- Pemerintah Malaysia menunggu konfirmasi Indonesia terkait penggunaan aset bantuan pemadaman kebakaran hutan dan kabut asap.
- Menteri Fahmi Fadzil menyatakan daftar aset telah diserahkan namun belum ada kejelasan bentuk kerja sama resmi.
- Perdana Menteri Anwar Ibrahim mendesak peningkatan mekanisme ASEAN agar penanganan kabut asap lintas batas lebih efektif.
Suara.com - Malaysia masih menunggu konfirmasi dari pemerintah Indonesia terkait penggunaan aset Malaysia untuk membantu menangani kebakaran hutan yang memicu kabut asap lintas batas.
Menteri Komunikasi sekaligus juru bicara pemerintah Malaysia, Fahmi Fadzil, mengatakan daftar aset yang dapat dikerahkan untuk membantu Indonesia telah disampaikan kepada pihak terkait.
Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai bentuk kerja sama yang memungkinkan aset Malaysia digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran di Indonesia.
“Badan Nasional Pengelolaan Bencana (Nadma) dan Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra) telah menyampaikan kepada Kabinet bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan untuk membantu negara tetangga telah disampaikan,” kata Fahmi dalam konferensi pers setelah rapat Kabinet dinukil dari Free Malaysia Today.
“Namun hingga sekarang, belum ada konfirmasi mengenai bentuk kerja sama apa pun untuk menggunakan aset dari Malaysia guna membantu memadamkan kebakaran dan sebagainya,” lanjutnya.
![Malaysia Tetapkan Darurat Kabut Asap, Begini Curhatan Warga Serawak: Jangan Lockdown [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/05/74787-distrik-serian-serawak.jpg)
Malaysia Siapkan Aset
Fahmi mengatakan kesiapan Malaysia merupakan bagian dari upaya membantu negara tetangga menghadapi kebakaran hutan yang berdampak terhadap kualitas udara di kawasan.
Meski demikian, pengerahan aset tetap membutuhkan persetujuan dari Indonesia sebagai negara yang terdampak langsung oleh kebakaran.
Isu kabut asap lintas batas kembali menjadi perhatian setelah kondisi udara di sejumlah wilayah terdampak asap dari kebakaran hutan dan lahan.
Anwar Dorong Mekanisme ASEAN Diperkuat
Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta mekanisme ASEAN dalam menangani persoalan kabut asap lintas batas diperbaiki.
Menurut Anwar, mekanisme yang sudah ada perlu ditingkatkan agar negara-negara ASEAN dapat merespons persoalan tersebut secara lebih efektif.
Ia menilai isu kabut asap harus mendapat perhatian serius dari para menteri terkait di tingkat ASEAN karena dampaknya menyentuh kehidupan masyarakat.
Anwar secara khusus menyoroti kelompok rentan seperti anak-anak dan bayi yang dapat terdampak oleh buruknya kualitas udara akibat kabut asap.