4 Teori Paling Populer Soal Hilangnya MAS MH370

Ruben Setiawan | Suara.com

Selasa, 18 Maret 2014 | 17:01 WIB
4 Teori Paling Populer Soal Hilangnya MAS MH370
Pesan dan harapan untuk keluarga penumpang MH370. (Reuters/Samsul Said)

Suara.com - Beberapa teori baru yang diduga menjadi penyebab hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 mengemuka. Teori-teori tersebut muncul seiring dengan meluasnya zona operasi pencarian pesawat yang melibatkan 26 negara.

Berikut adalah 4 yang terpopuler di antara sekian banyak teori yang muncul. Meski populer, semuanya masih sebatas spekulasi.

1. Terbang dalam "bayangan" pesawat lain.

Teori ini disampaikan oleh sejumlah pilot dan pengamat dunia penerbangan. Menurut mereka, kemungkinan pesawat MAS membuntuti pesawat lain untuk menghindari pantauan radar. Menurut Malaysian Insider, mengutip seorang pilot yang tidak mau disebut namanya, siapapun yang ada dalam kokpit pesawat mematikan lampu pesawat dan terbang dalam kegelapan malam. Kemudian, tanpa sepengetahuan siapapun, mereka terbang beberapa kilometer di atas pesawat lain. Mereka bisa mencari pesawat lain dengan memantau percakapan di radio.

Di layar radar darat, pesawat akan tampak sebagai satu atau dua "titik" tergantung seberapa dekat jarak keduanya, namun tidak akan terlalu mencolok. Sesampainya di daratan Cina, pesawat bisa saja menjauh dari pesawat yang dibuntuti dan mendarat di tempat tujuannya. Namun, mereka yang membuat teori ini juga mengakui sulitnya membuntuti pesawat lain di malam hari, tanpa bantuan radar.

2. Terbang "nap of the earth" (NOE) atau "sedekat mungkin dengan bumi"

Menurut teori yang dimuat di Slate ini, MH370 mungkin terbang rendah dengan ketinggian 5.000 kaki, atau bahkan lebih rendah untuk menghindari pantauan radar sipil setelah pesawat itu berbalik arah dari rute semula. Dengan terbang rendah, atau yang dikenal dengan istilah "nap to the earth", pesawat terbang sangat dekat dengan permukaan bumi untuk menghindari pantauan radar. "NAP" di sini merupakan singkatan dari "near as possible" atau "sedekat mungkin". Teori ini bisa menjelaskan mengapa pesawat bisa melenggang bebas menembus zona udara berbagai negara tanpa terpantau radar. Namun, konsekuensi terbang rendah, pesawat boros bahan bakar dan kecepatan menurun.

3. Terrain Masking

Siapapun yang mengendalikan MH370 memakai teknik "terrain masking" untuk menghindari deteksi radar. Artinya, pesawat terbang menyusuri punggung pegunungan dan perbukitan sehingga radar tidak mampu mendeteksi keberadaannya. Menurut Profesor Jason Middleton, kepala fakultas penerbangan Universitas New South Wales seperti dilansir Guardian, gelombang radar memancar lurus sehingga tidak bisa menembus perbukitan. Maka, pesawat yang terbang di balik punggung bukit, tidak akan terlihat radar. Tetapi, menerbangkan pesawat sebesar Boeing 777-200 di medan pegunungan akan sangat sulit dan membahayakan.

4. Cyber-hijacking atau pembajakan melalui dunia maya.

Teori ini disampaikan oleh pakar anti teroris Inggris, Sally Leivesley. Menurut dia, sistem pesawat diretas oleh oknum tertentu dari jarak jauh. Sally, yang merupakan mantan penasehat keilmuan Departemen Dalam Negeri Inggris mengatakan, pesawat kemungkinan dikendalikan menggunakan telepon genggam ataupun perangkat USB. Si peretas bisa mengubah kecepatan pesawat, ketinggian dan arah dengan cara mengirim sinyal radio ke sistem manajemen terbang pesawat. Si peretas bisa saja mendaratkan atau menjatuhkan pesawat di mana saja. Namun teori itu dibantah sejumlah pakar lain. Mereka menyangkal kalau seseorang bisa meretas pesawat dengan sebuah telepon genggam. (The Strait Times)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MH318 Tujuan Kuala Lumpur-Beijing

MH318 Tujuan Kuala Lumpur-Beijing

Foto | Selasa, 18 Maret 2014 | 16:13 WIB

Australia: Pesawat MAS MH370 Seperti "Jarum di Tumpukan Jerami"

Australia: Pesawat MAS MH370 Seperti "Jarum di Tumpukan Jerami"

News | Selasa, 18 Maret 2014 | 15:32 WIB

Pemimpin Oposisi Malaysia Akui Pilot MAS MH370 Sebagai Kerabatnya

Pemimpin Oposisi Malaysia Akui Pilot MAS MH370 Sebagai Kerabatnya

News | Selasa, 18 Maret 2014 | 15:01 WIB

Keluarga Penumpang MH370 Ancam Lakukan Mogok Makan

Keluarga Penumpang MH370 Ancam Lakukan Mogok Makan

News | Selasa, 18 Maret 2014 | 14:51 WIB

Pesawat Malaysia Airlines Juga Bawa 3 Ton Manggis di Kargonya

Pesawat Malaysia Airlines Juga Bawa 3 Ton Manggis di Kargonya

News | Selasa, 18 Maret 2014 | 13:31 WIB

MH370 Masih Hilang, BASARNAS Tindak Lanjuti Pengakuan Nelayan

MH370 Masih Hilang, BASARNAS Tindak Lanjuti Pengakuan Nelayan

News | Selasa, 18 Maret 2014 | 12:31 WIB

Hilangnya MH370 Terlama di Sepanjang Sejarah Penerbangan Modern

Hilangnya MH370 Terlama di Sepanjang Sejarah Penerbangan Modern

News | Selasa, 18 Maret 2014 | 18:02 WIB

Terkini

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:40 WIB

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:34 WIB

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:18 WIB

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:48 WIB

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:43 WIB

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:36 WIB