Sentil soal Chaos Politik, Anas Urbaningrum Ingatkan Perubahan Sistem Pemilu saat SBY Berkuasa

Metro

Senin, 29 Mei 2023 | 16:51 WIB
Sentil soal Chaos Politik, Anas Urbaningrum Ingatkan Perubahan Sistem Pemilu saat SBY Berkuasa
Anas Urbaningrum meminta SBY tak membuat gaduh dengan istilah chaos politik. Ingatkan perubahan sistem pemilu di era SBY. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mengkritik Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan bahwa perubahan sistem pemilu akan menyebabkan chaos politik.

Menurut Anas, yang melempar kritiknya di Twitter pada Minggu (28/5/2023), pernyataan SBY itu hanya bikin gaduh dan memicu kecemasan publik.

"Lebih baik Pak @SBYudhoyono tidak bicara chaos terkait dengan pergantian sistem pemilu di tengah jalan. Tidak elok bikin kecemasan dan kegaduhan," cecar Anas Urbaningrum sembari menyebut akun resmi SBY dalam cuitannya.

SBY sebelumnya merespons isu putusan MK soal sistem pemilu yang akan berubah menjadi sistem proporsional tertutup. Ia mengatakan jika isu itu benar, maka perubahan yang terjadi saat proses pemilu sudah dimulai akan memicu chaos politik.

"Ingat, DCS (Daftar Caleg Sementara) baru saja diserahkan kepada KPU. Pergantian sistem pemilu di tengah jalan bisa menimbulkan chaos politik,” beber SBY

Menanggapi kecemasan SBY ini, Anas Urbaningrum mengingatkan mantan rekan separtainya itu untuk melihat kembali pemilu 2009 silam.

"Perubahan sistem untuk pemilu tahun 2009 terjadi pasca putusan MK 23 Desember 2008. Pemungutan suaranya terjadi pada 9 April 2009. Pemilu 2009 terbukti berjalan lancar dan tidak ada chaos politik," ulas Anas.

"Maaf, sekadar menuliskan fakta kecil terkait pemilu 2009 yang juga terjadi pergantian sistem pemilu di tengah jalan. Tidak mungkin beliau lupa atas peristiwa pemilu 2009 tersebut yg alhamdulillah tidak terjadi chaos, melainkan baik-baik saja," lanjut Anas.

Lebih lanjut Anas, yang juga mantan ketua KPU, merinci soal perubahan sistem pemilu di era SBY. Ia mengatakan pemilu 2004 belum menggunakan sistem proporsional terbuka, tetapi

Perubahan baru terjadi setelah di 23 Desember 2008 MK memutuskan sistem proporsional dengan daftar calon terbuka.

Meski demikian Anas Urbaningrum menegaskan bahwa dirinya lebih setuju pada sistem terbuka. Ia mengatakan jika MK memutuskan untuk kembali ke sistem tertutup, maka ini adalah langkah mundur dalam demokrasi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Catatan Tebal Kontroversi Denny Indrayana, Kini Bocorkan Isu MK Ubah Sistem Pemilu 2024

Catatan Tebal Kontroversi Denny Indrayana, Kini Bocorkan Isu MK Ubah Sistem Pemilu 2024

News | Senin, 29 Mei 2023 | 16:38 WIB

Mantan-mantan Ketua MK Serang Denny Indrayana: Dia Pantas Dihukum

Mantan-mantan Ketua MK Serang Denny Indrayana: Dia Pantas Dihukum

Metro | Senin, 29 Mei 2023 | 15:25 WIB

Mahfud MD Minta MK Usut Pihak Internal yang Bocorkan Putusan Gugatan Sistem Pemilu Tertutup

Mahfud MD Minta MK Usut Pihak Internal yang Bocorkan Putusan Gugatan Sistem Pemilu Tertutup

News | Senin, 29 Mei 2023 | 14:59 WIB

Terkini

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

×