- Gwen Sharon Han dan Eileen Fathia Baltasar menjadi pemandu tur Open House ACG School Jakarta pada 29 Agustus 2026.
- Kedua penerima beasiswa tersebut memilih sekolah internasional untuk mempersiapkan rencana melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri.
- Mereka menilai lingkungan multikultural dan dukungan guru di sekolah sangat membantu proses adaptasi serta perkembangan akademik.
Suara.com - Bagi sebagian siswa, bersekolah di lingkungan dengan teman-teman dari berbagai negara mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun, bagi Gwen Sharon Han dan Eileen Fathia Baltasar, keberagaman justru menjadi salah satu pengalaman menarik yang mereka dapatkan setelah bergabung dengan ACG School Jakarta.
Keduanya merupakan penerima beasiswa ACG School Jakarta. Gwen, 14 tahun, saat ini duduk di Grade 10, sementara Eileen, 16 tahun, merupakan siswa Grade 12.
Menariknya, belum lama bergabung di sekolah tersebut, keduanya sudah dipercaya menjadi pemandu tur dalam kegiatan Open House ACG School Jakarta yang digelar pada Sabtu (29/8/2026). Mereka mengajak keluarga calon siswa melihat langsung lingkungan sekolah sekaligus berbagi pengalaman sebagai siswa.
Bagi Gwen, kesempatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya memandu kegiatan Open House.
"Ini merupakan pertama kalinya saya mengambil peran dalam Open House dan memandu tur sekolah. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi saya atas kepercayaan yang diberikan sekolah untuk berperan aktif dalam kegiatan ini," ungkap Gwen.
Sebagai penerima beasiswa, Gwen merasa kesempatan tersebut membuat perjalanan singkatnya di ACG School Jakarta terasa semakin berarti. Ia dapat menceritakan secara langsung kepada calon siswa dan orang tua seperti apa kehidupan belajar di sekolah yang memiliki komunitas dari berbagai latar belakang.
"Saya berharap melalui pengalaman yang saya bagikan, keluarga calon siswa bisa mendapatkan gambaran yang lebih dekat tentang bagaimana rasanya menjadi siswa di ACG School Jakarta, sekaligus melihat bahwa siswa dari berbagai latar belakang dapat saling belajar dan merasa menjadi bagian dari satu komunitas," ujarnya.
Berawal dari Mencari Beasiswa Sekolah Internasional
Gwen mengatakan dirinya mengetahui kesempatan beasiswa ACG School Jakarta dari orang tuanya. Sebelumnya, ia memang sudah mencari informasi mengenai beasiswa sekolah internasional.
Menurutnya, informasi mengenai beasiswa sekolah internasional untuk jenjang sekolah menengah cukup menarik perhatian karena sebagian besar informasi beasiswa yang ia temukan justru ditujukan untuk jenjang universitas.
Karena itu, ketika mengetahui ACG School Jakarta membuka kesempatan beasiswa, Gwen dan keluarganya langsung mencoba mendaftar.
Sebelum bergabung dengan ACG School Jakarta, Gwen bersekolah di Brighton DDM. Ia mengatakan salah satu alasan memilih sekolah internasional adalah keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri.
"That's the main goal why I went here," ujarnya.
Gwen belum menentukan universitas impiannya. Namun, Australia menjadi salah satu negara yang saat ini dipertimbangkannya. Ia juga tertarik karena mengetahui sejumlah lulusan ACG mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
"Saya juga mendengar lulusan mereka mendapatkan beasiswa di luar negeri, jadi itu juga menjadi faktor besar mengapa saya memilih sekolah ini," tuturnya.