Lempar Granat Saat Gerebek Narkoba, Tim SWAT Korbankan Bayi

Suwarjono | Suara.com

Senin, 30 Juni 2014 | 19:13 WIB
Lempar Granat Saat Gerebek Narkoba, Tim SWAT Korbankan Bayi
Pasukan SWAT (ilustrasi)

Suara.com - Tindakan tim SWAT (pasukan khusus angkatan bersenjata) di Wisconsin yang melakukan penggerebekan narkoba memakan korban. Seorang bayi kini luka parah dan koma akibat ledakan granat yang dilemparkan oleh tim SWAT kedalam rumah mereka.

Alecia Phonsavanh kini tak mampu mengajak dirinya sendiri untuk melihat luka dalam yang terdapat pada dada anaknya. Luka itu terjadi akibat granat yang dilemparkan oleh tim SWAT. Namun melihat dukungan moral dan materil yang terus mengalir untuknya dan anaknya membuat Alecia kembali memiliki kekuatan dan harapan.

Bulan lalu, ibu empat anak ini sangat terkejut ketika tim SWAT menggerebek rumah saudara tirinya di Atlanta. Menurut laporan WSBTV sebuah saluran TV lokal, tim SWAT melakukan penggerebekan untuk  mencari narkoba di kediamannya, namun mereka tak menemukannya. Saat itu tim elit tersebut melemparkan granat yang jatuh ke dalam tempat ayunan Bounkham, anak Phonesavanh yang baru berusia 19 bulan.

Bounkham, yang biasa dipanggil Bou Bou, menjadi korban ledakan tersebut. Saat itu Bou Bou mampu bertahan dari kebakaran yang ditimbulkan oleh laden granat. Namun Bou Bou menderita luka parah di dadanya. Kini bayi tersebut tengah koma. Sampai saat  ini dokter belum mampu memberikan pernyataan, seberapa parah kerusakan otak yang dialami oleh Bou Bou.

Sejak kejadian mengerikan tersebut, Phonesavanh terus melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan kesadaran publik tentang kebrutalan polisi sekaligus menggalang dana untuk pengobatan putranKeluarga ini sebenarnya tinggal di Wisconsin, namun setelah rumah mereka rata dengan tanah akibat ledakan dan kebakaran yang terjadi, kini  untuk sementara waktu mereka pindah ke Atlanta, ke rumah keluarga besar mereka.

Sampai Sabtu lalu (28/6/2014), keluarga ini berhasil mengumpulkan dana hingga 33 ribu dolar Amerika. Mereka berharap dana bisa mencapai 100 ribu dolar Amerika. Uang itu akan mereka pergunakan untuk membayar biaya rumah sakit dan pengeluaran lain yang muncul sejak mereka berpindah ke Atlanta.

Sampai hari ini, Phonesavanh mengaku masih sangat marah, karena ia merasakan tingginya tingkat kekerasan yang dilakukan oleh tim SWAT yang menurutnya sama sekali tak bisa dibenarkan.

Menurut cerita Phonesavanh, kejadian tersebut terjadi saat tim SWAT mencari “sedikit narkoba” yang mereka kira disimpan oleh suami dari sepupunya. Sepupunya tersebut tak tinggal bersamanya, dan pasangan tersebut juga tidak tinggal di rumah yang digerebek oleh tim SWAT tersebut.

Menurut Phonesavanh, banyak tanda yang jelas bahwa di rumah tersebut ada anak-anak. Phonesavanh mengatakan, mobil minivan mereka masih terparkir di halaman dan banyak mainan yang berserakan dihalaman belakang. Itu semua harusnya menjadi indikasi bahwa ada anak-anak didalam rumah, katanya.

Saat melakukan wawancara langsung dengan Huffington Post, Phonesavanh mengatakan, ia berharap apa yang ia ceritakan mampu membangkitkan kesadaran publik untuk melawan kekerasan brutal yang dilakukan oleh polisi. “Ini terjadi setiap hari kepada siapa saja,diperlakukan secara militer oleh polisi, dan tanpa henti,” katanya. “Siapa yang mengatakan bahwa hanya karena mereka (polisi) memahami hukum, lantas mereka bisa melanggarnya,” katanya lagi.  (huffingtonpost)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tragedi 11 Bayi Sleman: Bukti Masih Gagalnya Pendidikan Seks di Indonesia?

Tragedi 11 Bayi Sleman: Bukti Masih Gagalnya Pendidikan Seks di Indonesia?

Your Say | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:25 WIB

Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan

Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:30 WIB

Nalar yang Hilang di Kamar Kos, Menguak Tabir Tragedi 11 Bayi di Sleman

Nalar yang Hilang di Kamar Kos, Menguak Tabir Tragedi 11 Bayi di Sleman

Liks | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:25 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Sering Jumat Berkah, Pemilik Kontrakan Ungkap Aktivitas Bidan di Sleman Usai 11 Bayi Dievakuasi

Sering Jumat Berkah, Pemilik Kontrakan Ungkap Aktivitas Bidan di Sleman Usai 11 Bayi Dievakuasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47 WIB

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:48 WIB

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:39 WIB

Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak

Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:21 WIB

Geger Temuan 11 Bayi di Sleman, DPR: Negara Tak Boleh Biarkan Mereka Jadi Korban

Geger Temuan 11 Bayi di Sleman, DPR: Negara Tak Boleh Biarkan Mereka Jadi Korban

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:44 WIB

RSUD Sleman Rawat Tiga Bayi Kasus Pakem, Perlakuan Selama di Penitipan Jadi Sorotan

RSUD Sleman Rawat Tiga Bayi Kasus Pakem, Perlakuan Selama di Penitipan Jadi Sorotan

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:44 WIB

Terkini

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:36 WIB

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:59 WIB

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:35 WIB

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:31 WIB

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:07 WIB

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB