- Mantan eksekutif keuangan ini mendirikan PT Tidak Harus Begitu dan meluncurkan Solska di Depok.
- Solska merupakan studio perawatan sepatu perdana yang menawarkan layanan berkualitas tinggi dengan standar operasional konsisten.
- Perusahaan merencanakan ekspansi terukur dari tingkat lokal Depok menuju pasar regional tanpa mengorbankan kualitas standar layanan.
Suara.com - Ketika banyak pelaku usaha memilih menahan langkah menghadapi kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, Marvin Jupiter Walukow justru mengambil keputusan sebaliknya.
Setelah bertahun-tahun berkarier di dunia korporasi dan industri keuangan, ia memilih keluar dan membangun perusahaannya sendiri.
Keputusan itu melahirkan PT Tidak Harus Begitu (THB). Salah satu brand yang berjalan di bawah naungannya adalah Solska, shoe care studio yang resmi diperkenalkan kepada publik di Depok, Jawa Barat.
"Keluar dari korporasi jelas bukan keputusan yang mudah, apalagi kondisi ekonomi hari ini tidak bisa dianggap sederhana," ujar Marvin saat ditemui di sela acara pembukaan Solska. "Tapi justru di situ saya merasa kita harus berani berpikir berbeda".
Menurut Marvin, ketidakpastian global, perubahan perilaku konsumen, dan tekanan pada dunia usaha menuntut pelaku bisnis untuk lebih adaptif. Namun, ia menolak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk menunda langkah.
"Situasi seperti ini bukan berarti kita harus berhenti. Justru kita harus lebih selektif melihat peluang," katanya. "Bangun sesuatu yang memang dibutuhkan, punya value, dan bisa bertahan dalam jangka panjang".
Filosofi 'Tidak Harus Begitu'
Nama PT Tidak Harus Begitu dipilih bukan tanpa alasan. Bagi Marvin, nama itu adalah ringkasan dari cara berpikir yang ia bawa selama bertahun-tahun di dunia kerja.
Ia menilai, banyak hal dalam bisnis dikerjakan hanya karena sudah menjadi kebiasaan, padahal belum tentu itu cara terbaik.
"Filosofinya sederhana. Tidak semua hal harus dilakukan seperti yang selama ini dilakukan," jelasnya. "Kita boleh bertanya, boleh mencari cara yang lebih baik, dan harus berani membangun standar yang berbeda".
Marvin juga menegaskan bahwa keputusannya meninggalkan korporasi tidak berangkat dari kekecewaan. "Saya keluar bukan karena menganggap dunia korporasi itu buruk. Justru saya banyak belajar di sana," ujarnya.
"Cara membaca angka, menyusun proses, menjaga standar, itu semua modal. Sekarang tinggal saya pakai untuk membangun sesuatu dari nol dengan prinsip yang saya percaya".
Bukan Sekadar Cuci Sepatu Biasa
Sebagai langkah pertama THB, Solska diperkenalkan bukan sebagai jasa cuci sepatu biasa. Positioning yang dipakai adalah Premier Care For The Gear You Wear, dengan pesan kampanye Never Settle For Dirty.
"Cuci itu hanya satu langkah dari sekian banyak langkah," ungkap Marvin. "Yang kami urus itu kualitas treatment, hasil akhirnya, pengalaman pelanggan, standar operasionalnya, dan konsistensinya. Hasil bagus sekali itu gampang. Yang sulit adalah hasil yang sama bagusnya setiap hari".
Ia menambahkan, pesan kampanye Solska sebenarnya berbicara lebih luas dari urusan sepatu. "Itu juga sikap. Tidak berkompromi dengan sesuatu yang kotor, termasuk dalam cara menjalankan bisnis. Saya tidak mau membangun usaha yang terlihat bersih di luar tapi prosesnya di dalam tidak bersih," tegasnya.
Ekspansi Terukur
Terkait pemilihan Depok sebagai titik awal, Marvin menyebut langkah itu diambil setelah menimbang karakter pasarnya secara terukur.
"Karakter masyarakat urban di sini cukup merepresentasikan target kami. Mereka peduli penampilan, banyak yang aktif berolahraga, dan makin memperhatikan kebersihan serta kualitas barang yang dipakai sehari-hari".
Marvin menyebut Solska memiliki urutan pengembangan yang terencana: menjadi rujukan shoe care di Depok terlebih dahulu, sebelum berekspansi ke Jabodetabek, lalu nasional, dan dalam jangka panjang menuju pasar regional.
Namun, ia menegaskan ekspansi tidak akan dikejar semata-mata lewat jumlah gerai. "Menambah outlet itu bagian yang paling gampang. Yang susah menjaga standarnya tetap sama di semua tempat. Lebih baik tumbuh sedikit lebih lambat tapi standarnya konsisten, daripada cepat besar tapi kualitasnya tidak bisa dijaga," paparnya.
Bagi Marvin, Solska hanyalah langkah awal dari rencana yang lebih besar melalui THB. Ia memposisikan THB sebagai perusahaan induk yang ke depan menaungi beberapa usaha dengan karakter berbeda namun berpijak pada prinsip standar dan integritas yang sama.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan hype atau promo. Bisnis harus punya fundamental. Ada produk yang dibutuhkan, ada pelanggan yang percaya, ada proses yang baik, dan ada orang-orang yang menjalankannya dengan benar," tutup Marvin.