- Faishal Hikam mendadak viral di media sosial setelah wajahnya muncul di videotron acara BTS.
- Video reaksi spontannya menyebar luas dan mendatangkan banyak tawaran kerja sama industri kreatif.
- Mahasiswa Cianjur ini kini menyeimbangkan kegiatan kuliah, produksi konten, dan studi bahasa Korea.
Ia menganggap lonjakan penonton tersebut sebagai pintu masuk untuk karir yang lebih terarah, bukan sebuah pencapaian akhir yang membuatnya cepat berpuas diri.
"Menurutku, viral bukanlah tujuan akhirnya. Viral itu lebih seperti pintu yang tiba-tiba terbuka. Setelah orang datang karena satu momen, tantangannya adalah bagaimana membuat mereka punya alasan untuk tetap mengikuti perjalanan kita," jelas Ikam mengenai prinsip kerjanya.
Menjaga Keseimbangan Karir dan Keseharian
Keseharian Ikam kini berjalan dengan manajemen waktu yang terstruktur. Ia harus cermat membagi fokus antara rutinitas belajar sebagai mahasiswa, memproduksi materi konten, hingga meluangkan waktu belajar bahasa Korea secara rutin.
Dalam memaknai perannya sebagai penggemar K-Pop, ia juga memiliki pandangan yang menginspirasi banyak pengikutnya agar tidak kehilangan jati diri saat mengagumi figur publik.
"Buatku menjadi ARMY atau penggemar K-Pop bukan berarti harus selalu mengikuti semuanya. Lebih dari itu, menjadi fans adalah tentang menemukan sesuatu yang bisa memberikan kebahagiaan, inspirasi, bahkan semangat di tengah kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Ia memegang prinsip untuk menyusun prioritas dengan menyelesaikan kewajiban utama akademis terlebih dahulu sebelum beralih ke jadwal pembuatan video.
Menurutnya, memaksakan diri untuk terus membuat konten justru membuat hasilnya terasa kurang natural. Oleh karena itu, ia berusaha menjaga keseimbangan antara konsisten, produktif, dan tetap menikmati proses kreatifnya.
Karya yang disajikan secara jujur terbukti mampu membuat pengikutnya bertahan dan terus mengapresiasi perjalanannya di media sosial.