Hati-hati, Ini Lho Dampak Buruk Kebiasaan Mencabut Uban Rambut!

Mamagini Suara.Com
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:55 WIB
Hati-hati, Ini Lho Dampak Buruk Kebiasaan Mencabut Uban Rambut!
Ilustrasi rambut putih atau uban. (Unsplash / Alexandra Tran)

Sudah diketahui, rambut putih alias uban merupakan tanda penuaan alami yang akan dialami oleh semua orang seiring dengan bertambahnya usia.

Tapi biasanya, masih banyak orang yang berusaha menyingkirkan atau menutupi uban karena merasa malu, tidak percaya diri atau belum siap terlihat tua.

Umumnya, orang berusaha menyingkirkan uban dengan cara mencabutnya. Padahal ada kepercayaan bahwa mencabutnya justru akan memicu pertumbuhan uban yang lebih banyak.

Mirza Batanovic, direktur gaya untuk merek perawatan rambut profesional Eufora International membantahnya karena hal tersebut hanyalah mitos.

Jika itu memang benar, Mirza justru memandangnya sebagai hal baik karena mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk orang dengan kerontokan rambut parah. Tapi, faktanya tidak demikian.

"Mencabut satu helai rambut tidak membuat pertumbuah rambut berikutnya lebih banyak. Hal ini juga tidak memiliki dasar dalam sains," kata Mirza dikutip dari Mirror UK.

Menurutnya, hal yang normal bila seseorang kehilangan 159 helai rambut sehari. Tapi, mencabutnya bukanlah solusi untuk mengatasi rambut rontok agar tumbuh lebih lebat.

Mencabut bulu, uban atau rambut sesekali mungkin tak masalah untuk membuat tampilan lebih muda. Tapi, keseringan mencabut uban justru bisa menyebabkan beberapa kerusakan nyata pada kulit kepala Anda.

"Mencabut rambut bisa membuat trauma pada folikel rambut, yang dapat menyebabkan infeksi atau kebotakan," kata penata wambut Jennifer Korab.

Baca Juga: Buat Para Orang Tua, Jangan Panik Jika Bayi Kena Cacar Monyet!

Karena ketika Anda menarik atau mencabut uban, rambut yang dicabut akan beristirahat dan memulai siklus pertumbuhan berikutnya dalam waktu sekitar tiga bulan.

“Setelah sekitar usia 20 tahun, rambut tumbuh kembali sedikit lebih tipis. Siklus di kepala rata-rata lima tahun dan ada sejumlah siklus pertumbuhan yang terbatas," ujarnya.

Seiring bertambahnya usia, folikel rambut Anda menghasilkan lebih sedikit, yang menyebabkan berkurangnya warna dan rambut beruban.

Stylist Helen Reavey menjelaskan bahwa melanin adalah zat dalam tubuh Anda yang memberi warna pada rambut dan kulit Anda.

"Jumlah butiran pigmen secara alami mulai berkurang seiring bertambahnya usia seseorang, biasanya antara usia 28 dan 40 tahun. Sebab, melanosit, sel-sel yng memproduksi melanin mulai berkembang biak. melambat dan menghasilkan lebih sedikit," jelas Helen Reavey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI