- Festival Jazz Gunung Bromo ke-18 akan diselenggarakan pada 24–25 Juli 2026 di Amphitheater Jiwa Jawa Resort, Probolinggo.
- Acara tersebut akan dimeriahkan oleh berbagai musisi ternama serta bazar UMKM lokal dengan mengusung konsep festival ramah lingkungan.
- Wisatawan dapat melengkapi kunjungan dengan menjelajahi Desa Wisata Edelweiss, Coban Trisula, maupun aktivitas rafting di Sungai Pekalen, Probolinggo.
Suara.com - Menikmati konser musik di tengah udara sejuk pegunungan tentu menjadi pengalaman yang berbeda. Apalagi jika perjalanan tersebut membawa wisatawan ke kawasan Bromo, salah satu destinasi alam paling ikonik di Jawa Timur.
Bagi kamu yang berencana menghadiri Jazz Gunung Bromo 2026, perjalanan tidak harus berhenti setelah pertunjukan musik selesai. Kawasan di sekitar Bromo dan Probolinggo menyimpan sejumlah destinasi menarik yang bisa dikunjungi untuk melengkapi pengalaman liburan.
Mulai dari belajar membudidayakan bunga edelweiss hingga mencoba rafting di sungai dengan jeram yang menantang. Berikut beberapa destinasi yang bisa masuk dalam itinerary saat berkunjung ke Jazz Gunung Bromo 2026 mendatang.
1. Belajar Menanam Edelweiss di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri

Berada di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Desa Wisata Edelweiss bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan sekaligus mengenal lebih dekat tanaman khas kawasan Bromo.
Lokasinya dapat ditempuh sekitar 20–30 menit dari area utama wisata Bromo, tergantung titik keberangkatan. Selain menikmati hamparan bunga dan panorama pegunungan, pengunjung dapat melihat area pembibitan serta mempelajari proses penanaman dan perawatan edelweiss.
Bunga yang dikenal sebagai “bunga abadi” ini termasuk flora yang dilindungi. Karena itu, pengalaman di Desa Wisata Edelweiss tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga edukasi mengenai konservasi alam dan keterlibatan masyarakat Tengger dalam menjaga lingkungan.
Harga tiket masuknya sekitar Rp10.000 per orang, dengan biaya parkir sekitar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Destinasi ini buka setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB.
2. Menenangkan Diri di Coban Trisula

Jika ingin mencari suasana yang lebih tenang, Coban Trisula dapat menjadi pilihan. Air terjun bertingkat ini berada di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan masih termasuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Dari kawasan Bromo, perjalanan menuju Coban Trisula membutuhkan waktu sekitar 30–45 menit. Air terjun ini memiliki tiga tingkatan yang mengalir di tengah pepohonan hijau dan suasana hutan yang masih alami.
Pengunjung dapat melakukan trekking ringan, menikmati udara segar, atau sekadar bersantai ditemani suara gemericik air. Tiket masuknya sekitar Rp5.000 per orang dan umumnya buka setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB.
3. Memacu Adrenalin dengan Rafting di Sungai Pekalen

Bagi pencinta petualangan, Sungai Pekalen di Kabupaten Probolinggo menawarkan pengalaman berbeda. Dari kawasan Bromo atau Cemoro Lawang, perjalanan menuju lokasi rafting memakan waktu sekitar 1,5–2 jam.
Pengarungan sepanjang sekitar 12–14 kilometer ini berlangsung kurang lebih tiga jam. Peserta akan melewati puluhan jeram kelas II hingga III+, tebing hijau, gua alami, dan air terjun.
Paket rafting umumnya dibanderol sekitar Rp300.000 per orang dan sudah mencakup perlengkapan keselamatan, pemandu, transportasi lokal, makan siang, asuransi, serta dokumentasi. Waktu terbaik untuk mencoba aktivitas ini adalah saat musim kemarau, sekitar April hingga Oktober.
Jazz Gunung Bromo 2026, Alasan Menarik untuk Berkunjung
Beragam destinasi tersebut dapat menjadi pelengkap perjalanan bagi wisatawan yang menghadiri Jazz Gunung Bromo 2026. Festival musik ini akan digelar untuk ke-18 kalinya pada 24–25 Juli 2026 di Amphitheater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
menghadirkan musik di tengah panorama pegunungan Bromo, festival ini akan dimeriahkan sejumlah musisi seperti Isyana Sarasvati, Bilal Indrajaya, Batavia Collective, Indra Lesmana LLW, Eva Celia, Teza Sumendra, hingga musisi internasional Simone Prattico.
Selain pertunjukan musik, pengunjung juga dapat menikmati bazar UMKM yang menghadirkan kuliner, kopi lokal, kerajinan tangan, hingga apparel.
Jazz Gunung Bromo juga dikenal dengan komitmennya terhadap keberlanjutan. Setelah meraih penghargaan Green Event of The Year dalam Wonderful Indonesia Award 2025, festival ini terus mengedepankan konsep ramah lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal.
Dengan memadukan musik, alam, budaya, petualangan, dan kuliner, perjalanan ke Jazz Gunung Bromo dapat menjadi kesempatan untuk menikmati lebih banyak sisi keindahan Indonesia. Jadi, sudah siap menjelajahi Bromo dan destinasi menarik di sekitarnya?