- Ahli biokimia Jessie Inchauspé menyarankan sarapan gurih untuk menstabilkan kadar glukosa darah pada Jumat, 11 September 2026.
- Makanan manis berbahan gula olahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah cepat dan memicu rasa lapar kembali.
- Sarapan gurih yang kaya protein dan serat terbukti mampu memberikan energi serta rasa kenyang lebih lama.
Suara.com - Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang penting untuk mengawali aktivitas sehari-hari. Namun, ketika harus memilih menu sarapan, masih banyak yang bingung apakah sebaiknya menyantap makanan manis atau makanan gurih.
Makanan manis seperti roti, sereal, atau buah sering menjadi pilihan karena rasanya lezat dan praktis disantap pada pagi hari.
Di sisi lain, makanan gurih seperti nasi, telur, dan lauk juga dianggap lebih mengenyangkan sehingga cocok untuk memulai aktivitas.
Meski sama-sama bisa menjadi menu sarapan, kandungan gizi dalam makanan tetap perlu diperhatikan.
Bukan hanya soal rasa, pilihan menu sarapan sebaiknya juga mempertimbangkan asupan protein, serat, karbohidrat, lemak, serta gula agar tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
Lantas, sarapan sebaiknya makanan manis atau gurih agar lebih baik? Simak penjelasan berikut untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan keduanya serta cara memilih menu sarapan yang lebih seimbang.
Kelebihan dan Kekurangan Sarapan Manis vs Gurih

Menyantap makanan dengan cita rasa manis atau gurih disebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Merangkum Vogue dan Silikomart, berikut penjelasan lengkapnya:
Kelebihan Sarapan Makanan Manis
Sarapan manis dapat menjadi pilihan yang baik jika sumber rasa manisnya berasal dari makanan bernutrisi, seperti buah, oatmeal, yogurt Yunani dengan buah, atau roti gandum dengan selai kacang. Menu-menu tersebut dapat memberikan serat dan nutrisi sekaligus membuat sarapan terasa lebih menarik.
Buah juga menyediakan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Dengan memilih sumber karbohidrat yang lebih utuh serta menambahkan protein atau lemak sehat, menu sarapan manis dapat dibuat lebih seimbang.
Kekurangan Sarapan Makanan Manis
Masalah dapat muncul ketika sarapan manis didominasi gula tambahan dan makanan olahan seperti pastry, sereal tinggi gula, atau pancake dengan banyak sirup. Pasalnya, menu ini bisa menyebabkan kenaikan gula darah dengan cepat dan berpotensi membuat rasa lapar muncul kembali.
Karena itu, makanan manis sebaiknya tidak hanya mengandalkan gula sebagai sumber energi. Menambahkan protein, serat, dan lemak sehat dapat membantu membuat menu sarapan lebih lengkap.
Kelebihan Sarapan Makanan Gurih
Sarapan gurih umumnya lebih mudah dipadukan dengan sumber protein dan sayuran. Telur, daging tanpa lemak, tahu, sayuran, alpukat, atau roti gandum dapat menjadi bagian dari menu sarapan gurih yang lebih seimbang.
Vogue juga menyoroti sarapan gurih yang kaya protein dan serat sebagai pilihan yang dapat membantu menjaga gula darah lebih stabil. Menu seperti telur dengan sayuran dan keju, oatmeal gurih dengan telur dan bayam, atau roti gandum dengan tahini dan sayuran dapat menjadi contohnya.
Kekurangan Sarapan Makanan Gurih
Sarapan gurih juga bisa menjadi kurang sehat jika terlalu banyak mengandung garam dan lemak tidak sehat. Hal ini dapat terjadi ketika menu banyak menggunakan daging olahan atau keju tinggi lemak.
Jadi, memilih makanan gurih saja belum cukup untuk memastikan sarapan lebih sehat. Perhatikan pula jenis protein, sumber lemak, jumlah garam, serta keberadaan sayuran dan sumber serat dalam menu.