Murdough Sang Veteran Tewas "Terpanggang" Suhu Tinggi dalam Penjara

Kamis, 20 Maret 2014 | 22:30 WIB
Murdough Sang Veteran Tewas "Terpanggang" Suhu Tinggi dalam Penjara
Ilustrasi (Shutterstock/Pakhnyushcha)

Suara.com - Seorang tunawisma veteran perang yang kebetulan juga memiliki masalah mental, harus tewas "terpanggang" dalam sel penjaranya di Rikers Island, wilayah New York, Amerika Serikat (AS), bulan lalu. Lelaki malang itu dilaporkan harus kehilangan nyawa ketika suhu udara saat itu mencapai lebih dari 100 derajat Fahrenheit (di atas 38 derajat Celcius).

Sebagaimana keterangan beberapa pejabat berwenang New York City yang dikutip Associated Press, Kamis (20/3/2014) ini, masalahnya adalah ketika itu, James Murdough (56 tahun) sang tahanan, tidak membuka ventilasi (jendela) pada selnya yang mestinya bisa memasukkan udara segar sekaligus menurunkan suhu di dalam. Sebagian besar penghuni penjara lainnya biasa melakukan itu.

Hanya saja masalahnya lagi, Murdough diketahui menderita masalah kesehatan mental. Lebih dari itu, menurut keterangan pejabat berwenang pula, petugas penjara sempat beberapa jam lamanya tak memeriksa kondisi lelaki tersebut. Hal terakhir inilah yang tergolong menyalahi prosedur standar dalam penjara di AS.

Disebutkan, Murdough sendiri awalnya ditempatkan di Rikers Island untuk tujuan observasi. Di sana, dia kemudian diketahui mengkonsumsi obat-obatan anti-psikotik dan anti-kejang. Dia sebelumnya ditahan atas dakwaan memasuki properti orang secara ilegal, serta ditempatkan di lokasi khusus tahanan yang memiliki masalah mental.

Berdasarkan keterangan pejabat berwenang pula, obat-obatan yang dikonsumsi Murdough berpotensi membuatnya lebih rentan terhadap panas. Salah satu laporan otopsi awal menyimpulkan bahwa dia meninggal karena dehidrasi luar biasa, atau stroke akibat panas. Catatan laporan lain menyebutkan bahwa suhu tubuhnya sama tingginya dengan suhu ruangan saat itu. Meskipun kemudian, pihak pemeriksa medis menyarankan adanya pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan.

Kejadian ini kontan mendatangkan keprihatinan sekaligus lontaran kritik dari banyak orang. Beberapa bahkan langsung meminta pihak penjara untuk dimintai pertanggungjawaban.

"Jadi, Tuan Murdough melanggar undang-undang terkait melintasi properti orang. Jadi lalu, dia harus menjalani akibatnya (kesalahan itu) dengan masuk penjara. Tapi kemudian, sistem penjara telah melakukan kejahatan yang lebih serius terhadapnya. Dan pertanyaannya adalah, apakah mereka (otoritas berwenang) akan dimintai pertanggungjawaban?" ungkap pengacara Jennifer Parish dari Mental Health Project-nya Urban Justice Center.

Juru bicara dari Departemen Pemasyarakatan, Robin Campbell, mengakui jika suhu udara saat itu luar biasa tingginya. Namun dia menyampaikan pembelaan dengan menyebut bahwa tindakan yang dibutuhkan sudah dilakukan (oleh pihak penjara) demi mengatasinya. Tapi yang jelas, salah satu aturan standar penjara mewajibkan tahanan yang ada di unit observasi mental untuk dicek setiap 15 menit, demi mengantisipasi kemungkinan upaya bunuh diri. (RT.com/AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI