Good Duck Hadirkan 'Ducks After Dark': Ruang Refleksi yang Aman, Ringan dan Menyenangkan

Nur Khotimah, Rosiana Chozanah

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48 WIB
Good Duck Hadirkan 'Ducks After Dark': Ruang Refleksi yang Aman, Ringan dan Menyenangkan
Experience Good Duck bertajuk “Ducks After Dark” (istimewa)
  • Good Duck jadi ruang refleksi ringan dengan metode LEGO® SERIOUS PLAY®, membantu peserta menemukan jawaban sendiri tanpa nasihat atau instruksi.
  • Dyah Oetari menekankan setiap orang punya pemikiran unik, dan bricks dipakai sebagai medium ekspresi pikiran yang sulit diungkapkan.
  • Ada dua format sesi: Ducks After Dark offline dan The Afternoon Room online, keduanya memberi pengalaman refleksi personal dengan biaya berbeda.

Suara.com - Setiap orang pasti pernah berada di persimpangan hidup. Entah soal transisi karier, perubahan prioritas, tekanan sosial, atau sekadar pertanyaan tentang masa depan.

Situasi ini kerap menimbulkan kebingungan, baik di usia muda maupun fase kehidupan lainnya. Namun, kesempatan untuk berhenti sejenak dan benar-benar melihat ke dalam diri masih jarang tersedia.

Di titik inilah Good Duck hadir dengan pendekatan berbeda, yakni ruang refleksi yang ringan, playful, dan menyenangkan.

Sebagai bagian dari visinya membangun kultur berpikir, Good Duck menggelar media experience bertajuk Ducks After Dark di SUBO FAMILY Cipete.

Para jurnalis diajak merasakan langsung bagaimana ruang reflektif ini bekerja. Bukan lewat materi satu arah, melainkan pengalaman yang membuat peserta hadir sepenuhnya, merefleksikan pertanyaan yang belum terjawab, dan menemukan kejernihan dari dalam diri.

Keseruan merakit bricks mengikuti prompt reflektif dari Dyah Oetari, Founder Good Duck (ist)
Keseruan merakit bricks mengikuti prompt reflektif dari Dyah Oetari, Founder Good Duck (ist)

Founder Good Duck, Dyah Oetari, menegaskan bahwa gagasan ini lahir dari keyakinan bahwa setiap orang punya pemikiran unik.

“Kami ingin menjadikan Good Duck sebagai tempat bagi setiap individu memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak dan berpikir tentang dirinya sendiri, dengan cara yang playful. Good Duck bukan workshop. Tidak ada kesimpulan yang disiapkan, ataupun jawaban yang sudah ditentukan sebelumnya," kata Dyah Oetari.

"Melainkan kondisi untuk peserta menemukan jawabannya sendiri, yang terwujud lewat sesuatu yang konkret dan bisa dilihat secara fisik. Yakni, berpikir dengan tangan dan menggunakan bricks sebagai mediumnya,” sambungnya.

Metode yang dipakai adalah LEGO® SERIOUS PLAY®, dikembangkan di IMD Business School Swiss bersama The LEGO Group. Jika biasanya digunakan dalam konteks korporat, Good Duck mengadaptasinya untuk kebutuhan personal.

Narasi yang diangkat adalah persimpangan pilihan hidup sehari-hari. Fasilitatornya pun sudah tersertifikasi resmi dari The Association of Master Trainers in LEGO® SERIOUS PLAY® Method di Billund, Denmark.

Perbedaan mendasar Good Duck dengan ruang refleksi lain adalah absennya nasihat dan instruksi. Peserta hanya menerima prompt reflektif, lalu menjawabnya dengan membangun model dari bricks.

Fasilitator berperan memancing narasi dari model yang dibuat, bukan mengarahkan kesimpulan. Proses ini terasa ringan, karena tangan yang sibuk membangun justru menjadi ekspresi pikiran yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Dyah menambahkan, “Dari lebih dari lima tahun memfasilitasi peserta dari beragam latar belakang, satu hal yang selalu muncul adalah kesadaran tentang kehidupan mereka hari ini dan kemungkinan apa yang bisa dilakukan untuk menetapkan pilihan.”

Saat ini, Good Duck hadir dalam dua format. Ducks After Dark adalah sesi offline bulanan dengan slot terbatas, diisi refleksi komunal, musik pengiring, dan makan malam bersama.

Sementara The Afternoon Room digelar online setiap Sabtu via Google Meet, dengan maksimal 12 peserta. Sebelum sesi, peserta akan menerima brick kit dan kartu refleksi langsung ke rumah.

Biaya pendaftaran Ducks After Dark sebesar Rp980 ribu per orang, sedangkan The Afternoon Room Rp680 ribu. Pendaftaran bisa dilakukan melalui situs goodduck.id minimal seminggu sebelum acara.

“Saya ingin Good Duck menjadi ruang untuk berpikir jernih tentang diri sendiri, dengan cara yang menyenangkan. Setelah mengikuti sesi ini, saya berharap peserta tahu apa yang mereka mau lakukan, karena persimpangan pilihan dan keputusan akan selalu muncul dalam setiap fase hidup kita," pungkas Dyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Berapa Porsi Emas dalam Portofolio Investasi? Ini Idealnya!

Berapa Porsi Emas dalam Portofolio Investasi? Ini Idealnya!

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 12:30 WIB

Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU

Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:04 WIB

Terkini

3 Lipstik Wardah Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Tidak Lengket, Transferproof dan Tahan Lama

3 Lipstik Wardah Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Tidak Lengket, Transferproof dan Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:38 WIB

Mengapa Hotel Sultan Jakarta Dieksekusi? Ini Sejarah dan Akar Sengketa

Mengapa Hotel Sultan Jakarta Dieksekusi? Ini Sejarah dan Akar Sengketa

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:15 WIB

Bedak Sariayu untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini Panduan agar Tak Salah Pilih

Bedak Sariayu untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini Panduan agar Tak Salah Pilih

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:40 WIB

Siapa Wakil Ketua BEM UI 2026? Ini Profil Fatimah Azzahra, Jadi Sorotan usai Adu Argumen soal MBG

Siapa Wakil Ketua BEM UI 2026? Ini Profil Fatimah Azzahra, Jadi Sorotan usai Adu Argumen soal MBG

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:39 WIB

Saat Celana Jadi Masalah: Perjuangan Pria Berbadan Besar Mencari Pakaian yang Pas dan Kekinian

Saat Celana Jadi Masalah: Perjuangan Pria Berbadan Besar Mencari Pakaian yang Pas dan Kekinian

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:18 WIB

4 Parfum Lokal yang Tercium dari Jarak Jauh, Wanginya Mencuri Perhatian

4 Parfum Lokal yang Tercium dari Jarak Jauh, Wanginya Mencuri Perhatian

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:56 WIB

5 Cushion Water Based yang Wudhu Friendly, Ringan di Kulit dan Nyaman Dipakai Seharian

5 Cushion Water Based yang Wudhu Friendly, Ringan di Kulit dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:45 WIB

Setelah Peeling Wajah Tidak Boleh Pakai Apa? Ini Kandungan Skincare yang Harus Dihindari

Setelah Peeling Wajah Tidak Boleh Pakai Apa? Ini Kandungan Skincare yang Harus Dihindari

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:23 WIB

Viva Covering Cream Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai agar Makeup Tahan Lama

Viva Covering Cream Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai agar Makeup Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:16 WIB

Sebelum Reapply Sunscreen, Perlukah Cuci Muka Pakai Sabun? Simak Penjelasan Dokter

Sebelum Reapply Sunscreen, Perlukah Cuci Muka Pakai Sabun? Simak Penjelasan Dokter

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:10 WIB