Di Tengah Hujan, Jokowi Bicara Pencapresan di Luar Pagar Balai Kota

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Senin, 17 Maret 2014 | 18:58 WIB
Di Tengah Hujan, Jokowi Bicara Pencapresan di Luar Pagar Balai Kota
Warga lereng Merapi melakukan istighosah dukung capres Jokowi di Boyolali, Sabtu (15/3). [Antara/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menepati janjinya untuk membicarakan masalah pencapresan dirinya oleh PDI Perjuangan (PDIP) di luar pagar Balai Kota DKI.

Senin (17/3/2014) sore, Jokowi yang baru keluar dari kantornya, memang langsung diserbu pewarta. Para pewarta yang telah menunggu ini langsung menanyakan soal pencapresan, namun Jokowi masih menolak menjawab.

"Ini masih di dalam Balaikota. Enggak mau saya. Kalau mau, keluar," tuturnya.

"Ayo keluar dah, Pak. Tapi bapak jangan kabur, ya," pinta para pewarta pula.

Saat itu, Jokowi sempat menjelaskan permasalahan Jakarta yang saat ini ditanganinya, antara lain yaitu masalah transportasi. Namun, tidak sampai 10 menit berbicara, Jokowi langsung menaiki mobilnya untuk pulang. Tapi dia sempat memberi kode kepada pewarta yang ingin menanyakan masalah pencapresan dirinya.

Pewarta yang hadir pun langsung berlarian menuju pintu keluar Balaikota DKI. Tujuannya adalah untuk mencegat mobil Jokowi, sekaligus menagih janjinya sebelumnya.

Namun Jokowi bukannya keluar dari gerbang keluar, malah memutar mobilnya dan keluar lewat pintu masuk. Dengan sigap, para pewarta pun lantas ikut berputar haluan, menuju pintu keluar untuk mencegat Jokowi.

"Dibilang di luar pagar, ditungguin. Siapa yang bilang kabur tadi? Hehehe," kata Jokowi, sembari turun dari mobilnya setelah melintasi pagar Balaikota.

Pewarta yang sudah menyimpan sejumlah pertanyaan pun saat itu langsung mencecar Jokowi terkait pencapresannya. Namun, hujan turun yang mulai secara perlahan, sempat membuat Jokowi dan pewarta yang ada harus kehujanan.

"Biar kehujanan semua, biar masuk angin. Hahaha," kata Jokowi di sela-sela wawancara.

"Jangan ke situ, ke sini," kata Jokowi lagi, saat meminta ajudannya memayungi dirinya.

"Ayo, mau tanya apa lagi? Mau berapa jam? Saya temani," kata Jokowi, yang disambut tawa pewarta, sebelum kemudian Gubernur DKI itu memasuki mobilnya meninggalkan Balai Kota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Dampak Negatif Golput terhadap Pembangunan

3 Dampak Negatif Golput terhadap Pembangunan

News | Senin, 17 Maret 2014 | 17:09 WIB

Jokowi Diibaratkan Soekarno yang Mampu Bangun Senayan dan Monas

Jokowi Diibaratkan Soekarno yang Mampu Bangun Senayan dan Monas

News | Senin, 17 Maret 2014 | 16:40 WIB

Bukan Cuma Jurkam, Ahmad Dhani Juga Bikin "Jingle" PKB

Bukan Cuma Jurkam, Ahmad Dhani Juga Bikin "Jingle" PKB

Entertainment | Senin, 17 Maret 2014 | 16:18 WIB

Ahmad Dhani Resmi jadi Jurkam PKB

Ahmad Dhani Resmi jadi Jurkam PKB

Entertainment | Senin, 17 Maret 2014 | 16:05 WIB

Terkini

Kritik Penyangkalan Negara, Guru Besar UI Desak Pengakuan atas Tragedi Pemerkosaan Massal 1998

Kritik Penyangkalan Negara, Guru Besar UI Desak Pengakuan atas Tragedi Pemerkosaan Massal 1998

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:12 WIB

KPK Dinilai Lampaui Kewenangan Soal Batas Jabatan Ketum Parpol, DPR: Itu Ahistoris

KPK Dinilai Lampaui Kewenangan Soal Batas Jabatan Ketum Parpol, DPR: Itu Ahistoris

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:12 WIB

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:09 WIB

Burhanuddin Muhtadi Sebut Regenerasi Parpol Gridlock: Bukan Lagi Macet, Tapi Buntu Total

Burhanuddin Muhtadi Sebut Regenerasi Parpol Gridlock: Bukan Lagi Macet, Tapi Buntu Total

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:02 WIB

Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan

Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:46 WIB

Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis

Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:40 WIB

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:38 WIB

Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya

Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:34 WIB

LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?

LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:28 WIB

Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik

Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:27 WIB