- Cara Melindungi Bayi dari Abu Vulkanik melarang pemakaian masker balita.
- Cara Melindungi Bayi dari Abu Vulkanik menganjurkan tetap di rumah.
- Cara Melindungi Bayi dari Abu Vulkanik menyarankan membasahi debu kering.
Suara.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan telah mencapai wilayah Banten, Jawa Barat, hingga Jakarta.
Partikel halus dari abu vulkanik ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan balita.
Dokter anak sarankan orang tua yang memiliki bayi atau balita tetap berada di dalam rumah selama hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menanggapi situasi ini, dokter spesialis anak, dr. Leonirma, melalui utas di media sosialnya membagikan panduan penting bagi orang tua untuk melindungi buah hati dari paparan debu tajam tersebut.
Namun, dr Leonirma menegaskan masker tidak disarankan untuk semua umur anak. Simak rangkuman tips mitigasi abu vulkanik untuk bayi dan balita berikut ini.
1. Bayi di Bawah 2 Tahun Dilarang Pakai Masker
Berbeda dengan orang dewasa, bayi di bawah usia 2 tahun justru tidak dianjurkan memakai masker. Aturan ini sesuai dengan rekomendasi CDC dan AAP.
"Karena masker bisa ganggu jalan napas dan bayi di bawah 2 tahun belum bisa melepasnya sendiri kalau sesak," ujar dr. Leonirma dalam keterangannya.
Untuk anak di atas 2 tahun, masker boleh digunakan dengan syarat ukurannya harus benar-benar pas di wajah.
Jika longgar atau sering melorot ke dagu, perlindungan tidak akan optimal.
2. Tetap Berada di Dalam Rumah
Selama hujan abu masih berlangsung, cara perlindungan terbaik adalah tetap berada di dalam rumah dan membatasi aktivitas fisik anak. Berikut langkah-langkahnya:
- Tutup Rapat: Pastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat.
- Mode AC: Jika menggunakan AC, matikan mode fresh air (udara luar).
- Air Purifier: Jika punya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyalakannya guna menyaring partikel halus yang masuk ke paru-paru.
3. Tidak Langsung Menyapu atau Mengelap Saat Bersih-bersih
Jangan sekali-kali menyapu halaman rumah yang terkena abu dalam kondisi kering. Abu vulkanik mengandung silika yang tajam seperti beling kecil.
- Semprot Air: Basahi dulu debu dengan air sebelum dibersihkan agar tidak terbang kembali dan terhirup anak.
- Dekontaminasi: Barang-barang dari luar seperti sepatu, tas, atau jaket jangan langsung dibawa masuk ke kamar anak.
Orang tua juga wajib mandi dan ganti baju sebelum menggendong bayi setelah pulang dari luar rumah.