Pati dalam Lintasan Zaman

Metro

Rabu, 25 Mei 2022 | 21:16 WIB
Pati dalam Lintasan Zaman
Tutut Zatmiko

"Masih agak sorong ke Timur laut, jalan raya pos sampai ke Pati setelah menempuh jarak 20km melalui kaki selatan gunung muria..Pati sebagai ibukota kabupaten mengalami pasang surut. Setelah jalan raya pos sampai kesini sehingga yang semula tidak  berarti" menjadi penting." (Pramudya Ananta Tour, 2005:96). 

Satu nukilan dalam novel Jalan Raya Pos karya Pramudya Ananta Tour untuk menggambarkan letak dan posisi Pati dari Kota Kudus. Setelah pamor pelabuhan Jepara menurun maka Pati mengambil perannya sebagai daerah transit perdagangan dengan Pelabuhan Juwana dan politis strategis dari arah Semarang ke timur. 

Setelah Daendels membangun jalan raya pos pada tahun 1808, posisi Pati sebagai daerah strategis dengan potensi ekonomi yang tinggi, seperti perdagangan rempah, gula yang menjadi primadona komoditas ekspor Hindia Belanda. Terlebih setelah ditemukannya minyak di daerah Cepu, maka Pati dijadikan sebagai ibukota karesidenan yang membawahi Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora. Inilah awal dimulainya pembangunan Pati  Modern. Sisa kejayaan ini masih dapat dinikmati sepanjang jalan Panglima Sudirman yang membelah Kota Pati dari barat sampai ke Alun Alun Pati dan ketimur terus kearah Juwana, salah satu pelabuhan penting yang menopang laju ekonomi pada masa kolonial. 

Dijalan ini begitu terasa sisa kejayaan Pati saat itu sebagai bekas karesidenan. Pati sejak jaman kolonial nampaknya dirancang sebagai Kota dengan orientasi sebagai pusat kegiatan politik dan  pendidikan.  Hal ini tampak dari bangunan-bangunan sekolah dan pemerintahan yang memang sudah ada sejak abad ke 19 dan awal abad ke 20 dibandingkan dengan pusat perdagangan atau pertokoan.

Hampir semua bangunan heritage bergaya art deco, terpusat dijalan jenderal Sudirman, dari barat dimulai dengan Gedung eks Karesidenan Pati yang berumur hampir 200th, sisa kemegahan masih nampak digedung yang saat ini digunakan sebagai Kacabdin pendidikan wilayah III Propinsi Jateng.

Saat penulis masih kecil masih sering bermain dibelakang gedung yang memang masih banyak pohon besar yang rindang Beringin, Kenari dengan buahnya yang memanjakan burung dan tupai sebagai asupan makannya, dan inilah yang menjadi obyek sasaran anak anak bermain ketapel.

Kearah timur kita akan jumpai stasiun kereta api yang dulu digunakan pada rute Semarang Juwana, diresmikan pada 1884, saat ini hanya terlihat atapnya saja, karena berfungsi sebagai cafe, didepan digunakan sebagai gudang dan beberapa ruko seluler serta oleh oleh khas Pati. Masih kearah timur kita akan jumpai kantor pos dan telegrap sebagai tujuan utama dibangunnya Jalan Raya Pos Daendels, dengan gedung didepannya yaitu SMPN 5 Pati dengan ciri yang masih lestari yaitu jendela dan pintu yang besar dan tinggi, pada jaman Belanda dulu merupakan Gedung   Europeesche Lagere School (ELS) disinilah penulis menempuh pendidikan sekolah menengah pertamanya. 

Gedung Juang juga mewarnai deretan bangunan heritage sepanjang jalan Daendels, dulunya konon adalah kantin para serdadu Belanda menikmati santap siang dan istirahatnya, saat ini digunakan sebagai pusat kuliner malam, disepanjang jalan ini ke arah timur bangunan lebih ke fungsi militer dan keamanan, markas CPM, Polwil Pati, kejaksaan, rumah sakit tentara dan Kodim Pati sebagai pusat komando militer yang menaungi batalion dikaresiden Pati, mungkin disinilah dulu letak Markas Batalion "K" warisan Inggris yang akhirnya sampai saat ini digunakan sebagai kode plat nomor kendaraan di wilayah Eks karesidenan Pati, masih gagah dan terawat detail bangunannya.

