Venna Melinda diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya Ferry Irawan. Venna Melinda juga telah melaporkan KDRT yang ia alami ke Polda Jawa Timur.
Penyanyi Maia Estianty pun menyinggung adanya kasus KDRT. Dalam video yang di unggah di akun Tiktoknya @maiaestianty, Ibu dari Al, EL, Dul itu menjelaskan terkait KDRT menurut sudut pandangnya.
Ia menjelaskan KDRT yang dilakukan secara fisik yakni dipukul, dijambak, dibanting dan lainnya.
"KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi ketika salah satu pasangan dalam suatu hubungan merasakan dorongan untuk mendominasi atau mengendalikan pasangannya. KDRT itu bisa secara fisik misal dipukul, dibanting, dijambak, ya segala macam yang mengakibatkan luka fisik," ujar Maia yang dikutip dari akun Tiktoknya @maiaestianty, Selasa (9/1/2023).
Lalu kata Maia KDRT yang dialami seseorang juga dapat berupa verbal.
"Juga KDRT secara psikis misalnya KDRT secara verbal. Misal pasangan bilang kepada perempuannya, be*o lu gitu aja nggak bisa kamu bisanya apa sih itu verbal," ucap Maia.
Bahkan kata Maia, terdapat KDRT secara ekonomi. Maia menjelaskan, misalnya apabila seorang pelaku memaksa korban bekerja dengan cara eksploitatif termasuk pelacuran, melarang korban bekerja tapi menelantarkannya,
"Mengambil tanpa sepengetahuan dan tanpa sepersetujuan serta merampas dan memanipulatif harta benda korban," ucap Maia.
Selain itu Maia mengatakan ada juga KDRT secara seksual. Dimana seseorang dipaksa melakukan hubungan yang tak disukai dan tak senonoh.
"KDRT seksual yaitu pemaksaan hubungan seksual yang dengan cara yang tidak disukai dan juga pemaksaan seksual, menyuruh pasangan berbuat tidak senonoh pada orang lain," ungkap Maia.
Namun kata Maia, KDRT yang paling mudah untuk dibuktikan untuk melaporkan ke kepolisian yakni KDRT secara fisik. Sebab luka yang dialami terlihat. Maia pun mengingatkan agar jika seseorang mengalami KDRT untuk segera melaporkan ke polisi.
"Laporkan saja ke polisi toh delik aduan juga artinya bisa kapan aja laporan tersebut dicabut. Kalau seandainya nanti kalian dan pasangan berbaikan. Minimal kasih jera kepada mereka yang melakukan KDRT," tutur Maia.
Menurut Maia, seorang laki-laki yang melakukan KDRT tak pantas disebut macho dan lebih cocok untuk menggunakan daster. Maia menyebut perempuan tak seharusnya mendapatkan perlakuan kasar.
"Ini pesan ya buat di manapun kalian berada yang merasa dirinya macho apaan sih macho tapi sesungguhnya lebih cocok pakai daster, aduh wanita itu bukan untuk dikasarin," ungkap Maia.
"Semacho-machonya kalian kalau para lelaki sudah melakukan KDRT, menurut kami kaum lelaki itu lebih baik pakai daster saja atau mungkin mau pinjam lipstik saya, atau mungkin saya denagn senang hati akan meminjamkan daster kepada laki-laki tersebut, gimana? kita apain nih laki-laki yang lakukan KDRT," papar Maia.