CEK FAKTA: Kelompok Kristen Serang Kawasan Muslim di Maluku Tenggara, Benarkah?

Mamagini

Rabu, 16 November 2022 | 16:47 WIB
CEK FAKTA: Kelompok Kristen Serang Kawasan Muslim di Maluku Tenggara, Benarkah?
Video yang diklaim kerusuhan kelompok Kristen dengan muslim (Twitter)

Beredar di media sosial unggahan yang diklaim sebagai video kerusuhan di wilayah Maluku Tenggara

Penggunggah video ini menerangkan jika kerusuhan ini terjadi karena kelompok Kristen menyerang kawasan muslim di Maluku Tenggara.

Video ini diunggah di media sosial Twitter oleh akun bernama @NegeriKolam belum lama ini.

Dalam unggahannya, akun Twitter ini menuliskan narasi sebagai berikut.

"Terjadi kerusuhan di Kepulauan Kei Maluku Tenggara tepatnya di Elat Maluku, terjadi penyerangan dari kelompok Desa Mbombai memasuki pemukiman muslim di Kota Elat. Isu sensitif,"

"Kelompok Nasrani sudah memasuki kawasan muslim Elat Maluku Tenggara."

Dalam video yang beredar, tampak para warga membawa senjata menyerang perkampungan warga lainnya.

Tampak anggota TNI yang berjaga di salah satu rumah warga.

Hingga kini, video ini telah ditayangkan lebih dari 20 ribu kali. Video ini juga telah memperoleh ratusan suka dan ratusan retweet dari netizen.

baca juga

Lalu benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran, video yang diklaim berisi peristiwa penyerangan kelompok Kristen ke kawasan muslim di Maluku Tenggara dapat dipastikan hoaks.

Narasi yang dibuat oleh pengunggah video dan isi video tersebut tidak saling berhubungan.

Faktanya, video tersebut identik dengan insiden bentrok antara Ohoi Bombay dan Ohoi Elat yang berada di Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.

Video ini juga diunggah oleh kanal YouTube KOMPAS TV dan TV One pada 12 November 2022 lalu.

Berdasarkan penelusuran, bentrok tersebut dipicu karena perebutan kepemilikan lahan adat di wilayah perbatasan Desa Elat.

Warga Elat yang bentrok lantas memblokade jalan untuk mencegah warga Bombay memasuki lokasi lahan adat. Kedua warga desa ini lantas terlibat bentrok.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa video dengan klaim kelompok Kristen menyerang kawasan muslim yang berada di Maluku Tenggara adalah hoaks. Unggahan tersebut masuk ke dalam konten yang dimanipulasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harapan selalu Terlindungi, Ini Doa Bepergian agar Selamat Sampai Tujuan

Harapan selalu Terlindungi, Ini Doa Bepergian agar Selamat Sampai Tujuan

Jogja | Rabu, 16 November 2022 | 14:45 WIB

Alasan Kuat Ambu Anne Gugat Cerai Dedi Mulyadi: Karena Saya Muslim dan Mengacu Kepada Syariat Islam

Alasan Kuat Ambu Anne Gugat Cerai Dedi Mulyadi: Karena Saya Muslim dan Mengacu Kepada Syariat Islam

Bogor | Rabu, 16 November 2022 | 14:38 WIB

UMI Makassar Kirim 245 Mahasiswa Kedokteran ke Puskesmas Kota Makassar

UMI Makassar Kirim 245 Mahasiswa Kedokteran ke Puskesmas Kota Makassar

Sulsel | Rabu, 16 November 2022 | 13:37 WIB

Arti Cuaks, Bahasa Gaul Viral di TikTok dan Penggunaan Katanya yang Dipopulerkan Komedian

Arti Cuaks, Bahasa Gaul Viral di TikTok dan Penggunaan Katanya yang Dipopulerkan Komedian

News | Selasa, 15 November 2022 | 10:40 WIB

Balita Meninggal Tertabrak Truk, 82 Rumah Dibakar Massa

Balita Meninggal Tertabrak Truk, 82 Rumah Dibakar Massa

Kalbar | Senin, 14 November 2022 | 23:17 WIB

Dogiyai Papua Tengah Rusuh, Empat Warga Sipil Dilaporkan Hilang

Dogiyai Papua Tengah Rusuh, Empat Warga Sipil Dilaporkan Hilang

Malang | Minggu, 13 November 2022 | 20:13 WIB

Terkini

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:42 WIB

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:39 WIB

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

×