Dewan Pers: Jelang Pilpres, Pemberitaan Televisi Tidak Berimbang

Doddy Rosadi | Suara.com

Selasa, 03 Juni 2014 | 12:20 WIB
Dewan Pers: Jelang Pilpres, Pemberitaan Televisi Tidak Berimbang
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Televisi yang berafiliasi dengan salah satu capres dan cawapres disinyalir lebih memberitakan calonnya dibandingkan mengedepankan aspek pemberitaan yang berimbang dari sisi durasi pemberitaan dan frekuensi segmen pemberitaannya.

Anggota Dewan Pers Bekti Nugroho mengatakan, calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo–Hatta lebih banyak diberitakan di Stasiun Televisi TV One (36.561 detik), MNC TV (5.116 detik), ANTV (3.223 detik) RCTI (4.714 detik) dan Global TV (2.690 detik) dibandingkan pasangan lainnya.

Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi – JK lebih banyak ditayangkan di Metro TV (37.577 detik), SCTV (6.089 detik), dan Indosiar (3.354 detik).  Di Metro TV, pemberitaan Jokowi – JK dari dari 187 item  (positif 184 segmen dan negatif 3 item ),  Prabowo - Hatta dari 90 item  (positif 86 segmen dan negatif 24 segmen).

“Contoh pemberitaan negatif antara lain pada 19 Mei di program Metro Siang,  deklarasi Capres dan Cawapres menampilkan profil Jokowi –JK tapi diselingi biografi Prabowo justru yang ditampilkan tentang temuan TGPF tentang keterlibatan Prabowo dalam kasus HAM - Mei 1998.  Berita klip diulang pukul 15.40,” kata Bekti dalam surat elektronik yang diterima suara.com, Selasa (3/6/2014).

Contoh kedua yang ditayangan pada tangal 24 Mei 2014, pada pukul 04.47 WIB dan kembali ditayangakan pada pukul 08.23 saat pemberitaan “Dana Haji Jerat Menteri Agama” terdapat narator yang menyatakan SDA sebagai ketua partai PPP yang mendukung pencapresan Prabowo tersandung korupsi.

Stasiun televisi TV One, penilaian pemberitaan terhadap Jokowi – JK dari 79 segmen (positif 73 segmen dan negatif 6 segmen), sedangkan pemberitaan untuk  Prabowo Hatta dari 157 segmen (positif 153 segmen dan Netral 4 segmen).

Stasiun televisi Trans 7, penilaian pemberitaan terhadap Jokowi – JK dari 15 segmen seluruhnya bernada positif, sedangkan pemberitaan untuk Prabowo -  Hatta dari 15 segmen segmen seluruhnya bernada positif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden SBY Sentil Siaran Dua Televisi Jelang Pilpres 2014

Presiden SBY Sentil Siaran Dua Televisi Jelang Pilpres 2014

News | Selasa, 03 Juni 2014 | 11:44 WIB

13 Instruksi Penting Presiden SBY Jelang Pilpres 2014

13 Instruksi Penting Presiden SBY Jelang Pilpres 2014

News | Selasa, 03 Juni 2014 | 11:15 WIB

Terkini

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB

JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri

JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:13 WIB

8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar

8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:10 WIB

6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh

6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:48 WIB

Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul

Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:35 WIB

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:53 WIB

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:44 WIB

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB