Orangtua Kini Bisa Pantau Progres Belajar hingga Kesehatan Santri Lewat HP

Fabiola Febrinastri

Selasa, 15 September 2026 | 08:55 WIB
Orangtua Kini Bisa Pantau Progres Belajar hingga Kesehatan Santri Lewat HP
Ilustrasi penggunaan Sakha Platform. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Bagi sebagian orangtua, menitipkan anak di pesantren bukan sekadar soal pendidikan. Ada rasa rindu, khawatir, sekaligus keinginan untuk mengetahui bagaimana perkembangan anak selama jauh dari rumah.

Di sisi lain, bagi para musyrif dan pengasuh, mendampingi puluhan hingga ratusan santri setiap hari bukanlah pekerjaan sederhana.

Mereka harus memastikan ibadah berjalan, hafalan bertambah, kedisiplinan terjaga, kesehatan terpantau, hingga berbagai kebutuhan santri dapat ditangani dengan baik.

Di tengah kebutuhan tersebut, teknologi mulai mengambil peran baru dalam kehidupan pesantren.

Hal inilah yang mendorong KAHF Islamic Boarding School (KIBS) memanfaatkan Sakha Platform, sebuah platform manajemen boarding school berbasis teknologi, untuk membangun tata kelola pendidikan pesantren yang lebih terintegrasi, terukur, dan transparan.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat transformasi digital di lingkungan pendidikan Islam, termasuk dorongan digitalisasi tata kelola pesantren.

KAHF Islamic Boarding School sendiri membawa nilai pendidikan yang menekankan empat hal utama: bertakwa, berakhlak, cerdas, dan anti-bullying.

Digitalisasi kemudian ditempatkan bukan sebagai pengganti peran manusia dalam mendidik santri, melainkan sebagai alat untuk membantu guru, musyrif, pengasuh, yayasan, dan orangtua bekerja lebih efektif.

Pimpinan KAHF Islamic Boarding School, Ustadz Harun Tofik mengatakan penggunaan teknologi tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada santri dan orang tua.

baca juga

“Dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan di KAHF IBS, kami bekerja sama dengan Sakha Platform untuk meningkatkan pengawasan kinerja SDM, musyrif, dan pengasuh serta pemantauan perkembangan santri secara real-time,” ungkapnya.

Dari buku hafalan ke layar smartphone
Perubahan paling sederhana justru dirasakan oleh orang-orang yang setiap hari berinteraksi langsung dengan santri. Salah satunya musyrif KAHF Islamic Boarding School Ustadz Arifin Ahmad.

Sebelum menggunakan sistem digital, pencatatan hafalan santri masih dilakukan menggunakan buku.

Proses tersebut membutuhkan waktu, terutama ketika data hafalan harus direkap dan disampaikan kembali kepada orang tua.

Kini, proses tersebut dapat dilakukan langsung ketika halaqah berlangsung.

“Dulu mencatat hafalan santri dilakukan secara manual dengan buku hafalan, lalu laporannya baru bisa kami serahkan kepada wali santri dengan waktu yang lama. Tapi semenjak menggunakan Sakha Platform masalah itu teratasi. Ketika halaqah dimulai saya cukup membuka smartphone lalu menginput hafalan yang disetorkan santri. Cepat, ringkas, tanpa kertas,” tutur Ustadz Arifin.

Bagi seorang musyrif, perubahan tersebut bukan sekadar berpindah dari buku ke smartphone. Waktu yang sebelumnya tersita untuk pekerjaan administratif dapat lebih banyak digunakan untuk mendampingi dan berinteraksi dengan santri.

Transformasi digital juga membawa perubahan dari sisi orangtua.

Selama anak berada di pesantren, orangtua biasanya harus menunggu laporan atau bertanya kepada pihak pesantren untuk mengetahui perkembangan anak.

Melalui sistem Sakha, informasi mengenai perkembangan santri dapat diakses melalui portal wali santri.

Orangtua dapat melihat berbagai capaian anak, termasuk perkembangan hafalan dan aktivitas ibadah yang telah dicatat oleh pihak pesantren.

Salah satu wali santri KAHF IBS mengaku merasakan manfaat tersebut secara langsung.

“Kabar gembira sekali karena KAHF Islamic Boarding School sudah memakai aplikasi Sakha. Memudahkan kami orangtua di rumah bisa memantau serta mengecek progres kegiatan anak kami, Sultan, hanya melalui HP,” tuturnya.

Ia bahkan dapat melihat perkembangan hafalan anaknya secara lebih terperinci, termasuk capaian hafalan Al-Qur’an, hafalan matan, serta amaliyah sunnah yang telah dikerjakan.

“Alhamdulillah, aplikasi Sakha ini benar-benar membantu sekali,” tambahnya.

Bagi orangtua, informasi tersebut bukan hanya angka atau laporan digital. Di balik satu halaman hafalan yang bertambah, terdapat proses belajar, perjuangan menghafal, kedisiplinan, dan pendampingan yang dilakukan setiap hari.

Teknologi juga menyentuh hal-hal yang sering luput dari perhatian. Digitalisasi di KAHF IBS tidak berhenti pada akademik dan hafalan.

Pengelolaan sarana-prasarana hingga kesehatan santri juga mulai terintegrasi dalam sistem.

Perwakilan Tim Sarana dan Prasarana KIBS Teguh mengatakan modul pengaduan sarpras membuat laporan kerusakan dapat dipantau berdasarkan tingkat prioritas.

“Dengan adanya modul pengaduan sarpras di Sakha Platform, setiap laporan kerusakan fasilitas asrama maupun kelas langsung terpantau skala prioritasnya. Proses penanganan jadi lebih cepat, terstruktur, dan transparan, sehingga fasilitas belajar dan tempat tinggal santri selalu dalam kondisi optimal,” jelasnya.

Hal serupa dirasakan oleh tim kesehatan pesantren. Tim Kesehatan KIBS Ns. Achmad Saroni menilai sistem rekam medis digital membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi santri dengan lebih rapi dan mudah diakses ketika dibutuhkan.

Menurutnya, pemantauan kesehatan juga dapat dilakukan lebih luas, tidak hanya ketika seorang santri sakit.

“Hadirnya modul kesehatan pada aplikasi Sakha Boarding memberikan dampak yang sangat positif dan membawa perubahan besar dalam pengelolaan kesehatan di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Selain rekam medis, sistem juga mendukung pemantauan kebersihan asrama, lingkungan, hingga dapur pesantren.

“Tindakan pencegahan penyakit bisa kami lakukan lebih awal,” tambahnya.

Sakha Platform dirancang sebagai sistem manajemen terintegrasi berbasis cloud yang membantu pesantren mengelola berbagai aktivitas boarding school dalam satu ekosistem.

Mulai dari pembinaan ibadah dan karakter santri, hafalan, kedisiplinan, aktivitas guru dan musyrif, kesehatan, sarana-prasarana, hingga komunikasi dengan wali santri dapat dikelola secara lebih terstruktur.

Namun, bagi KAHF IBS, esensi dari transformasi tersebut bukanlah sekadar memiliki aplikasi baru.

Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dapat membantu manusia menjalankan amanah pendidikan dengan lebih baik.

Musyrif dapat lebih fokus mendampingi santri. Tim kesehatan dapat lebih cepat melihat kondisi santri. Tim sarpras dapat merespons kebutuhan fasilitas dengan lebih terstruktur. Yayasan memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai operasional pesantren, sementara orangtua mendapatkan jendela untuk melihat perkembangan anaknya meski berada jauh dari pesantren. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:45 WIB

Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan

Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 17:35 WIB

Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior

Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 15:30 WIB

Shadow Education di Balik Antrean Bimbel: Benarkah Sekolah Kehilangan Peran?

Shadow Education di Balik Antrean Bimbel: Benarkah Sekolah Kehilangan Peran?

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 16:00 WIB

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Health | Minggu, 06 September 2026 | 00:17 WIB

Saat Anak Keluar dari Zona Nyaman, Belajar Bahasa Asing Jadi Pengalaman yang Tak Terlupakan

Saat Anak Keluar dari Zona Nyaman, Belajar Bahasa Asing Jadi Pengalaman yang Tak Terlupakan

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 20:28 WIB

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:24 WIB

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:23 WIB

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 20:14 WIB

5 Rekomendasi Night Cream Non-Comedogenic Terbaik, Bebas Jerawat Tanpa Takut Pori Tersumbat!

5 Rekomendasi Night Cream Non-Comedogenic Terbaik, Bebas Jerawat Tanpa Takut Pori Tersumbat!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 20:09 WIB

Perbandingan Kompor Induksi vs Kompor Listrik Biasa, Mana yang Paling Sesuai untuk Dapur?

Perbandingan Kompor Induksi vs Kompor Listrik Biasa, Mana yang Paling Sesuai untuk Dapur?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 20:05 WIB

Dirjen Pajak Akui Minta Perombakan Ratusan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Klaim Ada Nama 'Ajaib'

Dirjen Pajak Akui Minta Perombakan Ratusan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Klaim Ada Nama 'Ajaib'

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 20:03 WIB

Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan

Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:00 WIB

RUU Reforma Agraria jadi Sorotan: Ideal di Atas Kertas, Berat Diterapkan

RUU Reforma Agraria jadi Sorotan: Ideal di Atas Kertas, Berat Diterapkan

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:57 WIB

Cara Memilih Sheet Mask yang Aman dan Efektif untuk Kulit Kombinasi

Cara Memilih Sheet Mask yang Aman dan Efektif untuk Kulit Kombinasi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:56 WIB

×