Pedagang Cincau Raup Jutaan Rupiah dari Kemacetan

Achmad Sakirin | Suara.com

Kamis, 31 Juli 2014 | 16:01 WIB
Pedagang Cincau Raup Jutaan Rupiah dari Kemacetan
Sejumlah kendaraan melintasi terowongan ruas jalan Lingkar Nagreg, Bandung, Jabar, Kamis (31/7). [Antara/Fahrul Jayadiputra]

Suara.com - Pedagang es cincau yang membuka lapaknya di sepanjang Jalur Haurwangi-Citarum, Cianjur, Jabar, meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap harinya.

Selama musim mudik dan Lebaran, puluhan pedagang di sepanjang jalur tersebut, membuka lapak mereka lebih pagi untuk melayani pembeli. Para pembeli merupakan pemudik yang memilih beristirahat sambil menunggu arus lalu lintas kembali lancar dari kemacetan yang terjadi.

Sejak hari pertama Lebaran hingga H+3 lebaran, arus lalu lintas di jalur tersebut mengalami antrian panjang bahkan laju kendaraan tidak bergerak sama sekali setiap siang hingga berjam-jam.

Hal tersebut menjadi berkah tersendiri bagi pendagang es cincau yang banyak menjajakan jualannya di jalur tersebut. Dimana sebagian besar penjual es dari daun cincau itu, dapat meraup keuntungan hingga Rp1 juta rupiah setiap hari dari pemudik.

Nurmah (34) salah seorang pedagang es cincau yang telah berjualan selama 4 tahun terakhir di jalur tersebut, mengaku mendapat keuntungan hingga 10 kali lipat setiap musim mudik dan Lebaran.

"Kalau musim mudik dan milir ini, kami sengaja membuat adonan cincau lebih setiap harinya. Hari biasa kami hanya mendapat keuntungan Rp100 ribu sampai Rp150 ribu dengan berjualan dari pagi hingga sore," katanya.

Sebagian besar pemudik dan pemilir yang singgah ke lapak miliknya mengunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat yang diparkir di tempat peristirahatan Citarum karena kendaraan roda empat disarankan tidak berhenti di depan lapak karena padatnya arus kendaraan yang melintas.

"Kami selalu menyarankan pembeli yang mengunakan roda empat, untuk memarkir kendaraanya di tempat yang telah disediakan di ujung Jalan eks Tol Citarum yang hanya berjarak beberapa meter dari lapak kami," ungkapnya.

Meskipun tidak dilarang, namun pedagang diimbau pihak berwajib untuk mengarahkan pembeli dengan roda empat tidak memarkir kendaraan di pinggir jalan karena akan menyebabkan kemacetan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seorang Wisatawan Tenggelam di Palabuhanratu

Seorang Wisatawan Tenggelam di Palabuhanratu

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 14:43 WIB

Ratusan Penumpang Padati Stasiun Pasar Senen

Ratusan Penumpang Padati Stasiun Pasar Senen

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 14:22 WIB

Arus Balik di Stasiun Senen

Arus Balik di Stasiun Senen

Foto | Kamis, 31 Juli 2014 | 13:30 WIB

Pemudik Mulai Ramaikan Stasiun Gambir

Pemudik Mulai Ramaikan Stasiun Gambir

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 13:23 WIB

Terminal Leuwipanjang Bandung Terjadi Peningkatan Arus Balik

Terminal Leuwipanjang Bandung Terjadi Peningkatan Arus Balik

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 13:11 WIB

Bebas 3 in 1

Bebas 3 in 1

Foto | Kamis, 31 Juli 2014 | 12:49 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB