- Banyak orang memilih rutinitas berbeda sebelum tidur, termasuk mendengarkan suara alam agar tubuh lebih rileks.
- Suara hujan, ombak, kicauan burung, dan gemerisik dedaunan dinilai menciptakan suasana yang lebih tenang dibandingkan musik.
- Inilah lima alasan mengapa suara alam dapat membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus berpotensi membuat suasana hati lebih baik setelah bangun.
Suara.com - Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda untuk membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.
Ada yang memilih membaca buku, mendengarkan musik, atau memutar suara-suara yang menenangkan agar lebih cepat terlelap.
Belakangan, suara alam seperti hujan, deburan ombak, kicauan burung, hingga gemerisik dedaunan semakin populer sebagai teman tidur.
Dibandingkan musik yang terkadang merangsang pikiran, suara alam dianggap mampu menciptakan suasana yang lebih tenang sehingga tubuh lebih mudah memasuki fase istirahat.
Tak hanya membantu meningkatkan kualitas tidur, mendengarkan suara alam juga dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik dan bahagia setelah bangun di pagi hari, kok bisa?
Melansir Your Tango, berikut alasan stidur sambil mendengarkan suara alam dapat membantu suasana hati berpotensi menjadi lebih baik.

1. Lebih Mudah Terlelap
Kondisi ketika pikiran terlalu aktif dikenal sebagai cognitive arousal atau gairah kognitif. Saat hal ini terjadi, otak akan lebih sulit memasuki fase relaksasi sehingga waktu untuk tertidur menjadi lebih lama.
Mendengarkan suara alam membantu otak tetap berada dalam kondisi yang tenang dan meminimalkan distraksi.
Selain itu, suara-suara tersebut juga dapat menyamarkan kebisingan di sekitar, seperti suara rumah berderit atau hewan peliharaan, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.
2. Suara Alam Membantu Tubuh Keluar dari Mode 'Fight or Flight'
Saat tubuh berada dalam mode "fight or flight", otak akan terus waspada terhadap potensi bahaya. Kondisi ini membuat detak jantung meningkat dan tubuh sulit memasuki waktu istirahat.
Suara alam dapat membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik atau kondisi rest and digest. Sistem ini bekerja menenangkan tubuh dan mengurangi ketegangan setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.
Ketika sistem parasimpatik bekerja dengan baik, napas menjadi lebih lambat, detak jantung menurun, dan tubuh terasa lebih rileks.
Kondisi tersebut menjadi fondasi penting untuk mendapatkan tidur yang berkualitas dan benar-benar memulihkan energi.
3. Suara Alam Bisa Membuat Tubuh Lebih Rileks
Suara alam mampu membantu meredakan stres yang menumpuk akibat pekerjaan, aktivitas harian, maupun kecemasan menghadapi hari berikutnya.
Pikiran pun menjadi lebih fokus untuk beristirahat daripada terus memikirkan berbagai hal.
Penelitian menunjukkan bahwa suara alam yang menenangkan dapat membantu menurunkan tingkat stres sekaligus mendukung kerja zat kimia otak, termasuk serotonin. Zat ini berperan dalam meningkatkan suasana hati dan membantu seseorang lebih cepat tertidur.
Serotonin juga dibutuhkan tubuh untuk memproduksi melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun. Karena itu, tidur yang lebih berkualitas dapat membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun di pagi hari.

4. Bangun Lebih Segar dan Produktif
Orang yang lebih mudah tertidur berpeluang mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik sepanjang malam. Hal ini membuat tubuh lebih siap memulai aktivitas tanpa merasa lelah saat bangun.
Tidur yang berkualitas membantu seseorang bangun tepat waktu tanpa terus menekan tombol tunda alarm. Energi yang cukup juga membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan untuk dijalani.
Selain meningkatkan stamina, tidur yang nyenyak mendukung kemampuan mengambil keputusan, mengelola stres, dan menjaga fokus. Semua manfaat tersebut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas sepanjang hari.
5. Lebih Mampu Mengelola Emosi
Mendengarkan suara alam secara rutin dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menenangkan pikiran, terutama saat menghadapi stres atau kecemasan.
Ketenangan yang diperoleh membuat seseorang lebih siap menghadapi emosi negatif di kemudian hari.
Kurang tidur sering dikaitkan dengan meningkatnya sifat impulsif, mudah lelah secara emosional, dan berkurangnya kemampuan bersosialisasi. Karena itu, menjaga kualitas tidur juga berarti menjaga kesehatan mental.
Tidur yang cukup membuat seseorang lebih sabar, lebih berempati, tidak mudah terpancing emosi, lebih stabil, dan bahagia.