Apa Itu QRIS? Simak Pengertian, Manfaat, Cara Penggunaan, dan Jenisnya

Suara Linimasa Suara.Com
Rabu, 01 Maret 2023 | 13:30 WIB
Apa Itu QRIS? Simak Pengertian, Manfaat, Cara Penggunaan, dan Jenisnya
Ilustrasi QRIS dalam metode transaksi nontunai. (Dok. Bank Indonesia)

LINIMASA - Saat melakukan transaksi jual beli dari, kita sering mendengar istilah "QRIS". Metode pembayaran non tunai tersebut lumrah digunakan dalam negeri. 

Di era serba digital, dan internet sudah semakin menguasai segala aspek, termasuk transaksi non tunai, QRIS pun ikut manggung. 

Lantas, apa itu QRIS? Melansir dari laman Bank Indonesia, QRIS merupakan kependekan dari Quick Respon Code Indonesia Standar. QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dengan mengandalkan QR Code

Industri sistem pembayaran bersama dengan BI mengembangkan sistem QRIS guna memudahkan proses transaksi dengan metode kode QR. Selain itu penggunaan QRIS akan mempercepat proses transaksi dengan keamanan yang tetap terjaga. 

BI sendiri mewajibkan semua PJSP yang menggunakan QR Code dalam proses pembayaran wajib menerapkan QRIS. 

Terkini seluruh aplikasi pembayaran dari PJSP baik itu bank ataupun nonbank bisa digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, bahkan hingga SPBU. 

Manfaat QRIS

Fakta-fakta QRIS Antarnegara - Ilustrasi Metode Pembayaran dengan QRIS (Dok. QRIS)
Fakta-fakta QRIS Antarnegara - Ilustrasi Metode Pembayaran dengan QRIS (Dok. QRIS) (sumber:)

Standardisasi kode QR dengan QRIS memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Berikut beberapa manfaat menggunakan QRIS:

- Cepat dan kekinian.

- Tidak perlu repot lagi membawa uang tunai.

Baca Juga: PSM Makassar vs Dewa United, Jan Olde Riekerink: Harus Siap Fisik dan Mental Hadapi Sang Pemuncak Klasemen

- Tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang.

- Terlindungi karena semua PJSP penyelenggara QRIS sudah pasti memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia.

Adapun manfaat penggunaan QRIS bagi pedagang atau merchant yakni: 

- Penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima pembayaran berbasis QR apapun.

- Meningkatkan branding.

- Kekinian.

- Lebih praktis karena cukup menggunakan satu QRIS.

- Mengurangi biaya pengelolaan kas.

- Terhindar dari uang palsu.

- Tidak perlu menyediakan uang kembalian.

- Transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat setiap saat.

- Terpisahnya uang untuk usaha dan personal.

- Memudahkan rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak kecurangan dari pembukuan transaksi tunai.

- Membangun informasi credit profile untuk memudahkan memperoleh kredit kedepan.

Cara menggunakan QRIS

Ilustrasi Kode QRIS. (Pexels)
Ilustrasi Kode QRIS. (Pexels) (sumber:)

Bagi konsumen yang hendak menggunakan metode pembayaran via QRIS, maka bisa memilih dan mengunduh aplikasi pembayaran yang tersedia pada ponsel. Setelahnya, kamu bisa melakukan registrasi terlebih dahulu ke salah satu PJSP. 

Melalui aplikasi yang sudah terunduh dan registrasi usai, kamu bisa melakukan scan QRIS pada merchant, lalu memasukan nominal transaksi, mengotorisasinya, dan melakukan konfirmasi pembayaran kepada penyedia barang ataupun jasa. Jangan lupa pastikan saldo kamu sudah terisi dan cukup untuk membayar transaksi yang dilakukan sebelumnya.  

Ada beberapa jenis pembayaran menggunakan QRIS. Berdasarkan keterangan dari BI, ada tiga jenis pembayaran via QRIS, meliputi Merchant Presented Mode (MPM) Statis, MPM Dinamis, dan Customer Present Mode (CPM).

MPM Statis

Jenis pembayaran QRIS yang satu ini merupakan yang paling mudah. Merchant cukup memajang satu stiker ataupun print-out QRIS tanpa dipungut biaya alias gratis.

Selanjunya, pengguna hanya melakukan scan, memasukkan nominal, PIN dan klik bayar. Notifikasi transaksi akan langsung diterima pengguna ataupun merchant. Jenis QRIS ini sangat cocok bagi usaha mikro dan kecil. 

MPM dinamis

QRIS ini dikeluarkan melalui sebuah device seperti mesin EDC atau smartphone. Merchant harus memasukkan nominal pembayaran terlebih dahulu, lalu pelanggan melakukan scan QRIS yang tampil atau dicetak. 

MPM dinamis umumnya cocok untuk merchant skala usaha menengah dan besar atau dengan volume transaksi tinggi.

CMP

Untuk sistem QRIS ini, pelangga cukup menunjukkan QRIS dari aplikasi pembayaran pelanggan kemudian discan oleh merchant. QRIS CPM cocok untuk merchant yang membutuhkan kecepatan transaksi tinggi seperti penyedia transportasi, parkir dan ritel modern.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI