- Kapal kargo asing yang sedang menjalani perawatan di pelabuhan Qingdao, China, mengalami kebakaran hebat pada Kamis, 10 September 2026.
- Sebanyak 17 dari 42 orang di dalam kapal berhasil dievakuasi, sedangkan lima korban di antaranya mengalami luka-luka.
- Petugas menemukan 25 orang yang sebelumnya sempat hilang dalam kondisi meninggal dunia setelah api berhasil dipadamkan.
Suara.com - Kebakaran hebat melanda sebuah kapal kargo berbendera asing yang sedang berlabuh di pusat pelayaran Qingdao, China, Kamis (10/9/2026). Sebanyak 25 orang tewas dalam insiden tersebut.
Menurut laporan CCTV, kapal itu membawa 42 orang ketika kebakaran terjadi.
Sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi, lima di antaranya mengalami luka-luka.
Sementara itu, 25 orang lainnya sempat dilaporkan hilang setelah kapal dilalap api.
Namun, seluruh korban yang hilang kemudian ditemukan dalam kondisi tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Menjelang sore kemarin, seluruh 25 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan, tetapi tidak seorang pun menunjukkan tanda-tanda masih hidup,” demikian laporan CCTV.
![Kebakaran hebat melanda sebuah kapal kargo berbendera asing yang sedang berlabuh di pusat pelayaran Qingdao, China, Kamis (10/9/2026). Sebanyak 25 orang tewas dalam insiden tersebut. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/11/50314-kebakaran-kapal-kargo.jpg)
Kebakaran Saat Kapal Jalani Perawatan
Kantor berita Xinhua melaporkan, kebakaran diduga mulai terjadi sekitar pukul 11.15 waktu setempat ketika kapal berada di pelabuhan untuk menjalani pekerjaan pemeliharaan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan pencarian terhadap para korban di dalam kapal.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana api pertama kali muncul dan mengapa kebakaran tersebut menimbulkan begitu banyak korban jiwa.
Seorang warga yang tinggal di kawasan permukiman dekat pelabuhan mengatakan kepada AFP bahwa dirinya melihat kepulan asap tebal keluar dari kapal saat kejadian.
Namun, saksi tersebut mengaku tidak mendengar suara ledakan sebelum maupun selama kebakaran berlangsung.
Insiden maut ini kini menjadi perhatian otoritas China.
Penyelidikan akan menentukan penyebab pasti kebakaran serta kondisi kapal saat menjalani pekerjaan pemeliharaan di pelabuhan Qingdao.