Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan

Vania Rossa

Minggu, 13 September 2026 | 16:38 WIB
Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan
Grand Opening Bumi Lembur Kuring. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Restoran Bumi Lembur Kuring resmi membuka outlet baru di Pondok Indah Mall 1 pada Agustus 2026.
  • Restoran ini menyajikan berbagai menu tradisional Sunda dan hidangan seafood yang disesuaikan untuk masyarakat urban Jakarta Selatan.
  • Manajemen mengandalkan kualitas makanan serta fasilitas ruang privat untuk menarik kunjungan rutin konsumen di mal.

Suara.com - Kuliner Sunda sedang mencari ruang baru di tengah perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan.

Jika selama ini rumah makan Sunda lebih identik dengan restoran luas, saung, dan lokasi yang menjadi tujuan khusus, Bumi Lembur Kuring mencoba membawa pendekatan berbeda dengan membuka outlet di Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jakarta Selatan.

Kehadiran restoran ini menarik karena Pondok Indah merupakan salah satu kawasan premium di Jakarta Selatan, dengan karakter pengunjung yang beragam, mulai dari penghuni kawasan hunian dan kondominium, pekerja perkantoran, hingga masyarakat yang datang untuk berbagai aktivitas di pusat perbelanjaan.

Di tengah lingkungan tersebut, masakan Sunda ditempatkan bukan sekadar sebagai kuliner tradisional, tetapi sebagai bagian dari aktivitas makan masyarakat urban.

Outlet Bumi Lembur Kuring di PIM 1 mulai beroperasi pada Agustus 2026 setelah proses pembangunan sekitar tiga bulan. Grand opening digelar pada Sabtu (12/9/2026).

Ketika Masakan Sunda Bertemu Pola Makan Urban

Anthony Aziz, perwakilan Manajemen Bumi Lembur Kuring, mengatakan pemilihan Jakarta Selatan tidak terlepas dari karakter pasar yang dinilai memiliki kedekatan dengan kuliner Nusantara.

Menurut dia, Jakarta Selatan memiliki demografi yang cukup beragam, tetapi tetap menjadi salah satu kawasan yang potensial untuk makanan Indonesia.

Pondok Indah kemudian dipilih karena dianggap memiliki ekosistem yang sesuai dengan konsep baru tersebut.

baca juga

“Kalau kita lihat demografi Jakarta sendiri, yang paling cocok atau suka dengan makanan Nusantara itu Jakarta Selatan,” kata Anthony saat ditemui di Bumi Lembur Kuring, Sabtu (12/9/2026).

Pilihan membuka restoran di dalam mal juga mengubah cara pelanggan mengakses kuliner Sunda. Konsumen tidak lagi harus menjadikan rumah makan sebagai tujuan perjalanan tersendiri. Hal ini karena restoran berada di tengah kawasan yang sudah menjadi bagian dari rutinitas mereka.

Karakter ini turut terlihat dari target pengunjung yang dibidik. Selain keluarga, restoran diarahkan untuk kebutuhan pertemuan, arisan, dan acara kelompok.

Bumi Lembur Kuring memiliki kapasitas sekitar 144 orang, dengan area indoor dan outdoor, dua saung, serta tiga ruang VIP.

Ruang VIP berkapasitas sekitar 8 hingga 12 orang. Salah satu ruangan dilengkapi televisi 65 inci untuk kebutuhan meeting, sedangkan ruangan lainnya memiliki televisi 55 inci dan fasilitas karaoke.

Dengan fasilitas tersebut, fungsi restoran menjadi lebih luas dibandingkan sekadar tempat makan.

Grand Opening Bumi Lembur Kuring. (Dok. ist)
Grand Opening Bumi Lembur Kuring. (Dok. ist)

Menu Lama, Penyesuaian Baru

Sejumlah hidangan Sunda yang telah lama dikenal jadi andalan di sini, antara lain gurame acar kuning, gurame bakar pecak, karedok, sayur asem, empal Pasundan, dan pepes ikan mas.

Dari deretan menu tersebut, gurame acar kuning menjadi salah satu sajian yang merepresentasikan gaya masakan Sunda yang familiar. Gurame dipadukan dengan bumbu acar yang memberikan rasa gurih sekaligus asam dan segar.

