Di Tengah Tren Kerja Remote, Komunitas WFC Journal Jadi Ruang Baru untuk Merasa Tidak Sendirian

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 28 Mei 2026 | 11:15 WIB
Di Tengah Tren Kerja Remote, Komunitas WFC Journal Jadi Ruang Baru untuk Merasa Tidak Sendirian
Potret Foto Bersama Para Anggota WFC Bareng Stranger di Adara Coffee pada Kamis (21/5/2026) (Dok.pribadi/WFC Journal)

Ternyata, banyak orang merasa relate dengan pengalaman tersebut.

“Terus akhirnya di komen-komen tuh banyak yang ternyata pinpoint-nya sama. Kayak mereka juga ngerasain kalau iya kerja remote ternyata sepi, nggak se-flexible itu, nggak se-bisa kemana-mana itu,” ungkapnya.

Dari sana, komunitas WFC Journal mulai terbentuk sedikit demi sedikit. Pertemuan pertama mereka bahkan hanya dihadiri empat orang. Kini, jumlah anggotanya sudah mencapai ribuan.

Menjadi Wadah Bagi Para Pekerja Remote Untuk Berinteraksi

Potret Interaksi yang Dilakukan oleh Para Peserta WFC Journal (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)
Potret Interaksi yang Dilakukan oleh Para Peserta WFC Journal (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Saya mulai memahami mengapa konsep seperti ini terasa dekat bagi banyak pekerja remote. Setelah pandemi, bekerja dari rumah memang memberi fleksibilitas. Namun, di saat yang sama, banyak orang perlahan kehilangan ruang sosialnya.

Tidak ada lagi teman makan siang kantor, obrolan receh sebelum meeting, atau sekadar sapaan kecil di sela pekerjaan yang dulu terasa biasa saja.

Menurut Amelia, banyak pekerja remote kehilangan third space, yaitu ruang ketiga selain rumah dan kantor untuk membangun relasi sosial.

“Jadi kita biasanya punya rumah sebagai first space, terus tempat kerja sebagai second space, tapi kita nggak punya third space ini nih. Di mana kita bisa nyari teman selain dari di rumah atau di kerjaan,” jelasnya.

Hal itu juga dirasakan Healthy, salah satu anggota yang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan WFC Journal. Ketika saya bertanya soal pengalamannya, ia langsung tersenyum.

“Pengalamannya seru sih, jadi ketemu teman baru. Terus koneksi juga,” katanya.

baca juga

Siang itu, saya melihat sendiri bagaimana suasana di ruangan perlahan berubah. Awalnya semua orang sibuk dengan layar laptop masing-masing. Suara ketikan keyboard mendominasi ruangan.

Namun menjelang sore, percakapan mulai muncul sedikit demi sedikit. Ada yang saling bertukar cerita pekerjaan, ada yang mengobrol soal keseharian, bahkan ada peserta baru yang perlahan ikut tertawa bersama orang-orang yang sebelumnya asing baginya.

Di sisi lain, Ganis, peserta yang baru pertama kali ikut, mengaku awalnya sempat merasa canggung ketika datang sendirian.

“Agak awkward ya, karena tadi dateng terus bingung ini yang mana komunitasnya,” katanya sambil tertawa.

Namun, rasa canggung itu perlahan hilang ketika percakapan mulai terbuka.

“Seru sih mendapatkan kenalan baru, teman baru,” ujarnya sambil tersenyum.

Perasaan welcoming itu juga saya rasakan saat berada di sana. Buat saya, bagian paling menarik justru bukan soal bekerja di kafe, melainkan interaksi kecil yang tercipta antar peserta. Di tengah budaya kerja yang semakin individual dan serba digital, ternyata banyak orang masih mencari hal sederhana: merasa terhubung dengan manusia lain.

Saya juga sempat berbincang dengan Ridho, anggota yang sudah dua tahun bergabung di komunitas ini. Ia bercerita bahwa WFC Journal mempertemukannya dengan banyak orang dari latar belakang berbeda.

“Gue bisa ketemu orang dari IT, finance, dan background lain. Itu membuka wawasan gue banget,” jelasnya dengan nada antusias.

Menurutnya, komunitas ini membuktikan bahwa bekerja bersama orang lain tidak selalu mengganggu produktivitas.

“Orang suka mikir kerja rame-rame pasti gak fokus. Tapi kita tetap bisa produktif kok meskipun rame-rame,” ujar Ridho.

Bahkan, hubungan yang terbentuk dari komunitas ini berkembang lebih jauh dari sekadar teman kerja. Ada yang akhirnya menjadi teman dekat, membuat proyek bersama, hingga merintis bisnis bareng.

Di tengah obrolan itu, saya akhirnya sadar bahwa WFC Journal bukan sekadar soal pindah tempat kerja dari rumah ke kafe lalu bekerja bersama orang asing. Bagi banyak orang, komunitas ini menjadi ruang untuk kembali merasa terhubung setelah terlalu lama menjalani hari sendirian di depan layar.

Mungkin, di era ketika semua orang bisa bekerja dari mana saja, hal yang paling dicari bukan lagi sekadar tempat kerja yang nyaman, melainkan perasaan bahwa kita tidak benar-benar sendirian.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi

Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

25 Tahun Berdiri, Apa Rahasia Komunitas Indo Harry Potter Tetap Eksis di Era Gen Z?

25 Tahun Berdiri, Apa Rahasia Komunitas Indo Harry Potter Tetap Eksis di Era Gen Z?

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 12:42 WIB

Bukan Sekadar Olahraga, Footgolf Jadi Cara Baru Cari Sehat Sekaligus Bangun Relasi

Bukan Sekadar Olahraga, Footgolf Jadi Cara Baru Cari Sehat Sekaligus Bangun Relasi

Lifestyle | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:08 WIB

Terkini

Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo

Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 22:16 WIB

Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh

Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 22:02 WIB

Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 20:04 WIB

6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia

6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 19:10 WIB

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:48 WIB

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:39 WIB

Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:20 WIB

Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama

Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:35 WIB

Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak

Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:05 WIB

Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati

Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:05 WIB

×