Bharada E Divonis Penjara 1 Tahun 6 Bulan, Keinginan Mahfud MD Terkabul

Metro | Suara.com

Kamis, 16 Februari 2023 | 07:33 WIB
Bharada E Divonis Penjara 1 Tahun 6 Bulan, Keinginan Mahfud MD Terkabul
Menkopolhukam Mahfud MD. ([Twitter/@Miduk17])

Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya berharap hukuman Bharada E atau Richard Eliezer di bawah 12 tahun. Keinginan Mahfud MD tersebut terkabul pada Rabu (15/2/2023) ketika hakim memutuskan vonis untuk Bharada E.

Bharada E dijatuhi vonis hukuman penjara 1 tahun 6 bulan. Dengan demikian, vonis Bharada E berbeda dari vonis awal yang dijatuhkan padanya.

"Saya berharap dia turun dari 12 karena begini, itu skenario awal kasus ini bahwa Eliezer menembak Yoshua karena ditembak duluan lalu terjadi tembak-menembak. Nah, skenario itu dipertahankan sampai sebulan, dari tanggal 8 Juli sampai 8 Agustus," ucap Mahfud MD dalam cuplikan video yang dibagikan kembali oleh akun Twitter @Gladislagiwoy.

Skenario bohong yang disusun oleh Ferdy Sambo tersebut untuk menutupi fakta sebenarnya dengan tujuan kasus pembunuhan berencana Brigadir J dapat ditutup.

Tweet warganet soal Mahfud MD. [[screenshot]]
Tweet warganet soal Mahfud MD. (sumber: [screenshot])

"Apa tujuannya? Eliezer seperti muncul di persidangan, saya mengaku sebagai pembunuh menurut sidang pertama karena dijanjikan akan di SP3. Gampang SP3nya, saya membunuh karena saya ditembak duluan, saya bilang terjadi tembak-menembak, jadi dia bebas, kasus ini ditutup," tambah Mahfud MD.

Namun, Mahfud MD menghargai keberanian Bharada E untuk berkata jujur di persidangan. Richard Eliezer lantas membongkar banyak fakta dalam kematian Brigadir J.

"Tapi Eliezer itu dengan berani membuka bahwa ini adalah skenarionya Sambo, bahwa ini pembunuhan bukan tembak-menembak, sehingga saya berpikir kalau tidak ada Eliezer yang kemudian merubah keterangannya menjadi keterangan yang lebih menarik, kasus ini akan tertutup," ungkap Mahfud MD.

Poin-poin yang meringankan hukuman Bharada E mencakup bersikap sopan selama persidangan dan masih berusia muda, sudah dimaafkan oleh keluarga Brigadir J, dan Justice Collaborator. Sedangkan poin yang memberatkan Richard Eliezer adalah tidak menghargai hubungan baik dengan korban.

Meski begitu, keputusan hakim yang memberi vonis hukuman penjara 1 tahun 6 bulan mendapat pujian dari publik karena tak sedikit orang yang memang menginginkan hakim untuk meringankan hukuman Richard Eliezer.

"Pak Mahfud berharap vonis Bharada E atau Richard Eliezer diturunkan dari tuntutan jaksa. Gue setuju dengan Pak Mahfud, kalau nggak ada Eliezer kasus Sambo masih gelap dan mungkin Sambo cs akan bebas dari hukuman," tulis akun @Gladislagiwoy

"Terima kasih Eliezer, membuka dengan terang," komentar @sianturidoel

"Dia membuka tabir pembunuhan, di mana semua perwira diam seribu bahasa," tambah @JoeSamsung6

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Hadir di Persidangan, Orang Tua Bharada E Menangis Haru dan Sujud usai Dengar Vonis 1 Tahun 6 Bulan

Tak Hadir di Persidangan, Orang Tua Bharada E Menangis Haru dan Sujud usai Dengar Vonis 1 Tahun 6 Bulan

| Kamis, 16 Februari 2023 | 07:11 WIB

Berterima Kasih Ke Jokowi Dan Kapolri, Ibunda Berharap Richard Eliezer Tetap Jadi Anggota Polri

Berterima Kasih Ke Jokowi Dan Kapolri, Ibunda Berharap Richard Eliezer Tetap Jadi Anggota Polri

News | Kamis, 16 Februari 2023 | 06:17 WIB

Vonis RIngan untuk Bharada E Bikin Penggemar Terharu, Ini Sebab Orang Emosional saat Bahas Keadilan!

Vonis RIngan untuk Bharada E Bikin Penggemar Terharu, Ini Sebab Orang Emosional saat Bahas Keadilan!

Lifestyle | Kamis, 16 Februari 2023 | 06:10 WIB

Terkini

Tips Cegah Anak Laki-Laki Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual Verbal

Tips Cegah Anak Laki-Laki Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual Verbal

Sumbar | Kamis, 16 April 2026 | 10:54 WIB

5 Rekomendasi Foundation Lokal Terbaik, Kualitas Setara Brand High-End

5 Rekomendasi Foundation Lokal Terbaik, Kualitas Setara Brand High-End

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 10:51 WIB

Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS

Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS

Entertainment | Kamis, 16 April 2026 | 10:48 WIB

7 Bedak Wardah yang Tahan Lama untuk Kondangan, Mulai Rp30 Ribu

7 Bedak Wardah yang Tahan Lama untuk Kondangan, Mulai Rp30 Ribu

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules

7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

Salatiga dan Seni Merawat Perbedaan di Tengah Dunia yang Bising

Salatiga dan Seni Merawat Perbedaan di Tengah Dunia yang Bising

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

Terdakwa Kasus Peredaran 50 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Terdakwa Kasus Peredaran 50 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Sumbar | Kamis, 16 April 2026 | 10:40 WIB

Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan

Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 10:39 WIB

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:37 WIB

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:36 WIB