Limbah Kelapa Ternyata Bisa Jadi Material Atap Hijau untuk Kurangi Limpasan Air, Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 04 September 2026 | 13:05 WIB
Limbah Kelapa Ternyata Bisa Jadi Material Atap Hijau untuk Kurangi Limpasan Air, Bagaimana Caranya?
Sabut kelapa. Sumber: pexels.com/ambamgorilla

Suara.com - Coba tanya orang di sekitar Anda, apa yang terlintas ketika mendengar kata “kelapa”. Kemungkinan besar jawabannya adalah es kelapa muda yang menyegarkan di tengah teriknya siang atau santan untuk memasak opor saat Lebaran. Jarang ada yang membayangkan atap rumah.

Padahal, pohon kelapa punya kegunaan yang jauh lebih luas. Setiap 2 September, dunia memperingati Hari Kelapa Sedunia. Peringatan ini ditetapkan pada 2009, bertepatan dengan berdirinya Asian and Pacific Coconut Community (APCC), organisasi yang menaungi negara-negara penghasil kelapa di kawasan Asia-Pasifik.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kelapa bukan sekadar tanaman pangan. Pohon ini berperan dalam kehidupan ekonomi, sosial, hingga budaya masyarakat di negara-negara tropis.

Indonesia termasuk negara yang punya alasan kuat untuk memberi perhatian lebih pada komoditas ini. Berdasarkan data FAOSTAT 2024, Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa terbesar dunia dengan luas perkebunan mencapai sekitar 3,4 juta hektare. Lebih dari 90 persen perkebunan tersebut dikelola oleh masyarakat.

Kelapa pun tumbuh hampir di seluruh penjuru Indonesia. Buahnya digunakan untuk kebutuhan pangan, sementara bagian lain dari pohonnya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga dan ekonomi.

Namun, di balik pemanfaatan tersebut, ada persoalan yang kerap luput dibicarakan, limbah kelapa.

Setiap kali buah kelapa dibelah, sabut dan tempurungnya tersisa. Sebagian dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau arang, tetapi tidak sedikit pula yang berakhir sebagai limbah.

Padahal, material yang selama ini dianggap sebagai sampah itu berpotensi digunakan untuk menghadapi persoalan perkotaan, termasuk limpasan air hujan yang dapat memperparah banjir.

Ketika Sabut Kelapa Naik ke Atap

Alang-alang kering yang digunakan sebagai atap. Sumber: Magnific.com
Alang-alang kering yang digunakan sebagai atap. Sumber: Magnific.com

Sebuah penelitian yang dilakukan tim dari Universiti Malaysia Pahang dan diterbitkan dalam jurnal Water Science & Technology menguji penggunaan limbah kelapa sebagai bagian dari sistem atap hijau.

baca juga

Atap hijau pada dasarnya merupakan sistem yang menempatkan vegetasi dan sejumlah lapisan pendukung di atas bangunan. Sistem ini dapat membantu menahan air hujan sebelum air mengalir ke saluran drainase.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti membandingkan tiga model atap dalam skala laboratorium. Model pertama merupakan atap biasa. Model kedua adalah atap hijau yang menggunakan material komersial seperti geotekstil dan pelat drainase. Sementara model ketiga menggunakan sabut dan tempurung kelapa yang telah diproses sebagai material penyaring dan drainase.

Hasilnya menarik. Pada simulasi hujan dengan intensitas 125 milimeter per jam, atap hijau menggunakan material komersial mampu menekan puncak aliran air atau peak flow hingga 67 persen dibandingkan atap biasa.

Sementara itu, atap hijau yang menggunakan limbah kelapa mampu menekan peak flow hingga 86 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa sabut dan tempurung kelapa berpotensi menjadi alternatif material dalam sistem atap hijau. Karakteristik sabut yang berserat dan berpori memungkinkan air tertahan dan dialirkan secara lebih perlahan. Tempurung yang telah dihancurkan juga dapat membentuk ruang-ruang yang membantu memperlambat aliran air.

Dengan begitu, air hujan tidak langsung mengalir dalam jumlah besar dari permukaan bangunan menuju saluran drainase.

Bukan Sekadar Soal Teknis

Ilustrasi atap konvensional. Sumber: Shutterstock
Ilustrasi atap konvensional. Sumber: Shutterstock

Persoalan atap hijau sebenarnya tidak berdiri sendiri sebagai isu teknologi. Hal ini berkelindan dengan persoalan ruang di kota-kota kita yang semakin sesak. Yayat Supriyatna, pakar tata kota dari Universitas Trisakti, pernah menyoroti kondisi ini ketika banjir besar melanda Jabodetabek awal tahun ini. Menurutnya, rata-rata ruang tata hijau di kota-kota kawasan itu sudah berada di bawah 10 persen, jauh dari kata cukup untuk menahan limpasan air hujan. 

Dalam situasi seperti itu, atap rumah dan gedung menjadi salah satu dari sedikit ruang tersisa yang bisa "dititipi" fungsi menyerap air hujan. Dan di titik inilah temuan soal limbah kelapa menjadi relevan, bukan sekadar sebagai eksperimen laboratorium.

Tim peneliti di balik studi ini sendiri menyimpulkan bahwa material daur ulang seperti sabut dan tempurung kelapa dapat menjadi solusi filter dan drainase yang lebih efektif sekaligus berkelanjutan untuk sistem atap hijau, dibandingkan material komersial yang selama ini digunakan.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Air Kelapa Bisa Mengobati Keracunan Makanan? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Air Kelapa Bisa Mengobati Keracunan Makanan? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 07:17 WIB

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Peresmian LRT Rute Kelapa Gading- Manggarai Resmi Ditunda

Peresmian LRT Rute Kelapa Gading- Manggarai Resmi Ditunda

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:50 WIB

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:48 WIB

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:46 WIB

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

×