Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah yang Tepat, Jangan Disapu Kering!

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 07 September 2026 | 12:28 WIB
Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah yang Tepat, Jangan Disapu Kering!
Ilustrasi cara membersihkan abu vulkanik di dalam rumah (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik yang masuk ke rumah warga di wilayah Jabodetabek.
  • Warga harus memakai pelindung diri, membatasi akses rumah, dan membersihkan abu menggunakan metode lembap.
  • Pembersihan harus menghindari penyapuan kering, penggunaan kipas, dan pengaktifan AC agar abu tidak beterbangan.

Suara.com - Abu vulkanik yang terbawa angin dapat masuk ke rumah melalui celah pintu, jendela, ventilasi, maupun pakaian dan alas kaki yang digunakan dari luar.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian setelah erupsi Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik yang kemudian menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jabodetabek.

Endapan abu di lantai, furnitur, karpet, hingga peralatan rumah tangga tidak sebaiknya dibersihkan dengan cara sembarangan karena partikel tersebut dapat kembali beterbangan ke udara.

Cara membersihkan abu vulkanik yang masuk di dalam rumah perlu dilakukan secara bertahap untuk mengurangi paparan sekaligus mencegah abu menyebar ke bagian rumah yang sebelumnya sudah bersih.

Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah

Ilustrasi cara membersihkan abu vulkanik di dalam rumah (Gemini AI)
Ilustrasi cara membersihkan abu vulkanik di dalam rumah (Gemini AI)


Dikutip dari laman resmi United States Geological Survey (USGS), pembersihan bagian dalam rumah sebaiknya dilakukan setelah area luar rumah sudah dibersihkan agar abu tidak kembali terbawa masuk. Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:

1. Gunakan pelindung sebelum membersihkan

Gunakan masker atau respirator sebelum memulai proses pembersihan karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu kembali masuk ke udara.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) secara khusus merekomendasikan respirator N95 yang disetujui NIOSH ketika membersihkan abu yang sudah masuk ke dalam rumah.

Gunakan pula pakaian berlengan panjang dan pelindung mata untuk mengurangi kontak abu dengan kulit dan mata.

baca juga

2. Batasi akses keluar-masuk rumah

Selama proses pembersihan berlangsung, usahakan hanya menggunakan satu pintu sebagai akses keluar-masuk agar abu dari luar tidak kembali mengotori area yang sudah dibersihkan.

Sepatu dan pakaian yang terkena abu sebaiknya tidak langsung dibawa ke berbagai ruangan karena dapat menjadi sumber penyebaran abu di dalam rumah.

3. Bersihkan permukaan dengan metode lembap

Untuk lantai dan permukaan keras, gunakan kain atau pel yang telah dibasahi untuk menangkap abu tanpa membuatnya beterbangan.

USGS merekomendasikan metode pembersihan yang minim debu, seperti menggunakan air dan deterjen atau kain lembap, karena cara tersebut membantu mengurangi abu yang kembali masuk ke udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Silikosis? Waspada, Abu Vulkanik Tingkatkan Risiko Penyakit Paru dengan Gejala Ini

Apa Itu Silikosis? Waspada, Abu Vulkanik Tingkatkan Risiko Penyakit Paru dengan Gejala Ini

Health | Senin, 07 September 2026 | 11:51 WIB

Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan

Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 11:26 WIB

Sampai Kapan Abu Vulkanik Anak Krakatau Terus Menyebar? Ini Penjelasannya

Sampai Kapan Abu Vulkanik Anak Krakatau Terus Menyebar? Ini Penjelasannya

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 11:11 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×