- Teknologi finansial Mobee memperkenalkan tokenized stocks berbasis blockchain untuk memudahkan akses investasi saham global bagi investor Indonesia.
- Instrumen digital ini memungkinkan pembelian aset secara fraksional sehingga mengatasi hambatan modal awal dan proses transaksi lintas negara.
- Investor tetap harus memahami berbagai risiko terkait pergerakan harga, likuiditas, teknologi, serta perbedaan hak kepemilikan dari saham konvensional.
Meski menawarkan kemudahan, tokenized stocks tetap memiliki risiko investasi yang perlu dipahami. Nilai aset digital ini tetap mengikuti pergerakan harga saham atau indeks yang menjadi acuannya, sehingga dapat mengalami kenaikan maupun penurunan.
Investor juga perlu memahami bahwa tokenized stocks memiliki karakteristik berbeda dengan kepemilikan saham secara langsung. Produk ini tidak selalu memberikan hak yang sama seperti saham konvensional, misalnya hak suara dalam rapat pemegang saham.
Risiko lain yang perlu diperhatikan mencakup faktor likuiditas, teknologi blockchain, pihak penerbit aset, serta perkembangan regulasi.

Chief Marketing Officer Mobee, Geoffrey Tjahyadikarta, mengatakan tokenisasi aset menjadi salah satu perkembangan yang mempertemukan dunia investasi tradisional dengan teknologi digital.
"Tokenisasi menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri keuangan karena dapat menghubungkan aset tradisional dengan infrastruktur digital. Melalui tokenized stocks, masyarakat dapat memiliki pilihan baru untuk mengakses peluang investasi global," katanya.
Bagian dari Tren Investasi Digital Global
Tokenized stocks merupakan bagian dari perkembangan Real World Assets (RWA), yaitu upaya menghadirkan aset dunia nyata seperti saham, obligasi, atau komoditas dalam bentuk digital berbasis blockchain.
Tren ini menunjukkan semakin dekatnya hubungan antara pasar keuangan tradisional dan teknologi digital. Melalui tokenisasi, proses akses dan transaksi aset berpotensi menjadi lebih fleksibel bagi masyarakat.
Bagi investor pemula, memahami konsep tokenized stocks bisa menjadi langkah awal untuk mengenal lebih jauh berbagai pilihan investasi global. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, keputusan berinvestasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, pemahaman produk, serta profil risiko masing-masing.