Riset Situs Gunung Padang Tak Bisa Lanjut Bila Tak Dipugar

Siswanto

Rabu, 30 April 2014 | 23:49 WIB
Riset Situs Gunung Padang Tak Bisa Lanjut Bila Tak Dipugar
Ilustrasi: mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Jurusan Arkeologi UGM melakukan eskavasi struktur batu bata di areal candi Mendut (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Suara.com - Peneliti geologi dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman Natawidjaya mengatakan penelitian situs Gunung Padang di wilayah Cianjur, Jawa Barat, tidak dapat berlanjut jika pemugaran tidak berjalan, dan karena itu keduanya harus dilakukan berbarengan.

"Karena selanjutnya eskavasi harus intensif, komprehensif dan itu harus dibarengkan dengan pemugaran atau prapemugaran. Kalau tidak penelitian bisa berhenti," kata Danny, Rabu (30/4/2014).

Menurut dia, jika penelitian tidak dibarengi pemugaran, maka akan merusak situs. Pemugaran yang dibarengi penelitian akan membuat persiapan menjadi lebih baik dan bisa diarahkan untuk restorasi sehingga tidak merusak situs.

Selain itu, kata dia, pemugaran pun dapat dilakukan dengan hasil lebih baik jika sudah diketahui apa yang ada di dalam situs atau di bawah situs.

Ketua Tim Terpadu Riset Mandiri Situs Gunung Padang Ali Akbar mengatakan penelitian yang dilakukan bersamaan dengan pemugaran tidak akan menimbulkan masalah apa-apa karena pola seperti itu diterapkan pada hampir semua candi.

"Di semua candi itu yang terjadi. Candi kecil saja dipugar, apalagi besar seperti ini," ujar dia.

Ia menyarankan penelitian berjalan bersamaan dengan pemugaran karena jika harus menunggu penelitian situs tersebut akan memakan waktu yang lama.

Dia memperkirakan dana untuk memugar situs itu akan jauh lebih besar dari dana pemugaran Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, yang saat itu mencapai 25 juta dolar AS.

Peneliti TTRM Gunung Padang memperkirakan ukuran situs tersebut 10 kali lebih besar dari Candi Borobudur.

Dari segi usia, berdasarkan uji karbon laboratorium BATAN dan Beta Analytic USA, diketahui angka tahun sampel karbon di dekat permukaan teras Gunung Padang menghasilkan angka 3025 tahun lalu, 3630 tahun lalu, dan 2500 tahun lalu.

Sedangkan karbon yang diambil dari tanah yang mengisi antarbatu kolom di lapisan tiga menghasilkan umur 16.865 tahun lalu sampai 28.310 tahun lalu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ruangan yang Ditemukan di Dalam Gunung Padang Diteliti Lagi

Ruangan yang Ditemukan di Dalam Gunung Padang Diteliti Lagi

News | Rabu, 30 April 2014 | 22:31 WIB

Kunjungi Situs Gunung Padang, SBY Naik KA Pariwisata Pangrango

Kunjungi Situs Gunung Padang, SBY Naik KA Pariwisata Pangrango

News | Selasa, 25 Februari 2014 | 14:12 WIB

Terkini

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:04 WIB

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Jakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:43 WIB

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:38 WIB

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:32 WIB

×