Geger Bohir 'Pemersatu Partai', Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Ternyata Cuma Pion Bohir di Pilpres 2019?

manado Suara.Com
Sabtu, 19 November 2022 | 21:33 WIB
Geger Bohir 'Pemersatu Partai', Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Ternyata Cuma Pion Bohir di Pilpres 2019?
Wapres Maruf Amin (Dok.Antara)

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah beberapa kali membahas perihal bohir alias pemodal untuk pencapresan. Bahkan Fahri menilai bohir lah yang membuat deklarasi Koalisi Perubahan batal dilaksanakan 10 November 2022.

Kini Fahri menarik masalah tersebut ke pilpres sebelumnya. Sebab Fahri mengaku sudah berkecimpung di urusan seperti ini selama 15 tahun.

"Itulah yang terjadi dengan Pemilu lalu juga," tutur Fahri di program Inilah Sarita, dikutip Suara Manado dari kanal YouTube Inilahcom, Sabtu (19/11/2022).

Pembawa acaranya pun langsung mengonfirmasi ulang pernyataan Fahri tersebut, "Jadi presiden sekarang hasil bohir juga dong?"

Fahri kemudian mengungkap permainan bohir di Pilpres 2019. Menurutnya para pemodal itu baru berkenan memberikan nama serta restunya ketika sudah mendekati batas akhir pendaftaran.

Termasuk bohir yang mengeluarkan nama-nama Calon Wakil Presiden 2019. Sebab nama seperti KH Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, yang masing-masing mendampingi Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden 2019 muncul last minute.

"Ya waktu sekonyong-konyong muncul Pak Ma'ruf Amin, waktu sekonyong-konyong muncul Sandiaga Uno, itu dari mana itu? Last minute munculnya," jelas Fahri.

"Pembayaran, saya tahu itu dari dalam. Si ini dianggap sanggup, si ini ada yang membayar. Dan si ini dianggap meyakini ini bisa melawan ini," sambungnya.

Hanya saja Fahri tidak menerangkan lebih detail siapa-siapa yang disebut "ini" dalam pernyataannya.

Baca Juga: Fahri Hamzah Sentil Capres Aji Mumpung, Ikut Konvensi SBY sampai Ngekor Surya Paloh, Sindir Anies?

Fahri Hamzah Yakin Bohir Penyebab Koalisi Anies Baswedan Batal Deklarasi

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku tidak yakin dengan pernyataan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) soal batalnya deklarasi koalisi lantaran sedang melawan oligarki.

Justru bohir atau pemodal lah yang menjadi alasan batalnya deklarasi tersebut. Sebab besarnya biaya pencapresan, ditambah dengan minimnya pengawasan transparansi dana kampanye, membuat pemodal bisa beraksi di balik layar dengan leluasa.

"Nggak mungkin, karena nggak akan ada. Kalau nggak ada jadwal, nanti pengesahan (kandidat) itu September. Ini bukan soal kita curiga atau tidak, karena nggak ada aturan, semua dapat dilakukan oleh orang tetapi kalau kita bikin aturan, semua akan jelas. Misalnya aturan fundraising, selesai sekarang," kata Fahri, dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com.

Padahal seharusnya Indonesia mengizinkan kampanye pencapresan seseorang dimodali lewat penggalangan dana dari rakyat. Dengan begitu bisa meminimalisir keterlibatan pihak-pihak di balik layar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI