Pengamat Militer Ungkap 3 PR KSAL Baru Laksamana Muhammad Ali

Suara Moots

Rabu, 28 Desember 2022 | 20:21 WIB
Pengamat Militer Ungkap 3 PR KSAL Baru Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (28/12/2022). ([ANTARA/Desca Lidya Natalia])

Pengamat militer Anton Aliabbas menyebutkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) yang baru, Laksamana TNI Muhammad Ali.

"Pertama, memastikan roda regenerasi di TNI AL berjalan," kata Anton di Jakarta, Rabu (28/12/2022).

Menurut dia, penunjukan Ali sebagai KSAL sedikit banyak memberi harapan berjalannya regenerasi di matra laut. Karena Ali adalah kandidat KSAL yang memiliki usia pensiun paling panjang dari delapan perwira tinggi Laksamana Madya TNI AL.

Apalagi, kata dia, sejauh ini matra laut tidak imun dengan problem surplus pamen senior dan perwira tinggi.

Karena itu, kata Anton, bersama Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Ali semestinya dapat mencari formula dalam mengatasi masalah ini.

Hal itu mengingat program kerja prioritas Panglima TNI adalah membangun SDM prajurit sehingga hendaknya program tersebut bisa terefleksi dalam pemuktahiran mekanisme pembinaan karir prajurit.

"Dalam titik ini, konsistensi implementasi kebijakan promosi, mutasi, dan demosi karier prajurit menjadi krusial. Jangan sampai justru fenomena favoritisme terhadap klik, kelompok atau angkatan tertentu menjadi marak. Inkonsistensi hanya akan menambah kompleksitas dan beban Ali dalam memimpin TNI AL," kata Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) itu.

Tentunya, papar dia, penataan karier prajurit tidak mesti diikuti dengan pemekaran struktur organisasi TNI AL. Laksamana Ali semestinya dapat melakukan kaji ulang terkait struktur TNI AL yang ada.

"Jangan sampai ide penambahan-penambahan pos jabatan atau struktur baru justru menjadikan organisasi semakin gemuk dan tidak efektif," tuturnya.

baca juga

Kedua, kata Anton, KSAL baru perlu memperkuat upaya modernisasi alutsista karena Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sudah memastikan pemenuhan MEF tahap 3 yang akan berakhir pada 2024 akan meleset dari target 100 persen.

"Meski demikian, tetap ada ruang bagi Kasal baru untuk membuat kebijakan guna memperkaya kualitas pengadaan dan modernisasi alutsista," ujar Anton.

Selain dengan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi proses pengadaan, Laksamana Ali dapat membantu membangun formulasi dalam pengelolaan pemeliharaan dan perawatan (harwat) alutsista.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa kesiapan alutsista TNI AL masih jauh dari harapan. Keragaman alutsista yang dimiliki telah membawa kompleksitas tersendiri dalam harwat alutsista," katanya.

Karena itu, ketersediaan daftar identifikasi semua jenis alutsista TNI AL akan menjadi penting untuk menghitung life cycle cost alutsista.

Daftar ini kelak akan menjadi pijakan bagi Kemhan, Bappenas, dan Mabes TNI untuk menyusun formula terkait harwat. Dengan demikian, proses harwat tidak lagi berdasarkan selera melainkan berbasis data akurat.

Selain itu, Ali dapat mengintensifkan agenda transformasi TNI AL. Agenda tersebut hendaknya menargetkan adanya peningkatan signifikan hari patroli dan kesiapan armada TNI AL.

"Maka, penyederhanaan jenis dan fungsi armada yang dimiliki TNI AL semestinya menjadi sentral agenda ini. Penyederhanaan jenis armada tentu saja dapat menekan tingginya anggaran harwat," ucapnya.

Dengan demikian, tambah dia, skala prioritas baru dalam rangka modernisasi alutsista TNI AL dapat disusun dengan baik di tengah keterbatasan porsi anggaran pertahanan. Berbekal pengalaman sebagai mantan Asisten Perencanaan Kasal, katanya,  Ali jelas mampu menyiapkan dan mengeksekusi agenda ini.

Ketiga, mendukung peningkatan interoperabilitas TNI. Sebagai mantan Panglima Kogabwilhan I, tambah dia, Ali tentu sudah memiliki pemahaman dan pengalaman dalam memperkuat interoperabilitas TNI.

"Dengan kondisi ancaman keamanan maritim yang dinamis, Ali tidak punya pilihan selain mendukung upaya peningkatan interoperabilitas dan kesiapsiagaan matra laut dalam menghadapi kemungkinan terburuk," papar Anton. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siap-siap! Dilantik Jadi KSAL, Ancaman Ini Harus Dihadapi Muhammad Ali

Siap-siap! Dilantik Jadi KSAL, Ancaman Ini Harus Dihadapi Muhammad Ali

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 19:21 WIB

Profil Laksamana Muhammad Ali, Kepala Angkatan Laut Baru Pengganti Yudo Margono

Profil Laksamana Muhammad Ali, Kepala Angkatan Laut Baru Pengganti Yudo Margono

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 17:38 WIB

Dilantik Jokowi Jadi KSAL, Profil Laksamana TNI Muhammad Ali: Pernah Jadi Ajudan Wapres Boediono

Dilantik Jokowi Jadi KSAL, Profil Laksamana TNI Muhammad Ali: Pernah Jadi Ajudan Wapres Boediono

Moots | Rabu, 28 Desember 2022 | 17:20 WIB

Terkini

Yordania Siap Tanding Lawan Timnas Indonesia, PSSI Malah Bilang Begini

Yordania Siap Tanding Lawan Timnas Indonesia, PSSI Malah Bilang Begini

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 10:39 WIB

Penerbangan di Bandara Sydney Lumpuh karena Kekurangan Personel Air Traffic Controller

Penerbangan di Bandara Sydney Lumpuh karena Kekurangan Personel Air Traffic Controller

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:36 WIB

Penjaga Kebun Sawit di Langkat Tewas Dibunuh 2 Rekannya, Ini Pemicunya

Penjaga Kebun Sawit di Langkat Tewas Dibunuh 2 Rekannya, Ini Pemicunya

Sumut | Jum'at, 11 September 2026 | 10:35 WIB

Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, Malaysia: Indonesia Belum Beri Lampu Hijau

Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, Malaysia: Indonesia Belum Beri Lampu Hijau

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:33 WIB

Ini Arti Mimpi Melihat Orang Meningga Menurut Pandangan Psikologi dan Primbon Jawa

Ini Arti Mimpi Melihat Orang Meningga Menurut Pandangan Psikologi dan Primbon Jawa

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 10:29 WIB

KPAI Pertanyakan Dapur MBG Belum Kantongi SLHS tapi Tetap Beroperasi

KPAI Pertanyakan Dapur MBG Belum Kantongi SLHS tapi Tetap Beroperasi

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:28 WIB

Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya

Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 10:26 WIB

Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:24 WIB

Stella Rissa hingga Auguste Soesastro, Ini Cara Desainer Indonesia Manfaatkan AI

Stella Rissa hingga Auguste Soesastro, Ini Cara Desainer Indonesia Manfaatkan AI

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 10:22 WIB

Pilot Kedua Ditangkap, Sindikat Penyelundupan Narkoba Indonesia-Malaysia Makin Terbongkar

Pilot Kedua Ditangkap, Sindikat Penyelundupan Narkoba Indonesia-Malaysia Makin Terbongkar

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:22 WIB

×