- Eksfoliasi adalah proses mengangkat sel kulit mati untuk mencerahkan wajah dan mendukung regenerasi sel.
- Tanda kulit butuh eksfoliasi meliputi kulit kusam, permukaan kasar, bersisik, kering, serta pori-pori tersumbat.
- Metode perawatan ini dapat menggunakan cara fisik, bahan kimia AHA, BHA, atau enzim buah.
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati sehingga permukaan kulit terasa lebih halus. Meski begitu, jangan menggosok kulit terlalu keras karena tindakan tersebut justru berisiko menyebabkan iritasi.
3. Kulit Terlihat Bersisik
Kulit yang terlihat bersisik juga dapat menjadi tanda adanya penumpukan sel kulit mati. Purbasari menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat membuat kulit tampak lebih gelap dan pada kulit yang sangat kering dapat terlihat garis putih ketika bergesekan dengan benda lain.
Jika kulit sedang sangat kering atau terasa perih, sebaiknya jangan langsung menggunakan eksfoliator yang kuat. Utamakan terlebih dahulu menjaga kelembapan kulit dan pilih metode eksfoliasi yang lebih lembut ketika kondisi kulit sudah lebih baik.
4. Kulit Terasa Kering dan Kurang Lembap
Kulit yang terasa kering meskipun sudah menggunakan pelembap juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Penumpukan sel kulit mati di permukaan dapat membuat kulit terasa kurang halus dan membuat produk perawatan terasa kurang nyaman ketika diaplikasikan.
Namun, kondisi kulit kering tidak selalu berarti harus segera dieksfoliasi. Jika kulit sedang sangat kering, sensitif, atau mengalami iritasi, penggunaan eksfoliator justru perlu dibatasi agar kondisi kulit tidak semakin buruk.
5. Pori-Pori Terlihat Tersumbat
Pori-pori yang terlihat penuh dengan minyak dan kotoran juga dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan eksfoliasi. Terutama pada kulit berminyak dan rentan berjerawat, jenis eksfoliator tertentu dapat membantu membersihkan penumpukan di dalam pori-pori.
Avoskin menjelaskan bahwa salicylic acid atau BHA dapat bekerja hingga ke dalam pori-pori dan membantu membersihkan sumbatan yang berasal dari kotoran maupun sebum. Kandungan ini juga disebut lebih sesuai untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat.
Macam-Macam Metode Eksfoliasi

Secara umum, eksfoliasi dapat dilakukan dengan metode fisik maupun menggunakan bahan aktif kimia. Pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit agar manfaatnya dapat diperoleh tanpa membuat kulit mengalami iritasi.
Merangkum laman Avoskin, berikut beberapa metode eksfoliasi yang penggunaannya bisa disesuaikan dengan kondisi kulit:
1. Eksfoliasi Fisik
Eksfoliasi fisik dilakukan dengan bantuan bahan atau alat yang bekerja secara mekanis untuk mengangkat sel kulit mati. Contohnya adalah scrub yang memiliki butiran untuk membantu membersihkan permukaan kulit.
Cara ini perlu dilakukan dengan lembut dan tidak terlalu sering. Menggosok wajah terlalu keras tidak membuat proses eksfoliasi menjadi lebih efektif, justru dapat membuat kulit terasa perih atau mengalami iritasi.
2. Eksfoliasi Kimia dengan AHA
AHA atau Alpha Hydroxy Acids merupakan salah satu kelompok bahan yang umum digunakan dalam eksfoliasi kimia. Avoskin menyebut glycolic acid dan lactic acid sebagai contoh AHA yang sering digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati.
Glycolic acid dapat digunakan pada kulit normal dan kombinasi, sedangkan lactic acid dinilai lebih lembut sehingga dapat menjadi pilihan untuk kulit kering dan sensitif. Pemilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan konsentrasi dan kondisi kulit masing-masing.
3. Eksfoliasi Kimia dengan BHA
BHA atau Beta Hydroxy Acids memiliki karakteristik yang berbeda dari AHA. Salah satu kandungan BHA yang umum digunakan adalah salicylic acid, yang dapat bekerja membersihkan pori-pori dari penumpukan sebum dan kotoran.
Karena karakteristik tersebut, salicylic acid lebih sering dipilih untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat. Namun, penggunaannya tetap perlu mengikuti petunjuk produk dan tidak dilakukan secara berlebihan.
4. Eksfoliasi dengan Enzim Buah
Selain AHA dan BHA, eksfoliasi juga dapat menggunakan enzim yang berasal dari buah-buahan. Menurut Avoskin, enzim buah dapat membantu menghancurkan protein keratin pada sel kulit mati sehingga sel kulit baru dapat muncul lebih cepat.
Metode ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin mencoba eksfoliasi berbahan enzim. Sama seperti metode lainnya, pemilihan produk dan frekuensi penggunaan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Jangan Berlebihan Saat Melakukan Eksfoliasi
Eksfoliasi memang dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi bukan berarti semakin sering dilakukan maka hasilnya akan semakin baik.
Menurut panduan Avoskin, kulit normal atau berminyak umumnya dapat melakukan eksfoliasi sekitar 1-3 kali seminggu. Sedangkan kulit sensitif cukup sekitar satu kali seminggu dengan bahan yang ringan.
Jika kulit mulai terasa perih, kemerahan, sangat kering, atau justru semakin sensitif setelah eksfoliasi, sebaiknya kurangi frekuensi penggunaan.
Kenali kondisi kulit terlebih dahulu dan pilih metode eksfoliasi yang sesuai agar kulit tetap sehat dan tidak mengalami over-exfoliation.