Uya Kuya mengaku dirinya sempat diminta untuk menghipnotis terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E untuk mendapat pengakuannya.
"Saya sebenernya sempat dipanggil untuk diminta menghipnotis icad," katanya kepada Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy yang diunggah kembali dalam akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, Rabu (22/2/2023).
Menurut dia, hal ini baru dia ceritakan ke aktivis Irma Hutabarat dan pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.
Namun, Uya mengungkapkan karena ada satu dan lain hal dirinya tidak jadi.
"Pada saat saya sudah bersedia, ada satu alasan yang akhirnya tidak jadi. Akhirnya saya tiga hari kemudian berangkat ke Amerika," jelasnya.
Unggahan ini pun langsung mendapat respons beragam dari para netizen.
![Uya Kuya dan Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy [(Instagram/@pembasmi.kehaluan.reall)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/02/22/1-uya.jpg)
"Apa gak sekalian suruh Sarah Wijayanto sama Risa buat panggil arwah alm brigadir J," komentar seorang netizen.
"Ntah kenapa dari dulu pas ada acara hipnotisnya om Kuya aku nggak ada percaya sama sekali sama gituan, kek settingan aja ga siiii," sahut yang ini.
"Mending hipnotis Bu PC dari situ terkuak semua," timpal lainnya.
Baca Juga: Tok! Ironi Nasib Doni Salmanan: Harta Benda Dirampas Untuk Negara
"Kalau hipnotis itu beneran, pasti gampang banget yah ngungkap kasus-kasus besar, pejabat harus dihipnotis sebulan sekali siapa tau ada yang korup," beber yang lain.
"Hipnotis bukannya nggak akan kerja kalau orangnya menolak ya," kata netizen ini.