6 Cara Lindungi Bayi dan Balita dari Abu Vulkanik Akibat Anak Krakatau, Sesuai Anjuran Dokter Anak!

Agatha Vidya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 07 September 2026 | 09:13 WIB
6 Cara Lindungi Bayi dan Balita dari Abu Vulkanik Akibat Anak Krakatau, Sesuai Anjuran Dokter Anak!
Ilustrasi balita bermain dengan orang tuanya. [Freepik]
baca 10 detik
  • Cara Melindungi Bayi dari Abu Vulkanik melarang pemakaian masker balita.
  • Cara Melindungi Bayi dari Abu Vulkanik menganjurkan tetap di rumah.
  • Cara Melindungi Bayi dari Abu Vulkanik menyarankan membasahi debu kering.

Suara.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan telah mencapai wilayah Banten, Jawa Barat, hingga Jakarta.

Partikel halus dari abu vulkanik ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan balita.

Dokter anak sarankan orang tua yang memiliki bayi atau balita tetap berada di dalam rumah selama hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menanggapi situasi ini, dokter spesialis anak, dr. Leonirma, melalui utas di media sosialnya membagikan panduan penting bagi orang tua untuk melindungi buah hati dari paparan debu tajam tersebut.

Namun, dr Leonirma menegaskan masker tidak disarankan untuk semua umur anak. Simak rangkuman tips mitigasi abu vulkanik untuk bayi dan balita berikut ini.

1. Bayi di Bawah 2 Tahun Dilarang Pakai Masker

Berbeda dengan orang dewasa, bayi di bawah usia 2 tahun justru tidak dianjurkan memakai masker. Aturan ini sesuai dengan rekomendasi CDC dan AAP.

"Karena masker bisa ganggu jalan napas dan bayi di bawah 2 tahun belum bisa melepasnya sendiri kalau sesak," ujar dr. Leonirma dalam keterangannya.

Untuk anak di atas 2 tahun, masker boleh digunakan dengan syarat ukurannya harus benar-benar pas di wajah.

baca juga

Jika longgar atau sering melorot ke dagu, perlindungan tidak akan optimal.

2. Tetap Berada di Dalam Rumah

Selama hujan abu masih berlangsung, cara perlindungan terbaik adalah tetap berada di dalam rumah dan membatasi aktivitas fisik anak. Berikut langkah-langkahnya:

  • Tutup Rapat: Pastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat.
  • Mode AC: Jika menggunakan AC, matikan mode fresh air (udara luar).
  • Air Purifier: Jika punya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyalakannya guna menyaring partikel halus yang masuk ke paru-paru.

3. Tidak Langsung Menyapu atau Mengelap Saat Bersih-bersih

Jangan sekali-kali menyapu halaman rumah yang terkena abu dalam kondisi kering. Abu vulkanik mengandung silika yang tajam seperti beling kecil.

  • Semprot Air: Basahi dulu debu dengan air sebelum dibersihkan agar tidak terbang kembali dan terhirup anak.
  • Dekontaminasi: Barang-barang dari luar seperti sepatu, tas, atau jaket jangan langsung dibawa masuk ke kamar anak. 

Orang tua juga wajib mandi dan ganti baju sebelum menggendong bayi setelah pulang dari luar rumah.

4. Jangan Kucek Mata

Abu vulkanik bersifat abrasif atau mengikis. Jika mata anak terkena debu, jangan dikucek karena akan memperparah iritasi.

  • Bilas: Segera bilas mata dengan air bersih atau air mata buatan.
  • Lipatan Kulit: Jika kulit terkena abu, segera cuci dengan air mengalir. Jangan lupa cek area lipatan kulit yang sensitif.

5. Keamanan Pangan dan Air

Abu vulkanik yang bersifat asam bisa mencemari makanan. Pastikan wadah penyimpanan air tertutup rapat. 

Selalu cuci bersih bahan makanan mentah sebelum diolah menjadi MPASI atau dikonsumsi keluarga.

6. Berikan Minum Lebih Sering

Paparan abu bisa memicu iritasi saluran napas yang membuat anak rewel atau batuk-batuk. Kondisi ini seringkali membuat anak malas minum.

Tawarkan ASI atau air minum lebih sering dari biasanya untuk menjaga tenggorokan tetap lembap.

Kapan Harus ke Dokter?

Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat jika menemukan tanda-tanda bahaya berikut:

  1. Napas anak tampak cepat atau berat.
  2. Terlihat tarikan dinding dada saat bernapas.
  3. Bibir mulai tampak kebiruan.
  4. Bayi menolak menyusu atau minum sama sekali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Anak Krakatau: 6 Bandara Tutup, 1.500+ Penerbangan Lumpuh, dan Rute Alternatif

Update Anak Krakatau: 6 Bandara Tutup, 1.500+ Penerbangan Lumpuh, dan Rute Alternatif

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:24 WIB

MBG Dihentikan Sementara di Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

MBG Dihentikan Sementara di Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 08:18 WIB

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 41 Penerbangan Bandara Kualanamu Dibatalkan

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 41 Penerbangan Bandara Kualanamu Dibatalkan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:11 WIB

Jakarta dan Banten Masih Terpapar! Abu Anak Krakatau Terus Bergerak hingga Lampung

Jakarta dan Banten Masih Terpapar! Abu Anak Krakatau Terus Bergerak hingga Lampung

News | Senin, 07 September 2026 | 08:04 WIB

Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

News | Senin, 07 September 2026 | 07:47 WIB

Imbas Abu Krakatau! Penutupan 7 Bandara Termasuk Soetta dan Halim Diperpanjang Sampai Senin Pagi

Imbas Abu Krakatau! Penutupan 7 Bandara Termasuk Soetta dan Halim Diperpanjang Sampai Senin Pagi

News | Senin, 07 September 2026 | 07:23 WIB

Terkini

Dorong Inovasi & Talenta: 22 Kampus se-Indonesia Siap Beradu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Dorong Inovasi & Talenta: 22 Kampus se-Indonesia Siap Beradu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Penyebab Antrean Biosolar Mengular di Lampung Dibidik: Polisi Sisir SPBU Ancam Cabut Izin

Penyebab Antrean Biosolar Mengular di Lampung Dibidik: Polisi Sisir SPBU Ancam Cabut Izin

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Bosnya Ditangkap KPK, Bisnis Summarecon Agung Terganggu?

Bosnya Ditangkap KPK, Bisnis Summarecon Agung Terganggu?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Cleansing Oil vs Cleansing Balm, Mana yang Lebih Bagus Jadi First Cleanser?

Cleansing Oil vs Cleansing Balm, Mana yang Lebih Bagus Jadi First Cleanser?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:30 WIB

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:30 WIB

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:29 WIB

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:28 WIB

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:25 WIB

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:24 WIB

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

×