Suara.com - Komandan Satgas Tanggap Darurat Asap Riau, Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto, mengatakan sebanyak 180 prajurit TNI AD tengah memburu perambah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, yang mengakibatkan kebakaran dan asap pekat di Riau.
"Sebanyak 180 personel yang dipimpin oleh Dandim Bengkalis sudah diterjunkan ke Giam Siak Kecil dengan senjata lengkap, dan mereka sudah melakukan operasi," kata Brigjen Prihadi Agus di Posko Tanggap Darurat Asap Riau, Pekanbaru, Minggu (2/3/2014).
Dikatakan, sudah dua hari terakhir pasukan darat digerakkan ke lokasi tersebut untuk melakukan penertiban terhadap perambahan yang melakukan pembakaran. Mereka juga akan membantu operasi pemadaman bersama pasukan udara.
"Gubuk-gubuk perambah sudah kami bakar dan alat-alat untuk menebangi pohon sudah kami sita. Saya juga memerintahkan penangkapan terdapat pelaku," ujarnya.
Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono menambahkan bagwa dua tersangka pembakar lahan di kawasan cagar biosfer berstatus buron karena melarikan diri ke Sumatera Utara.
"Dua tersangka kabur ke Sumatera Utara, kami sudah memasukkan mereka dalam daftar pencarian orang," katanya.
Ia mengatakan, dua pelaku tersebut merupakan pemodal yang menyuruh orang lain untuk merambah cagar biosfer. Para perambah itu kemudian membuka lahan dengan cara membakar yang menimbulkan asap pekat dan hingga kini terus menyelimuti Kota Pekanbaru. (Antara)
Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa luas kebakaran lahan dan hutan di Riau mencapai 7.972 hektare (ha). Kebakaran paling luas berada di Kabupaten Bengkalis mencapai 3.513 ha, di mana ratusan hektare berada di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang diakui oleh UNESCO.