Ada pula gurame bakar pecak, sementara pilihan sayuran seperti karedok dan sayur asem menghadirkan elemen yang lebih dekat dengan pola makan khas Sunda.

Empal Pasundan dan pepes ikan mas melengkapi pilihan lauk dengan teknik dan bumbu yang lebih tradisional.

Menu di Bumi Lembur Kuring. (Dok. ist)
Menu di Bumi Lembur Kuring. (Dok. ist)

Bumi Lembur Kuring juga memperluas pilihan ke hidangan seafood. Salah satunya alu-alu bakar acar, yang menggunakan ikan barakuda dengan saus bercita rasa asam, segar, dan sedikit pedas.

Untuk kebutuhan makan bersama, tersedia nasi liwet dengan pilihan lauk seperti ayam, kecombrang, dan cumi, serta nasi bakar.

Pilihan tersebut menunjukkan adanya upaya mempertemukan menu khas Sunda dengan kebutuhan makan kelompok yang umum ditemukan di restoran dalam mal.

Menu di Bumi Lembur Kuring. (Dok. ist)
Menu di Bumi Lembur Kuring. (Dok. ist)

Kecombrang Tidak Hanya Jadi Lalapan

Adaptasi terhadap selera urban juga terlihat pada pilihan minuman. Kecombrang, bahan yang cukup lekat dengan hidangan Nusantara, dikembangkan menjadi bahan dasar mocktail. Penggunaan bahan tersebut memperluas fungsi kecombrang dari pelengkap makanan menjadi elemen utama dalam minuman.

Selain itu, tersedia sejumlah minuman tradisional seperti es cendol dan ragam minuman khas Nusantara.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membawa elemen rasa yang familiar ke format restoran yang lebih modern.

Bukan Sekadar Memindahkan Restoran Sunda ke Mal

Tantangan Bumi Lembur Kuring di PIM 1 justru terletak pada bagaimana konsep tersebut dapat diterima dalam kebiasaan makan masyarakat mal.

Grand Opening Bumi Lembur Kuring. (Dok. ist)
Grand Opening Bumi Lembur Kuring. (Dok. ist)

Lokasi restoran yang tidak berada di area depan membuat visibilitas menjadi salah satu persoalan. Manajemen mengandalkan identitas visual di sejumlah titik serta promosi melalui media sosial dan dukungan pihak mal untuk memperkenalkan lokasi restoran kepada pengunjung.

Namun, persoalan tersebut pada akhirnya tidak dapat diselesaikan hanya dengan promosi.

Bagi manajemen, tantangan berikutnya adalah membuat pelanggan yang sudah datang memiliki alasan untuk kembali.

“Orang mau makan cari apa sih? Cari makan enak,” ujar Anthony.

Karena itu, kualitas makanan dan pelayanan menjadi aspek yang ingin diperkuat bersamaan dengan penerapan standar operasional di outlet baru tersebut.

Paket meeting, acara, dan katering untuk outlet PIM 1 juga masih dikembangkan dan akan disesuaikan dengan karakter lokasi.

Jam operasional saat ini masih mengikuti jadwal mal. Ke depan, manajemen membuka kemungkinan memperpanjang jam layanan, termasuk untuk sarapan dan makan larut malam.

Dengan demikian, pembukaan Bumi Lembur Kuring di Pondok Indah bukan hanya soal bertambahnya satu restoran Sunda di Jakarta.

Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana kuliner yang memiliki akar kuat pada tradisi sedang beradaptasi dengan ruang dan kebiasaan makan baru. Dari saung dan restoran berdiri sendiri, masakan Sunda kini masuk ke pusat aktivitas urban dan berhadapan dengan konsumen yang membutuhkan akses cepat, ruang privat, sekaligus pengalaman makan yang tetap memiliki identitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Rekomendasi Fine Dining Nusantara Terbaik di Jakarta, Lebih Untung Pakai BRI!

Rekomendasi Fine Dining Nusantara Terbaik di Jakarta, Lebih Untung Pakai BRI!

Bri | Jum'at, 11 September 2026 | 16:05 WIB

6 Weton yang Paling Cocok untuk Usaha Kuliner dan Perdagangan Menurut Primbon Jawa

6 Weton yang Paling Cocok untuk Usaha Kuliner dan Perdagangan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 07:05 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×