'Dia Merasa Ditikam' Terkuak Dua Pejabat Masuk Blacklist Megawati, Jabat Tangan pun Ogah!

manado

Sabtu, 26 November 2022 | 14:42 WIB
'Dia Merasa Ditikam' Terkuak Dua Pejabat Masuk Blacklist Megawati, Jabat Tangan pun Ogah!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyuarakan perdamaian dunia demi kesejahteraan umat di dunia. ((Foto dok. PDIP))

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memiliki rekam jejak yang sangat panjang di dunia politik. Namun dari semua tokoh yang bersinggungan dengannya, Megawati disebut hanya memiliki dua nama yang masuk daftar hitam alias blacklist-nya.

Bahkan menurut politikus senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, Megawati tidak berkenan bersalaman dengan kedua orang tersebut. Hal ini seperti diungkap Panda di kanal YouTube Karni Ilyas Club.

"Dalam percaturan politik ada dua yang Mega tidak tertarik untuk bersalaman. Pejabat di republik ini," tutur Panda, dikutip Suara Manado pada Sabtu (26/11/2022).

"Satu namanya Amien Rais, Ketua MPR, nggak ada tuh mau bersalaman. Kedua SBY. Dalam kamus dia nggak ada itu (mau bersalaman dengan keduanya)," sambungnya.

Panda menyebut Megawati bukannya dendam kepada kedua tokoh tersebut sampai tidak mau bersalaman. Ia hanya pernah merasa sakit hati serta dikhianati.

"Dia mengalami kepahitan," kata Panda yang kemudian menceritakan alasan di balik sikap Megawati.

Untuk Amien Rais, ternyata Megawati merasa dikhianati ketika Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu menjabat sebagai Ketua MPR RI.

"Sebagai Ketua MPR, kemudian dibikin ada poros tengah, dibelahlah dia dengan Gus Dur dengan legalisasi poros tengah. Di situ Mega merasa ditikam, Mega merasa dikhianati, sebenarnya dia lah yang menjadi presiden waktu itu," ujar Panda.

Sementara untuk konflik dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkaitan dengan pencalonannya di Pemilihan Umum 2004. Panda bahkan mengungkap sikap SBY yang hanya bungkam ketika dicecar untuk menjawab lima pertanyaan dari Megawati.

baca juga

Saat itu SBY baru setahun menjabat dan berusaha untuk bertemu dengan Megawati. Tak disangka, Megawati kemudian meminta Panda untuk menemui SBY terlebih dahulu sambil menyiapkan lima pertanyaan.

"'Kalau dia jawab lima-lima ini Panda, saya mau ketemu dia', kata Mega," terang Panda. Saat itu sebenarnya Panda siap menemui SBY bersama Tjahjo Kumolo dan Pramono Anung, tetapi pada akhirnya Megawati meminta hanya Panda yang berangkat.

"Ketemulah sama Presiden SBY di Istana, (saya bilang) 'Mohon maaf Pak Presiden, salam dari Ibu Mega, beliau mau ketemu kalau dijawab dulu pertanyaan beliau ada lima pertanyaan'," ujar Panda kepada SBY.

Termasuk yang ditanyakan soal jawaban SBY di Sidang Kabinet. "(Megawati bertanya) 'Siapa yang mau maju menjadi calon presiden?' Ditanya Yusril (dijawab) tergantung putusan partai, Hamzah Haz (dijawab) tergantung rapat partai, begitu ditanya SBY, SBY katakan 'Tidak saya nggak maju'. Betul itu?" tanya Panda.

Namun pertanyaan tersebut tidak dijawab SBY, bahkan sampai Panda menyantap suguhan yang disiapkan untuk tamu. Sikap yang sama kembali diulangi ketika SBY ditanyai soal pembentukan Partai Demokrat serta ajakan menjadi calon wakil presiden.

"'Betul nggak, bahwa Mbak Mega sebagai presiden punya laporan intelijen mau dari BIN, BAIS, dari mana, bahwa Mas bikin Partai Demokrat di Kantor Menko Polkam?' Diam saja dia, nggak jawab," kata Panda.

"'Pertanyaan terakhir, pernah waktu itu menghadap Megawati sebagai presiden dan mengatakan kalau boleh dia jadi calon wakil presiden, ada permintaan dari Pak SBY?' Dia nggak jawab," lanjutnya.

Justru saat itu SBY menghabiskan waktu dengan melihat langit-langit, membiarkan Panda hanya berdiam di sana. Alhasil Panda pun pulang dengan tangan kosong lantaran tidak ada satupun pertanyaan Megawati yang dijawab SBY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sosok Intelijen di Balik Suksesi Politik Megawati, Pernah Jadi Orang Jokowi, Kini Mertua Petinggi TNI

Sosok Intelijen di Balik Suksesi Politik Megawati, Pernah Jadi Orang Jokowi, Kini Mertua Petinggi TNI

Manado | Sabtu, 26 November 2022 | 13:39 WIB

Diungkap Panda Nababan, Megawati Pernah Dibuat Nangis Gus Dur: Dia Bilang Saya Pacaran sama Ajudan

Diungkap Panda Nababan, Megawati Pernah Dibuat Nangis Gus Dur: Dia Bilang Saya Pacaran sama Ajudan

Manado | Sabtu, 26 November 2022 | 12:18 WIB

Megawati Ngaku Sudah Nenek-nenek saat Didorong Maju Capres 2014: Kau Pikir Saya Tak Tahu Malu?

Megawati Ngaku Sudah Nenek-nenek saat Didorong Maju Capres 2014: Kau Pikir Saya Tak Tahu Malu?

Manado | Jum'at, 25 November 2022 | 14:07 WIB

Kasihan Prabowo, Ternyata Cuma Jadi Korban Prank Megawati dan Perjanjian Batu Tulis?

Kasihan Prabowo, Ternyata Cuma Jadi Korban Prank Megawati dan Perjanjian Batu Tulis?

Manado | Jum'at, 25 November 2022 | 12:21 WIB

Utus Panda Nababan Bertemu di Istana, Megawati: Mana Berani SBY Terbuka ke Saya

Utus Panda Nababan Bertemu di Istana, Megawati: Mana Berani SBY Terbuka ke Saya

News | Kamis, 24 November 2022 | 14:54 WIB

Cerita Pertemuan Mencekam di Istana, Panda Nababan Konfirmasi Pernyataan SBY Sudah di Comberan Tapi Diwongke Megawati

Cerita Pertemuan Mencekam di Istana, Panda Nababan Konfirmasi Pernyataan SBY Sudah di Comberan Tapi Diwongke Megawati

News | Kamis, 24 November 2022 | 14:22 WIB

Terkini

Pakar Hukum Soroti Penanganan Dugaan Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus

Pakar Hukum Soroti Penanganan Dugaan Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:42 WIB

Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak

Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak

Sport | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:34 WIB

Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika

Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:34 WIB

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:13 WIB

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:57 WIB

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:56 WIB

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:43 WIB

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:41 WIB

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Banten | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:37 WIB

×