang dianggap lebih menjanjikan.

Abrasi pantai juga menjadi persoalan lain yang mengancam kawasan produksi garam.

Para peneliti menilai garam palung bukan sekadar produk pangan, melainkan bagian dari sistem pengetahuan tradisional yang menopang kehidupan masyarakat pesisir. Tanpa perlindungan terhadap petani, regenerasi, dan lingkungan pesisir, tradisi yang telah bertahan sejak masa pra-kolonial ini berisiko perlahan hilang.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Kim Garam Unggah Foto Profil Baru, Siap Comeback dan Debut Jadi Aktris

Kim Garam Unggah Foto Profil Baru, Siap Comeback dan Debut Jadi Aktris

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 11:15 WIB

Gudang Garam Raup Laba Rp2,9 Triliun Meski Pendapatan Anjlok 7,2 Persen

Gudang Garam Raup Laba Rp2,9 Triliun Meski Pendapatan Anjlok 7,2 Persen

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:19 WIB

Terkini

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

×