Ujian untuk Jokowi Sebelum Didukung Penuh Kiai NU

Siswanto Suara.Com
Selasa, 03 Juni 2014 | 18:06 WIB
Ujian untuk Jokowi Sebelum Didukung Penuh Kiai NU
Silaturahmi keluarga besar purnawirawan perwira TNI dan POLRI dengan Capres Joko Widodo di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/6). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Azis Mansur (Kyai Azis) meminta semua kader PKB mendukung penuh pasangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden Jusuf Kalla (JK) di Pemilu Presiden yang akan diselenggarakan pada 9 Juli 2014.

"Ini keputusan, saya minta Cak Imin (Muhaimin Iskandar), supaya PKB diajak dukung Jokowi," kata Kiai Azis saat memberikan sambutan di acara silaturahmi Nasional Alim Ulama PKB di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) itu menambahkan Cak Imin -- Ketua Umum PKB -- sudah memintanya untuk membuat keputusan menjelang Pemilu Presiden.

"Cak Imin bilang ke saya, Pak Kiai (Azis) keputusannya ketok palunya ada di Pak Kiai. Kalau begitu, saya tanggung jawab. Kalau saya keliru, saya nanggung dosa seluruh warga Indonesia. Karena itu, saya tidak diam, saya perhatikan," kata Kiai Azis.

Selanjutnya, pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyi'in, Pacul Gowang, Jombang, Jawa Timur, ini menceritakan alasan mendukung Jokowi - JK. JK, kata Kiai Azis, bukan orang baru di NU. Orangtua JK merupakan pengurus NU.

Sedangkan Jokowi, kata Kiai Azis, didukung karena tingkah lakunya yang baik.

"Pertama waktu dia datang ke pesantren, dia saya suruh 'silo' (duduk bersila), duduk lesehan. Ternyata luwes, wooh berarti ahli tahlil," kata Kiai Azis yang disambut tepuk tangan hadirin.

Pada waktu datang ke pesantren, Kiai Azis sempat menguji Jokowi dengan meminta membaca Kitab Kuning. Ternyata, kata dia, Jokowi bisa membacanya dengan baik. Kitab yang dibaca saat itu Jam`ul Jawami` Fi Ushulil Fiq, yang merupakan sumber pada fikih syariat Islam.

Selain watak Jokowi yang baik, tata krama yang ditunjukkan Jokowi dinilai khas orang NU.

"Di rumah saya, waktu jalan akan naik ke rumah lantai dua, saya minta dulu. Dia malah nyuruh saya duluan. Totok romo ini wateknya sopo? NU. Itu satu landasannya," kata dia.

Ketika itu, Kiai Azis juga meminta Jokowi menyampaikan sambutan kepada santri yang menunggunya.

"Saat Pak Jokowi 'dawuh' dia salawat, pakai 'sayidina', saya manteb. Ciri Nahdlatul, salawatnya diberi 'sayidina'. Dengan ucapan 'sayidina' saya manteb. Iso ini direstui," ujarnya.

Azis mengatakan pernyataannya kali ini bukan untuk memuji Jokowi.

"Bukan muji di mukanya, saya anggap Jokowi nggak ada ya. Ini saya katakan benar," kata Kiai Azis yang disambut tawa hadirin.

Kiai Azis melanjutkan cerita. Beberapa pekan yang lalu, ia diundang ke Jakarta untuk bertemu Cak Imin dan petinggi partai koalisi pendukung Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI