Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 10 Juni 2026 | 14:05 WIB
Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman
Anak-anak bermain air mancur di Taman Cattleya (Dok. Pribadi/Vicka Rumanti)

Menjelang siang, kami berkumpul di bawah rindangnya pepohonan untuk saling berbagi temuan. Lembar-lembar zine yang dibawa peserta perlahan dipenuhi catatan dan evaluasi. Duduk di hamparan rumput yang mulai menipis di beberapa bagian, diskusi mengalir semakin hidup.

Dari kelompok Fasilitas, Maya melontarkan satu pengamatan yang mengundang tawa sekaligus refleksi.

“Namanya Cattleya, diambil dari bunga anggrek. Tapi dari ujung ke ujung kita enggak menemukan anggrek sama sekali,” ujarnya.

Meski banyak peserta sepakat bahwa Cattleya merupakan salah satu taman yang nyaman untuk keluarga, sejumlah catatan tetap muncul. Area danau, misalnya, belum dilengkapi pagar pengaman. Papan informasi mengenai tata tertib pengunjung juga sangat minim.

Sementara itu, kelompok Vegetasi dan Infrastruktur Hijau menemukan sisi lain yang jarang diperhatikan pengunjung. Di balik rimbunnya kanopi pohon, taman ini menyimpan keanekaragaman hayati yang cukup kaya.

Pohon kamboja, janda merana, hingga bintaro tumbuh di berbagai sudut taman. Kupu-kupu beterbangan di antara semak, katak muncul di area basah, sementara kawanan soang berkeliaran di dekat danau. Namun kekayaan itu nyaris tak memiliki penjelasan.

“Harusnya ada plang informasi. Jenis pohonnya banyak, tapi orang awam enggak bakal tahu kalau enggak dikasih penjelasan,” ujar salah satu peserta.

Di situlah kami menyadari bahwa Taman Cattleya bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga menyimpan potensi sebagai ruang belajar tentang alam di tengah kota.

Pagi itu, diskusi berlangsung hangat. Orang-orang yang beberapa jam sebelumnya belum saling mengenal, kini sibuk bertukar gagasan tentang bagaimana taman kota bisa menjadi lebih inklusif, aman, dan edukatif. Kegelisahan yang sama tentang ruang publik perlahan mencairkan kecanggungan, menyisakan satu keyakinan: taman bukan sekadar ruang hijau, melainkan ruang bersama yang layak dirawat dan diperjuangkan.

baca juga

Membelah Kota Menuju Jakarta Future Festival

Diskusi dan penutupan acara di Taman Ismail Marzuki, Minggu (7/6/26) (Dok. Pribadi/Ayo ke Taman)
Diskusi dan penutupan acara di Taman Ismail Marzuki, Minggu (7/6/26) (Dok. Pribadi/Ayo ke Taman)

Menjelang pukul 11.00 WIB, sesi pemetaan Taman Cattleya berakhir. Namun, perjalanan kami belum selesai.

Bersama komunitas Ayo ke Taman, kami melanjutkan langkah menuju Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini yang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Jakarta Future Festival. Perjalanan ditempuh menggunakan transportasi umum, mulai dari TransJakarta hingga kereta komuter, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kawasan TIM.

Perjalanan itu terasa seperti pengingat bahwa ruang publik tidak berdiri sendiri. Taman, trotoar, halte, stasiun, hingga pusat kegiatan warga saling terhubung dalam satu ekosistem kota yang menentukan apakah sebuah ruang benar-benar mudah diakses atau tidak.

Di sepanjang perjalanan, diskusi tentang Taman Cattleya masih terus berlanjut. Catatan mengenai aksesibilitas, fasilitas publik, hingga potensi edukasi lingkungan berubah menjadi percakapan tentang bagaimana kota yang lebih ramah warga seharusnya dibangun.

Setibanya di TIM, suasana berbeda langsung terasa. Di tengah keramaian Jakarta Future Festival, peserta Ayo ke Taman membagikan hasil pengamatan mereka, bertukar ide, sekaligus menyampaikan harapan untuk masa depan ruang terbuka hijau Jakarta.

Yang menarik, sebagian peserta baru pertama kali mengikuti kegiatan ini. Ada yang datang dari Bogor, ada pula yang berangkat dari Tangerang Selatan. Mereka berasal dari latar belakang profesi yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh ketertarikan yang sama terhadap ruang publik dan lingkungan.

Bagi mereka, kegiatan seperti ini bukan sekadar jalan-jalan ke taman. Ada proses belajar untuk melihat kota dari sudut pandang yang berbeda: memahami kebutuhan pejalan kaki, memetakan hambatan akses, hingga mengenali keanekaragaman hayati yang sering luput dari perhatian.

Pengalaman sehari itu menunjukkan bahwa menjaga taman kota bukan hanya tugas pemerintah. Warga juga dapat berperan sebagai pengamat, pengguna, sekaligus pemberi masukan bagi ruang publik yang mereka gunakan setiap hari.

Di tengah tantangan Jakarta sebagai kota megapolitan, inisiatif seperti Ayo ke Taman menghadirkan ruang kolaborasi yang sederhana namun penting. Dari sebuah jalan kaki bersama, lahir percakapan tentang kota yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih nyaman untuk ditinggali.

Sebab pada akhirnya, taman bukan hanya tentang pohon dan hamparan rumput. Ia adalah ruang pertemuan warga, tempat gagasan tumbuh, dan tempat harapan tentang masa depan kota dapat dirawat bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Sampah Plastik Dibakar untuk Memasak: Solusi Murah atau Ancaman Diam-Diam?

Sampah Plastik Dibakar untuk Memasak: Solusi Murah atau Ancaman Diam-Diam?

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:25 WIB

Siklus Beli-Ganti-Buang: Murah Saat Dibeli, Mahal bagi Lingkungan

Siklus Beli-Ganti-Buang: Murah Saat Dibeli, Mahal bagi Lingkungan

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:15 WIB

HUT ke-81 RI, Saatnya Berburu Promo Spesial dari BRI

HUT ke-81 RI, Saatnya Berburu Promo Spesial dari BRI

Jakarta | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:14 WIB

Profil Putri Juficha: Runner Up Miss Grand Indonesia 2025 yang Meninggal Dunia saat Ulang Tahun

Profil Putri Juficha: Runner Up Miss Grand Indonesia 2025 yang Meninggal Dunia saat Ulang Tahun

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Diperiksa KPK, Ketua DPRD Kuansing Ngaku Tak Tahu Uang untuk Raja Juli

Diperiksa KPK, Ketua DPRD Kuansing Ngaku Tak Tahu Uang untuk Raja Juli

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:10 WIB

10 Mobil Terlaris 2026: Juli BYD Atto 1 Kudeta Innova, Mobil Niaga Laku Keras

10 Mobil Terlaris 2026: Juli BYD Atto 1 Kudeta Innova, Mobil Niaga Laku Keras

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Serba Hemat di Bulan Kemerdekaan, Cek Promo BRI

Serba Hemat di Bulan Kemerdekaan, Cek Promo BRI

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:09 WIB

×