Didepan Kodim Pati konon pernah berdiri Gerbang kota Pati dari arah barat yaitu tugu pentol yang tidak lagi tersisa, letaknya dipinggir kali (sungai) Jiglong yang legendaris, saat ini hanya tersisa 2 (dua) gerbang masuk kota Pati yang ikonik yaitu tugu pentol, pentol Blaru dari arah selatan dan pentol Godi diutara, satu lagi konon di jalan Pemuda keluar Pati arah Juwana, tepat nya dipertigaan Gemeces didepan toserba Ada.

Kembali ke jalan Panglima Sudirman nuansa kecil kolonial bisa kita nikmati ke arah alun alun, sekolah, gedung biara Alverna, Rumah sakit bersalin Panti Rukmi menunjukkan fungsi religi dan kemanusiaan sejak jaman itu.  Konsep Alun-alun adalah desain kota kota di Belanda dan Eropa sebagai pusat atau sentrum sebuah kota, disini juga berfungsi sebagai plaza tempat berkumpulnya warga berolah raga dan bersosialisasi.

Setelah alun alun kita juga bisa menikmati deretan rumah dan gedung SMPN 1 serta bangunan Polsek Pati kota yang masih kental desain kolonialnya. Tidak jauh dari situ terdapat Pecinan dengan deretan toko toko khas bangunan Tionghoa dan Klenteng Hok Tik Bio simbol pluralisme di Kota Pati yang menghargai keragaman.

Bila  kita ingin menikmati rumah para pejabat dan ambtenar kala itu jalan yg kita ambil dari lampu merah Puri kearah timur, jalan Semarang-Tuban banyak gedung dan hunian art deco serta indies yg berserak sepanjang jalan Diponegoro tersebut. Contoh bangunan nuansa art deco yang masih utuh dan  igunakan sebagai restoran adalah Omah Kuno 1868. Tetapi beberapa disepanjang jalan ini banyak yang rusak dan tidak terawat, ini terjadi selain berganti nya fungsi strategis Pati secara ekonomi dan politis  pasca kemerdekaan, yang cukup diambil alih Semarang sebagai ibukota propinsi serta kota kota disekitarnya yang mulai menggeliat mandiri setelah era itu. 

Pasang surut perkembangan Pati berimbas pada fungsi dan peranan bangunan bangunan sejarahnya, sudah seharusnya pemerintah daerah dapat menjadikan berbagai bangunan sejarah dan kolonial yang ada di kota Pati sebagai aset heritage dan cagar budaya yang harus dilestarikan.  Perlu langkah strategis dari stakeholders dukungan dari masyarakat dan peran serta aktif seluruh elemen untuk menginvetarisir dan melestarikan bangunan bangunan bersejarah dalam mewarnai perjalanan kota Pati. Langkah kongkrit yang bisa dilakukan adalah dengan payung hukum legislasi Perda cagar budaya. Berbagai event budaya serta reka ulang sejarah guna mengenalkan tempat sejarah tersebut.

Tutut Zatmiko (Guru dan Pemerhati Sejarah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Bupati Pati Nonaktif Sudewo Berlanjut

Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Bupati Pati Nonaktif Sudewo Berlanjut

Foto | Senin, 29 Juni 2026 | 18:17 WIB

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:58 WIB

Tim Hukum Sudewo Minta Hakim Uji Penggabungan Dakwaan DJKA dan Perangkat Desa

Tim Hukum Sudewo Minta Hakim Uji Penggabungan Dakwaan DJKA dan Perangkat Desa

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:10 WIB

Sudewo Jalani Sidang Perdana, Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp3,8 Miliar

Sudewo Jalani Sidang Perdana, Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp3,8 Miliar

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 17:54 WIB

Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot

Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:44 WIB

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Perangkat Desa Rp2,4 M! Libatkan 3 Kades Demi Kumpulkan Upeti

Eks Bupati Pati Sudewo Didakwa Peras Perangkat Desa Rp2,4 M! Libatkan 3 Kades Demi Kumpulkan Upeti

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:28 WIB

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:57 WIB

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:34 WIB

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:00 WIB

Pati Patni Aur Woh Do: Hadir dengan Cerita Cinta dan Salah Paham yang Lucu!

Pati Patni Aur Woh Do: Hadir dengan Cerita Cinta dan Salah Paham yang Lucu!

Your Say | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:31 WIB

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus

Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:28 WIB

×