Tertawa terbahak-bahak ternyata bisa membuat pahala puasa seorang umat Islam berkurang. Perkara ini dibeberkan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA.
"Puasakan juga mulut kita untuk tidak bicara hal negatif orang lain. Berbohong dan tertawa terbahak-bahak karena itu semua mengurangi pahala bahkan menggerogoti pahala puasa," kata Nasaruddin dikutip melalui ANTARA.
Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut lantas menceritakan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW pernah menegur sekelompok orang yang sedang tertawa terbahak-bahak.
Saat itu, Rasulullah SAW berkata, "Ingatlah demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, andaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis".
Mengutip dari salah satu hadis Nabi, seseorang yang sering tertawa lebar maka berkah di wajahnya bisa dicabut oleh Allah SWT. Hal ini lantaran gelak tawa bisa membuat pahala seorang umat Islam berkurang.
"Saya mengingatkan kepada kita semua, hati-hati," terangnya.
Nasaruddin lantas mengungkapkan bahwa seorang umat Islam disarankan untuk mengisi malam dengan air mata taubat daripada menghadiri pertemuan yang mengundang gelak tawa. Ia menjelaskan bahwa air mata taubat menjadi satu dari tiga air mata yang mustahil disentuh api neraka.
"Di malam hari itu, kita mestinya mengoreksi diri, betapa banyak dosa yang kita lakukan, betapa sedikit amal yang kita kumpulkan pada perjalanan menuju akhirat," pungkasnya.
Baca Juga: 4 Penjelasan Anak Buah Sri Mulyani Sanggah 'Jeritan' Soimah Soal Petugas Pajak