Belum lama ini, Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dilaporkan menggelar pertemuan di Istana Negara.
Banyak spekulasi beredar mengenai pertemuan ini, salah satu yang paling gencar diberitakan adalah terkait pencapresan Anies Baswedan yang telah resmi dideklarasikan oleh Partai NasDem.
Bukan hanya itu, belakangan malah beredar kabar bahwa Jokowi mencoba "cawe-cawe" dalam pencapresan Anies oleh Partai NasDem.
Seperti diperlihatkan di kanal YouTube LIDAH RAKYAT, Jokowi disebutkan menawarkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka untuk mengisi posisi calon wakil presiden Anies.
"Sampai Sumbang Tiket Pilpres! Jokowi Minta Surya Paloh Jadikan Gibran Sebagai Cawapres Anies!!" begitulah judul video tersebut, dikutip pada Selasa (31/1/2023).
Sementara di thumbnail-nya terlihat foto Paloh bersama para kader Partai NasDem, kemudian tampak pula potret Jokowi di bagian kanan. Lalu tampak pula foto Anies yang sedang berjabat tangan dengan Gibran di tengah-tengah sampul video tersebut.
"Tak Di Sangka !! Bikin Gempar Se-Indonesia. Jokowi Minta Surya Paloh Jadikan Gibran Cawapres Anies," tulis pemilik video di thumbnail-nya.
Video itu terlihat sudah ditonton ribuan kali dan meraup sejumlah komentar. Namun seperti apakah kebenaran video tersebut?
PENJELASAN
Baca Juga: Gebyar Sholawat Sumut Dihadiri Ribuan Jemaah, Edy Rahmayadi: Umat Islam Harus Berpolitik
Berdasarkan hasil penelusuran, ternyata video sama sekali tidak menampilkan informasi terkait Jokowi meminta Paloh menjadikan Gibran sebagai cawapres Anies.
Justru video menarasikan tanggapan pengamat politik Hendri Satrio terhadap pertemuan Jokowi dan Paloh pada Kamis (26/1/2023) sore.
Hensat berpandangan bahwa pertemuan itu untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi, bahkan sampai mengakibatkan komunikasi Paloh dan Jokowi terganggu.
Hensat juga sedikit membahas perihal kemungkinan reshuffle kabinet yang konon akan dilakukan Jokowi pada Rabu (1/2/2023) karena bertepatan dengan Rabu Pon.
Di sisi lain, Gibran memang pernah digadang-gadang menjadi cawapres Anies. Salah satu yang sempat menyuarakan adalah pengamat politik Rocky Gerung.
Namun Gibran sendiri menepisnya dan belakangan malah mengaku siap maju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta atau Jawa Tengah.
Sampai saat ini juga tidak ada informasi kredibel mengenai isi pembicaraan Paloh dan Jokowi, termasuk dugaan menawarkan Gibran sebagai cawapres Anies.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelusuran di atas, dapat disimpulkan bahwa video unggahan LIDAH RAKYAT itu tidak sesuai narasinya.
Faktanya video justru membahas tanggapan pengamat politik soal pertemuan Jokowi dan Paloh. Sementara itu, tidak ada informasi mengenai isi pembicaraan Jokowi dan Paloh.
Dengan demikian, video tersebut dapat dikategorikan sebagai hoaks.