- Facial wash dan face scrub memiliki perbedaan fungsi, tekstur, serta cara kerja dalam merawat kulit wajah.
- Facial wash berfungsi membersihkan kotoran secara harian, sedangkan face scrub mengangkat sel kulit mati melalui eksfoliasi fisik.
- Siloam Hospitals merekomendasikan penggunaan face scrub sebanyak satu hingga dua kali dalam seminggu untuk mencegah iritasi.
Suara.com - Face scrub dan sabun cuci muka atau facial wash sama-sama digunakan dalam rutinitas perawatan wajah.
Meski begitu, face scrub dan sabun cuci muka memiliki beberapa perbedaan sehingga penggunaannya tidak bisa begitu saja disamakan.
Perbedaan utama dapat dilihat dari teksturnya. Face wash umumnya memiliki tekstur lembut, sedangkan face scrub mengandung butiran kecil dengan manfaat khusus.
Selain tekstur, ada beberapa perbedaan lain antara face scrub dan sabun cuci muka biasa. Agar tidak bingung, berikut penjelasan lengkap tentang keduanya.
Apa Itu Face Scrub dan Kegunaannya?

Merangkum The Body Shop dan laman resmi Siloam Hospitals, face scrub diartikan sebagai produk perawatan wajah yang digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati secara fisik atau disebut juga physical exfoliation.
Berbeda dengan facial wash yang fokus membersihkan kotoran dan minyak, face scrub memberikan proses eksfoliasi tambahan berkat butiran-butiran kecil di dalam produknya.
Sel kulit mati sebenarnya dapat terlepas secara alami sebagai bagian dari proses regenerasi kulit. Namun ketika sel kulit mati menumpuk, kulit dapat terlihat lebih kusam sehingga eksfoliasi dapat membantu membuat permukaan kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah.
Face scrub juga dapat membantu membersihkan pori-pori secara lebih mendalam. Karena itu, produk ini bisa menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit, terutama bagi orang yang membutuhkan eksfoliasi untuk membantu mengurangi penumpukan sel kulit mati.
Cara menggunakannya pun berbeda dari sabun cuci muka biasa. Setelah wajah dibasahi, oleskan sedikit face scrub kemudian pijat wajah secara lembut dan perlahan sekitar 30 detik, setelah itu bilas hingga bersih dan lanjutkan dengan produk perawatan kulit lainnya, termasuk pelembap.
Namun, face scrub tidak sebaiknya digunakan setiap hari. Panduan di laman Siloam Hospitals menyebut produk eksfoliasi fisik ini umumnya digunakan sekitar 1–2 kali seminggu.
Sedangkan The Body Shop mengingatkan bahwa pemilik kulit sensitif sebaiknya berhati-hati karena butiran scrub dapat berpotensi menyebabkan iritasi.
Perbedaan Face Scrub dan Facial Wash Biasa

1. Fungsi Utama
Perbedaan paling mendasar terletak pada fungsi utamanya. Facial wash atau sabun cuci muka berfungsi membersihkan wajah, sedangkan face scrub berfungsi membersihkan sekaligus membantu mengangkat sel kulit mati melalui eksfoliasi fisik.
Facial wash dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak yang menempel pada kulit setelah beraktivitas. Sementara itu, face scrub bekerja lebih jauh dengan membantu mengurangi penumpukan sel kulit mati yang dapat membuat wajah tampak kusam.
2. Tekstur Produk
Facial wash umumnya memiliki tekstur yang relatif lembut, mulai dari krim, gel, cairan, hingga busa. Tekstur tersebut dibuat untuk membantu membersihkan wajah tanpa memberikan proses pengelupasan fisik seperti pada scrub.
Sebaliknya, face scrub biasanya memiliki butiran kecil yang berfungsi membantu mengangkat sel kulit mati. Butiran tersebut dapat berasal dari bahan seperti ekstrak buah, biji, atau kacang-kacangan, tergantung formulasi produk.
3. Cara Kerja
Facial wash bekerja dengan membersihkan kotoran dan minyak yang berada di permukaan kulit. Produk ini digunakan dengan cara membasahi wajah, mengaplikasikan sabun, memijatnya secara lembut, kemudian membilasnya hingga bersih.
Face scrub bekerja melalui eksfoliasi mekanis atau fisik. Butiran dalam produk membantu melepaskan sel kulit mati ketika produk dipijatkan secara perlahan pada permukaan wajah.
4. Frekuensi Pemakaian
Facial wash merupakan produk yang umumnya dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas harian. Siloam Hospitals menyebut penggunaannya biasanya dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari, atau setelah beraktivitas di luar ruangan.
Berbeda dengan itu, face scrub sebaiknya tidak digunakan setiap hari karena proses eksfoliasinya dapat membuat kulit mengalami iritasi jika dilakukan secara berlebihan. Siloam Hospitals merekomendasikan penggunaan face scrub sekitar 1–2 kali dalam seminggu.
5. Hasil yang Diharapkan
Penggunaan facial wash terutama ditujukan untuk membuat wajah terbebas dari kotoran dan minyak sehingga terasa lebih bersih dan segar. Sementara itu, face scrub diharapkan membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah.
Face scrub juga dapat membantu membersihkan pori-pori secara lebih mendalam. Namun, hasil penggunaan dapat berbeda pada setiap orang dan tetap bergantung pada kondisi serta jenis kulit.
Apakah Face Scrub dan Facial Wash Bisa Dipakai Bersamaan?
Face wash dan face scrub sebenarnya memiliki fungsi berbeda sehingga keduanya dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit.
Facial wash digunakan untuk membersihkan wajah secara rutin, sedangkan face scrub digunakan sesekali untuk membantu proses eksfoliasi.
Meski demikian, keduanya tidak harus digunakan dalam waktu yang sama setiap kali mencuci wajah. Yang terpenting adalah mengikuti aturan penggunaan masing-masing produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kulit.
Jadi, face scrub bukan pengganti facial wash. Face wash berfungsi sebagai pembersih wajah yang dapat digunakan secara rutin, sedangkan face scrub memiliki fungsi tambahan untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan biasanya cukup digunakan 1–2 kali seminggu.
Jika ingin menggunakan face scrub, pilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit dan jangan menggosok wajah terlalu keras. Terutama bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan scrub perlu lebih hati-hati agar manfaat eksfoliasi tidak justru diikuti dengan iritasi.