Mahfud MD Sedih Lihat Tayangan Wawancaranya di Metro TV

Siswanto | Suara.com

Senin, 21 Juli 2014 | 00:09 WIB
Mahfud MD Sedih Lihat Tayangan Wawancaranya di Metro TV
Ketua Tim Pemenangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa, Mahfud MD (kanan). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Ketua Tim Kemenangan Nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud MD, menyesalkan pernyataannya yang ditayangkan tidak lengkap oleh Metro TV.

"Ada statement saya yang dimuat tak lengkap oleh TV swasta sehingga menjadi tak utuh dan memberi kesan seakan-akan saya menyatakan Jokowi sudah menang pilpres dan Prabowo kalah," katanya di Jakarta, Minggu (21/7/2014) malam.

Ia menambahkan dikesankan juga dirinya sudah mengembalikan mandat sebagai timkamnas.

"Yang benar, saya ditanya, bagaimana persiapan Tim Prabowo-Hatta menghadapi penetapan KPU 22 Juli yang akan datang? Saya menjawab: timkamnas biasa-biasa saja, menunggu keputusan KPU dan tidak mengerahkan massa," katanya.

Kalau ada pun, kata dia, bukanlah timkamnas melainkan relawan.

Kemudian Mahfud mengaku ditanya lagi tentang rencana timkamnas setelah 22 Juli dan menjawab: tergantung keputusan KPU.

Dirinya masih percaya Prabowo-Hatta menang berdasar data yang tim punyai.

"Tapi kalau ternyata Jokowi yang menang, maka saya tentu harus menerimanya secara fair," katanya.

"Saya akan menyampaikan kepada Prabowo-Hatta bahwa saya gagal mengantar Prabowo menang. Terlepas dari soal menang atau kalah tanggal 22 Juli itu saya akan mengembalikan mandat karena Timkamnas itu memang hanya sampai keluarnya keputusan KPU," katanya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan timkamnas tidak akan ikut jika ada proses hukum ke MK.

"Kalau harus ke MK, baik Prabowo yang digugat (karena menang) maupun yang menggugat (karena kalah) maka saya tidak ikut," katanya.

"Yang mengurus ke MK itu Tim Hukum, bukan Timkamnas. Demi kode etik, sebagai mantan ketua MK saya tidak bisa mengurus perkara di MK," kata Mahfud.

"Itulah yang saya katakan kepada Metro TV, Kompas TV, dan Trans 7. Tapi Metro TV mengambil bagian-bagian tertentu yang memberi kesan seakan-akan saya mengatakan Prabowo-Hatta sudah kalah," Mahfud menambahkan.

Pilpres 2014, diikuti dua pasang capres/cawapres, Prabowo-Hatta nomor urut 1 dan Joko Widodo-Jusuf Kalla nomor urut 2. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Harapan Risty Tagor kepada Presiden Terpilih

Ini Harapan Risty Tagor kepada Presiden Terpilih

Entertainment | Senin, 21 Juli 2014 | 04:00 WIB

Moeldoko: Tak Ada yang Menghendaki Indonesia Hancur Lebur

Moeldoko: Tak Ada yang Menghendaki Indonesia Hancur Lebur

News | Minggu, 20 Juli 2014 | 22:40 WIB

KPU: Tidak Ada Lagi Pemungutan Suara Ulang

KPU: Tidak Ada Lagi Pemungutan Suara Ulang

News | Minggu, 20 Juli 2014 | 22:18 WIB

Anies Baswedan Apresiasi Ucapan Selamat Tokoh PAN

Anies Baswedan Apresiasi Ucapan Selamat Tokoh PAN

News | Minggu, 20 Juli 2014 | 20:49 WIB

Hasil Sementara Penghitungan Suara Nasional

Hasil Sementara Penghitungan Suara Nasional

News | Minggu, 20 Juli 2014 | 19:18 WIB

Terkini

Kasus Andrie Yunus dan Kudeta Merayap: Eks BAIS Desak Presiden Copot Panglima TNI dan Kapolri

Kasus Andrie Yunus dan Kudeta Merayap: Eks BAIS Desak Presiden Copot Panglima TNI dan Kapolri

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Dua Pria Suka Sama Suka Digerebek Warga di Tambora, Polisi: Tak Ada Tarif, Bukan Prostitusi Online

Dua Pria Suka Sama Suka Digerebek Warga di Tambora, Polisi: Tak Ada Tarif, Bukan Prostitusi Online

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:39 WIB

DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman

DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:36 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:18 WIB

Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran

Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:18 WIB

Heboh! 5 Fakta Wabup Lebak Ngamuk Disebut Mantan Napi oleh Bupati

Heboh! 5 Fakta Wabup Lebak Ngamuk Disebut Mantan Napi oleh Bupati

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:11 WIB

Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!

Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:01 WIB

Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel

Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:58 WIB

Para Pembela Andrie Yunus Mulai Terima Ancaman Teror

Para Pembela Andrie Yunus Mulai Terima Ancaman Teror

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:57 WIB