Cuma 5 Menit Sehari, Sendalu Permaculture Buktikan Berkebun Tak Harus Menyita Waktu

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 04 Juni 2026 | 17:43 WIB
Cuma 5 Menit Sehari, Sendalu Permaculture Buktikan Berkebun Tak Harus Menyita Waktu
Kebun dapur di Sendalu Permaculture (Instagram/@sendalu.permaculture)

Suara.com - Banyak orang menganggap berkebun sebagai aktivitas yang membutuhkan lahan luas dan waktu luang yang melimpah. Bagi pekerja perkotaan yang disibukkan rutinitas harian, merawat tanaman sering kali dianggap sebagai hobi yang sulit dijalani secara konsisten.

Anggapan tersebut coba dipatahkan oleh Sendalu Permaculture, sebuah kebun keluarga yang berada di Sukmajaya, Depok. Melalui praktik yang mereka jalankan sejak 2017, Sendalu menunjukkan bahwa gaya hidup berkelanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana dan tidak harus menghabiskan banyak waktu.

Inisiator Sendalu Permaculture, Gibran Tragari, mengatakan bahwa pengelolaan kebun seluas sekitar 500 meter persegi yang ia lakukan sehari-hari hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit pada pagi hari dan 10 menit pada sore hari.

Menurutnya, jika skala kebun diperkecil menjadi pekarangan rumah atau area tanam berukuran sekitar 2x2 meter, waktu yang dibutuhkan bahkan bisa berkurang menjadi sekitar lima menit per hari.

“Kalau lahannya kecil, waktu yang dibutuhkan juga jauh lebih sedikit. Yang penting konsisten,” ujar Gibran.

Ia menilai banyak orang terlalu fokus pada hasil akhir berupa tanaman yang tumbuh subur, padahal langkah paling penting justru dimulai dari pengolahan media tanam. Tanah di kawasan perkotaan umumnya telah mengalami penurunan kualitas sehingga perlu diperbaiki terlebih dahulu sebelum digunakan untuk berkebun.

“Kalau mau mulai, tidak harus langsung menanam banyak tanaman. Bisa mulai dari belajar membuat kompos atau memperbaiki tanah dulu,” katanya.

Selain menjadi ruang belajar tentang pertanian berkelanjutan, Sendalu juga mengembangkan model usaha yang disesuaikan dengan keterbatasan lahan perkotaan. Alih-alih berfokus pada produksi sayuran segar dalam jumlah besar, mereka memilih mengembangkan bisnis bibit tanaman.

Berbagai bibit herbal seperti mint, basil, oregano, hingga daun jinten menjadi produk utama yang dijual. Menurut Gibran, model tersebut lebih realistis untuk dijalankan di lahan terbatas sekaligus memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

baca juga

“Kalau sayuran segar harus bermain di kuantitas. Kami memilih menjual bibit karena lahannya tidak perlu besar, tetapi tetap bisa menopang keberlanjutan kebun,” jelasnya.

Bagi Gibran, berkebun sejatinya tidak jauh berbeda dengan memasak. Keduanya membutuhkan proses belajar dan tidak harus langsung berhasil pada percobaan pertama.

“Tidak semua orang pertama kali masak langsung enak. Berkebun juga begitu. Kalau terus mencoba, lama-lama pasti bisa,” ujarnya.

Melalui kelas dan pelatihan yang rutin digelar pada akhir pekan, Sendalu berharap semakin banyak warga kota berani memulai berkebun dari langkah kecil. Sebab menurut mereka, tantangan terbesar bukanlah keterbatasan lahan atau waktu, melainkan kemauan untuk meluangkan beberapa menit setiap hari demi merawat kehidupan yang tumbuh di sekitar rumah.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Greenwashing: Saat Produk Ramah Lingkungan Justru Dorong Konsumsi Berlebih

Greenwashing: Saat Produk Ramah Lingkungan Justru Dorong Konsumsi Berlebih

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:30 WIB

Perempuan, Self-Care, dan Isu Lingkungan: Bisakah Semua Berjalan Bersama?

Perempuan, Self-Care, dan Isu Lingkungan: Bisakah Semua Berjalan Bersama?

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:20 WIB

Membawa Kehidupan ke Tengah Kota: Cara Sendalu Permaculture Merawat Ekosistem dari Sebidang Kebun

Membawa Kehidupan ke Tengah Kota: Cara Sendalu Permaculture Merawat Ekosistem dari Sebidang Kebun

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:03 WIB

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:02 WIB

Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom

Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:00 WIB

Mirip Jimny Versi Futuristik, Inikah Mobil Listrik Termurah Kia?

Mirip Jimny Versi Futuristik, Inikah Mobil Listrik Termurah Kia?

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:55 WIB

Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit

Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:52 WIB

Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi

Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50 WIB

Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50 WIB

DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang

DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:49 WIB

Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan

Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:45 WIB

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

DPR | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:44 WIB

×