Andai Sekolah Tetap Masuk saat Karhutla, Ini Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan Anak

Nur Khotimah

Selasa, 01 September 2026 | 16:05 WIB
Andai Sekolah Tetap Masuk saat Karhutla, Ini Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan Anak
Ilustrasi dampak asal karhutla terhadap kesehatan anak. (Magnific)
baca 10 detik
  • Karhutla dan kabut asap kembali menjadi perhatian di Kalimantan Tengah, termasuk terkait kegiatan belajar di sekolah saat kualitas udara buruk.
  • Asap karhutla mengandung polutan yang dapat masuk jauh ke paru-paru.
  • Anak-anak lebih rentan terhadap dampak kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama jika tetap beraktivitas di luar rumah saat udara tercemar.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian ketika kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai kegiatan belajar di sekolah ketika kualitas udara sedang buruk.

Perhatian publik semakin besar setelah pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah soal sekolah dan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi viral.

Dalam video yang beredar, sang Kepala Dinas menyinggung bahwa sekolah yang diliburkan dapat berdampak pada operasional dapur MBG dan kantin sekolah.

Di sisi lain, kabut asap karhutla bukan sekadar mengganggu jarak pandang atau membuat udara terasa pengap.

Asap mengandung berbagai gas dan partikel berukuran sangat kecil, termasuk PM2.5 yang dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam paru-paru.

Anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Karena itu, jika kegiatan sekolah tetap berlangsung ketika udara tercemar, paparan anak terhadap polutan perlu menjadi salah satu hal yang diperhatikan.

Kira-kira, apa saja dampak kabut asap karhutla bagi kesehatan anak jika mereka tetap beraktivitas di luar rumah, termasuk pergi ke sekolah?

baca juga

Simak penjelannya berikut ini, dirangkum dari laman resmi RS Presmier Jatinegara dan Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

1. Mengiritasi Mata, Hidung, dan Tenggorokan

Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Anak yang terpapar dapat mengalami mata merah, gatal, berair, hidung tidak nyaman, atau tenggorokan terasa perih.

Keluhan tersebut dapat semakin terasa ketika konsentrasi polutan tinggi atau anak berada di luar ruangan dalam waktu lama.

2. Memicu Batuk dan Pilek

Partikel halus dalam kabut asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan berbagai keluhan. Batuk dan pilek termasuk gejala yang dapat muncul setelah seseorang terpapar kabut asap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Sumsel Turun 88 Persen, Tapi Asap Masih Bikin Udara Palembang Tak Sehat

Karhutla Sumsel Turun 88 Persen, Tapi Asap Masih Bikin Udara Palembang Tak Sehat

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:12 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Terkini

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:37 WIB

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:25 WIB

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:21 WIB

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

×