Metro.Suara.com - Seorang remaja warga Desa Sukamaju, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, bernama Ahmad Roziqin, mengalami depresi usai dianiaya tetangganya. Kondisi pemuda 19 tahun itu kini masih linglung dan kerap mengamuk jika ingat peristiwa yang dialaminya.
Remaja yang dulu periang dan pernah bekerja di sebuah bengkel itu, kini sehari-hari hanya berdiam diri di rumah. Kadang ia mengisi waktu dengan membuat layang-layang, supaya tidak mengingat orang yang memukulnya.
Orang tua Roziqin kini hanya bisa pasrah menanti bantuan, sebab mereka tak tahu kemana lagi harus mengadu. Menurut mereka, sang anak mulai depresi 4 hari sejak dianiaya tetangganya, karena masalah utang piutang.
“Awalnya anak saya menagih utang ke temannya sebesar Rp10 ribu, tapi akhirnya malah mereka ribut. Temannya itu lalu mengadu ke orang tuanya. Karena tidak terima, ayahnya mencari anak saya dan menamparnya dua kali sampai jatuh saat ia istirahat kerja,” kisah Sukirah, ibu Roziqin, pada Rabu (5/10/2022).
Usai dipukul sampai berdarah, lanjut Sukirah, anaknya itu hanya mengobati sendiri. Namun karena terus kepikiran, Roziqin kerap mengamuk dan mencari orang memukulnya dengan membawa golok.
Orang tua Roziqin juga kerap jadi sasaran amuk anaknya tersebut. Masalah itu sudah dimediasi kepala desa setempat dan orang yang memukul Roziqin hanya memberi tali asih Rp500 ribu. Namun masalah itu tidak sampai ke hukum karena orang tua korban bingung apa yang harus dilakukan.
Kini keluarga korban masih terus berharap ada keajaiban, sehingga Roziqin bisa pulih dan kembali ceria seperti sedia kala. Keluarga korban yang tidak mampu secara ekonomi juga berharap ada bantuan dermawan untuk pengobatan sang anak. (*)